Dialog: Perangkap Ekonomi Membeli Barang dari Asing

Rabu, 8 Mei 2024 13:20 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Dua orang pemikir bangsa yang menelaah apa solusi terbaik agar negeri ini tidak terperangkap oleh kondisi rupiah kian hari makin yang melemah.

"Bro, sadarkah kita selama ini? Mengapa rupiah kian hari kian melemah?"

"Ya tentu bro, ini sebab kita selalu membeli barang buatan asing, sehingga mata uang asing makin menguat atas rupiah kita."

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Kita terjebak dalam pola konsumptif, coba rakyat kita memiliki tekad kuat untuk menjadi insan produktif yang siap bersaing dengan pasar global. Mari kita lihat negeri tirai bambu, mereka saja bisa melakukan perang dagang dengan negeri adidaya macem amrik kan?"

"Mindset kita yang perlu di-upgrade, kita mesti berpikir bahwa kita pun mampu bersaing secara global. Juga kita selalu berupaya mencipta produk dan jasa yang bernilai bagi pasar global, lah saat ini kita masih mencurangi pelanggan negeri sendiri demi keuntungan sesaat? Bagaimana brand produk dan jasa kita bisa berkembang? Toh kepercayaan pelanggan saja dihancurkan oleh brand sendiri?"

"Benar, ajaran Islam pun mestinya diterapkan dalam kehidupan ekonomi sekalipun agar kepercayaan bagi brand makin menguat. Jadilah pelaku usaha yang jujur (shiddiq), cerdas (fathanah), tidak khianat kepercayaan pelanggan (amanah), dan menyampaikan kejelasan produk dan jasa dengan benar dan sesuai kualitasnya (tabligh)."

"Nah kalau rupiah menguat kita sendiri kan yang untung? Coba bagaimana jika 1.000 rupiah sama dengan 100 dollar! Wah asyik gak tuh kita bisa jadi orang kaya di negeri orang lain, macam turis dari amrik yang mendadak kaya ketika belanja di negeri kita saat ini?"

"Hahah ngejarnya gimana 1.000 rupiah setara bisa 100 dollar? Ada ada saja bro ku ini haha! Sekarang saja 1 Dollar sama dengan 16.000 rupiah, berarti ini mengindikasikan rakyat dan negeri ini sangat ketergantungan dengan produk amrik."

"Iya agar kita tidak terjebak dengan perangkap rupiah melemah, di mana rakyat kita semua sibuk cari uang dan beli produk asing, akibatnya rupiah terus melemah, rakyat makin terikat dengan pencarian uang. Coba kalau kita sadar dengan kesadaran menguatkan rupiah, pasti uang 1.000 rupiah menjadi sangat berharga sekali ketimbang uang 1 dollar."

"Percakapan sebelumnya kita sudah bahas apa solusinya, pada bahasan Dialog: Ironi Negeri Ini ya sekarang yang mesti kita perbuat adalah menjadi bangsa yang produktif, bukan menjadi bangsa yang konsumptif produk-produk asing."

"Bukannya kita mau nolong Bangsa Palestina kan? Ya jadikan Palestina sebagai motivasi kita semua untuk menjadi bangsa yang produktif untuk mencipta produk dan jasa yang berkualitas internasional. Lihat sekarang negeri-negeri yang pro-genosida, sekarang mereka keteteran sama generasi penerusnya, ya karena uang yang mereka dapatkan dipergunakan untuk membantai anak-anak dan wanita. Ini adalah momentum tepat kebangkitan ekonomi rakyat dan negeri kita."

"Okelah! Yok gerak makin produktif dan siap bersaing di dunia internasional, capcus!"

"Siap!"

Cimahi, 8 Mei 2024.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Indrian Safka Fauzi (Aa Rian)

Hamba Allah dan Umat Muhammad Saw. Semakin besar harapan kepada Allah melebihi harapan kepada makhluk-Nya, semakin besar pula potensi dan kekuatan yang kita miliki.

1 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
Lihat semua