Selamat Hari Natal: Tauhid, Hati, dan Cinta Suci Milik Tuhan

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Mengucapkan selamat Natal dari sudut pandang tauhid, hati, dan cinta kasih Islam

Photo;Ilustrasi (doc/pri).

Ini bukan membahas “Perang” Kata-kata ataupun perang “Pernyataan” sekelompok Organisasi Massa yang mengaku Nama Ormas sebuah Organisasi yang Membawa Nama Agama.

Yang akan Penulis sentil dan “mencoba”  menghadirkan sebuah bentuk tulisan biasa yang di niati tujuan ikhlas demi sebuah tujuan saling menghormati saling mengasihi antar sesama manusia yang punya nafas dan tujuan hidup dan punya tujuan menjaga kelestarian Dunia dengan segala isinya untuk jadi bekal di Akhir nanti agar setelah kita yang punya “badan” *Sabeuleugeunjeur (*Bhs Sunda yang artinya badan lengkap secara personal) akan pula menghilang dan mengalami mati/kematian di kemudian hari.

Dalam kaitannya tentang “Mengucapkan Selamat Natal” kepada Orang-orang yang Nganut/Penganut Ajaran Agama Kristiani.

Tauhidz ;

Defenisi tauhidz itu adalah meng-Esakan Tuhan.

Dalam kaitan ini mungkin kawan-kawan kita dari Ormas itu , menyikapi Doktrinitas Tauhidz Uluhiyyah yang mengatakan bahwa Tuhaku Adalah Satu Tak Beranak dan di Peranakan dan tidak ada pilihan untuk hal itu*@By;Sumber Kitab Tizan Addaruri.

Sebuah Doktrinitas baku itu terkontrol secara berkala oleh Personal manusia yang mempunyai legitimasi memegang dan meyakini bahwa ketika seorang Islam/Muslim yang telah mengucapkan  dua kalimat *Syahadat dua/Syahadatain  ,atau bersaksi  (*Asyhadzu Allaa Ilaaha Illalloh Waasyhadzu Anna Muhammadurrosululloh) atas dirinya dan meyakini bahwa haqnya telah terpatri dengan sikap “jangan” sekali-kali menerima dan menyepakati bentuk lain dari kata-kata atau sikap menerima dengan sepenuh hati terhadap Doktrin dan Ajaran Agama  yang menyebutkan bahwa “Bentuk” Kata Tuhan itu dengan banyak kata dan bentuk ajaran yang mempersilahkan kepada ajaran lain guna menerima Haqnya sebagai Personal manusia yang percaya kepada Ajaran selain ajaran Islam/Muslim dan atu yang lainnya.

Dan lalu setelah itu “Tuhannya” Manusia dan pencipta sekalian Alam tersebut menyebutkan ; Agar manusia Muslim yang mengimani Tuhan itu harus menciptakan Kasih sayang dan menjaga kestabilan Dunia dengan rasa dan ajaran Cinta Kasih Suci Tuhan  yang telah di tebarkanNya  melalui wahyu-wahyu Tuhan yang terdapat pada Kitab-kitab Suci (Tauret,Zabur,Al-Qur,an Dan kitab-kitab Suci  Yang lainnya)  yang Di WahyukanNya secara berkala kepada Nabi dan Rosul-rosul Dia seutuhnya dengan melalui *Media lain dari mahluq Ciptannya (Malaikat Jibril) yang di tunjuk Tuhan untuk menyampaikan kepada Kekasihnya yang harus/Wajib menyampaikankannya kepada Manusia-manusia di  seisi Bumi ini.

Cinta;

Dalam definisi kata Cintalah barangkali ribuan kata-kata dari ukuran Milyonan Huruf para pujangga itu telah tertuliskan dengan berbagai cara , dan pula memakai berbagai Media berupa sederetan huruf-huruf dan sederatan kata-kata.

Bahwa cinta itu adalah tiupan angin sorga yang di hembuskan Tuhan kita dari SorgaNya yang telah di buat Tuhan yang di Peruntukan bagi manusia yang memegang ajaran dan mengimani Tuhan dengan sesungguhnya dengan menjalankan ajaran TuhanNya dengan sungguh-sungguh yang menempatkan Kata *Taqwa (*Menghindari perbuatan yang dilarangNya dan Menjalankan segala PerintahNya).

Dan Tuhanpun telah mewanti-wanti agar hubungan cinta kasih itu atas dasar cinta kasih yang seutuhnya yang mengajarkan Cinta itu tak terbatas waktu dan dari strata social , kepercayaan ,suku bangsa ,dan hembusan cinta yang di katakana Tuhan itu bagi Segenap Alam dan seisi alam  yang meliputi langit dan mega-mega itu di sana @By;Tafsir Bebas Al-Qur,an.

Hati;

Tentang hati itulah Tuhan Kita telah pula mewanti-wanti agar segenap Makhluq ciptaanNya  yang di perintahNya untuk beribadat kepadaNya (Dari Dua Golongan Makhluq Jin Dan Manusia*@;By;Al-Qur,an), untuk menjaga hatinya agar jangan terkontaminasi dengan bentuk cinta palsu yang menerima dan mengajarkan bukan Ajaran yang berasal dari Cinta Kasih Tuhan itu seungguhnya .

-Maksudnya  adalah;

 Hati itu adalah tergambarkan sudah “berupa”  Segumpal Darah yang terdapat pada Organ  tubuh manusia yang harus terus berkala di jaga dengan Akal dan Fikiran Normal dan  harus pula terjaga dari nafsu , amarah, niat busuk,dan harus terisi (Full) dengan Cinta Kasih untuk segenap Alam dan Isinya.

Terisinya hati dengan Niat yang bagus/baik dan suci itu mengharuskan Personal manusia itu punya Ilmu ilmu yang sangat  tinggi yang harus terus di aji dan di “suprih” sampai akhir hayatnya manusia itu sendiri .

 Kesimpulannya adalah;  Ketika manusia itu tak mempunyai Ilmu Tinggi tentang tata cara mencintai dengan cinta suci kepada segenap alam tanpa Ilmu yang dimiliki tinggi secara Personal dan significant maka Mustahillah manusia itu punya Cinta Yang di Perintahkan Tuhan Kita.

Kesimpulan dari Tauhidz,Cinta Kasih,dan Hati ;

Tiga kata itu adalah sikap kita, Kenapa? & tidak seharusnya memelintir kata? “Jangan atau Haram” menyampaikan Kata ucapan Selamat Hari Natal kepada Saudara-saudara kita sebangsa yang menjalankan Ibadah atas Keyakinannya Mereka.

-Atasnama Tauhidz Uluhiyyah “ Aku Berjanji bahwa Tuhanku Adalah Alloh Dan Nabi Muhammad Adalah Utusannya “,

 -Dengan segenap Cinta suci milik Tuhan , yang di perintahkan dimiliki oleh Segenap Personal manusia  , maka Aku & Kau/Kita ucapkan Selamat Hari Natal bagi Ummat Kristiani saudara-saudara Sebangsa dan Segenap Isi Bumi yang akan Merayakannya.

Wassalamualikuum Warochmatullohi Wabarokaatuh , semoga Bermanfaat bagi Kemajuan Zaman dan Tegaknya Kedamaian di Muka Bumi , amiin yaa robbal alamiin.

* Wallohu A,lam Bishowaab (hanya dialah yang serba mengetahui).

*Singaparna,Kabupaten Tasikmalaya,Indonesiana Tempo.co

Asep Muhammad Rizal     

 

           

Bagikan Artikel Ini
img-content
Asep Rizal

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
Lihat semua