x

Iklan

amrullah ali moebin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Membincang Tuban di Perpustakaan

Sebuah gerakan literasi di Tuban dimulai dengan membukukan karya remaja dan dibedah di Perpustakaan Tuban.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

TUBAN – Budaya literasi di Tuban mulai bersemi. Itu dibuktikan dengan adanya bedah buku yang digelar di aula perpustakaan daerah Selasa (15/12/2015).

Buku yang dibedah berjudul Tubanku, Tubanmu, Tuban Kita (sebuah Renungan dan Gagasan). Buku ini adalah kumpulantulisan para pemuda Tuban yang menjadi peserta lomba menulis digelar komunitas gerakan tuban menulis. Pemateri yang hadir dalam bedah buku ini adalah Muhammad Rouf,S.Pd dan Sofi Fitria Hidayah S.Psi.

Rouf dalam tulisannya menjelaskan tentang pentingnya komunitas mahasiswa asal Tuban yang kuliah di luar kota. Misalnya, di Malang, Surabaya, ataupun Jogjakarta.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

‘’Jika para mahasiswa Tuban berkomunitas memiliki banyak sisi baiknya. Setidaknya bisa memberikan masukan pada pemkab Tuban,’’ katanya.

Sedangkan, Sofi memaparkan tentang pentingnya budaya membaca di Tuban. Sebab, dengan membaca akan menambah informasi dan pengetahuan.

‘’Menurut saya, toko buku di Tuban juga sudah mulai menyusut,’’ ujar dia.

Dia menambahkan, meski saat ini memasuki era digital bukan berarti akan membuat buku menjadi punah. Sebab, membaca buku lebih memiliki sensasi ketimbang membaca teks digital.

‘’Seberapa kuat membaca teks di depan laptop atau handphone?,’’ kata mahasiswa pascasarjana Unair Surabaya itu.

Ketua Gerakan Tuban Menulis Mutholibin mengatakan asalan memberi judul Tubanku Tubanmu Tuban kita itu karena didalamnya banyak tulisan dari berbagai sudut pandang tentang Tuban.

‘’Ada yang membahas tentang budaya Tuban. Ada juga yang membahas tentang pendidikan Tuban. Jadi itu Tuban dari kacamata masing-masing penulis. Sehingga, makna Tubanku dan Tubanmu belum tentu sama,’’ tandasnya.

Kepala Kantor Perpustakaan, Kerasipan dan Dokumentasi, Joko Prijono menyambut baik adanya kegiatan bedah buku tersebut.

‘’Semoga kegiatan ini bisa terus terjaga,’’ tutur dia.

Harapannya, lanjut dia, kegiatan ini dapat menjadi sebuah embrio untuk pengembangan Tuban dalam dunia literasi.

Ikuti tulisan menarik amrullah ali moebin lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler