Mengapa Terjadi Hoax? - Analisa - www.indonesiana.id
x

ajrina diva

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 21 Mei 2019

Selasa, 21 Mei 2019 18:16 WIB
  • Analisa
  • Pilihan
  • Mengapa Terjadi Hoax?

    Dibaca : 98 kali

    Pada era digital ini, mencari informasi dan berita yang sedang trending menjadi lebih mudah. Akan tetapi ada beberapa oknum yang menyalahgunakannya. Mereka membuat berita-berita palsu atau sering disebut dengan hoax, dan menyebarkannya di internet, terutama di media sosial. Ditambah dengan kebiasaan warganet yang sering menyebarkan dan memercayai berita yang dibacanya, tanpa mencari asal muasal, kebenaran dan keaslian berita tersebut.

    Ada beberapa motif seseorang membuat berita hoax. Motif pertama yaitu untuk mencari perhatian atau sensasi sehingga popularitas orang tersebut naik, yang kedua untuk menjatuhkan lawan dengan membuat berita yang dapat menjatuhkan citra dari lawan pembuat hoax. Berbagai usaha telah dilakukan pemerintah dan masyarakat untuk mengurangi dan mencegah beredarnya berita-berita palsu yang beredar di masyarakat. Pemerintah telah membuat undang-undang, seperti Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Undang-Undang No.40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, serta ujaran kebencian yang menyebabkan konflik sosial di mayarakat. Ujaran kebencian meliputi penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, perbuatan tidak menyenangkan, memprovokasi, menghasut, dan penyebaran berita bohong atau hoax.

    Setelah adanya usaha-usaha tersebut, mengapa masih terjadi hoax? Bertahannya keberadaan hoax hingga saat ini dapat disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya adalah jurnalisme yang tidak profesional karena tidak melakukan verivikasi data atau kebenaran suatu informasi. Yang kedua adalah keberadaan internet. Dengan adanya internet, orang-orang mudah untuk mencari segala informasi yang ingin diketahui. Akat tetapi, belum tentu segala informasi yang terdapat di internet itu benar, dan sayangnya masyarakat di Indonesia terbiasa untuk tidak melakukan recheck untuk memastikan keaslian informasi yang didapat. Selain itu, rendahnya literasi media membuat seseorang cenderung mudah untuk mempercayai informasi yang diterima dan membagikannya ke orang lain.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.