x

hoax

Iklan

Mortigor Afrizal Purba

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Buka Celana Mau Kencing Pun Kita Tak Punya Waktu Lagi

Sekali lagi, jangan sampai Tuhan izinkan kalian punya NYALI untuk melakukan army-army an itu di dunia yang sebenarnya.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Semenjak mengenal media sosial saya tidak terlalu suka mengumbar foto-foto berikut kegiatan-kegiatan apa yang saya lakukan dalam melewati hari demi hari. Karena menurut seseorang yang saya kenal dan masih saya ‘dengar’ apa yang diucapkannya bahwa perilaku tersebut adalah salah satu penyakit hedonisme. [hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup. Bagi para penganut paham ini, bersenang-senang, pesta-pora, dan pelesiran merupakan tujuan utama hidup, entah itu menyenangkan bagi orang lain atau tidak].

Tapi ternyata anggapan saya itu salah untuk kondisi kita saat ini.

Selama liburan akhir tahun 2016 dan awal tahun 2017, betapa bahagianya saya melihat banyak teman dan sahabat yang ‘memberitakan’ bagaimana asiknya liburan. Bagaimana bahagianya kumpul bersama keluarga besar. Bagiamana bahagianya bisa selfie bersama anggota keluarga. Bagaimana bahagianya bisa melakukan acara pernikahan tanpa minta cuti panjang dari tempat kerja. Dan banyak hal bahagia lainnya yang bisa ‘diberitakan’ melalui media sosial.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dalam kehidupan keseharian dan pekerjaan juga ternyata saya menjadi bahagia pada saat rekan-rekan dan handai taulan bisa ‘memberitakan’ apa yang sedang dia kerjakan, apa yang sudah selesai dia kerjakan, apa yang akan dia kerjakan, dan bahkan acara doa makan ternyata bisa digantikan dengan foto makan.

Dalam hal bisnis online juga yang dahulu banyak mengganggu wall media sosial ternyata sekarang menjadikan saya sangat berbahagia.

Semua hal bahagia di atas disebabkan oleh MUNCULNYA  perang gaya baru, yakni perang antara cyber army yang satu dengan cyber army yang lain.

Sahabat dan handai taulan tadi ternyata lebih banyak jasanya dalam hal menyampaikan berita baik dibanding dengan cyber army.

Hi cyber armys… What are you looking for..?

Kalian sedang cari apa? Kalian lagi membela yang mana, siapa, untuk apa?

Gini aja ya gaess.. Saya sudah putuskan untuk tidak ikut pergi. Saya putuskan untuk tidak ikut pergi dalam perang kalian itu. Saya akan tetap menjadi pasukan perdamaian sesuai kemampuan yang saya bisa.

Saya sudah mulai muak gaess. Teman-teman saya yang dahulu adalah teman, teman sekolah, teman kuliah, teman bisnis, sekarang rasanya udah jadi beda. Mereka sudah men-zombie jadi cyber army lovers.

Biar kalian tau. Tujuan saya hanya satu. Agar anak-anak saya dan anak-anak kalian nanti bisa hidup berdampingan dalam damai tanpa memandang suku, agama, ras, dan antar golongan. Sahabat dan handai taulan saya juga akan tetap bisa ‘memberitakan’ kebahagian mereka di media sosial ini, mereka tetap bisa berbisnis disini.

Jika kalian tidak sempat membaca keseluruhan isi dari tulisan ini, saya kutipkan lagi di paragraph terakhir ini doa yang sampaikan kepada Tuhan yang saya percayai pada akhir tahun kemarin: ” Diakhir tahun ini aku hanya bisa berdoa dengan segala kerendahan hati yang aku punya, kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa jangan sampai biarkan ini terjadi di dunia yang sebenarnya. Jikapun di tahun depan harus tetap ada yang seperti ini, biarlah itu hanya ada di dunia maya. Jangan sampai Tuhan izinkan kita punya nyali untuk melakukannya di dunia yang sebenarnya”

Sekali lagi, jangan sampai Tuhan izinkan kalian punya NYALI untuk melakukan army-army an itu di dunia yang sebenarnya. Sebab jika itu terjadi, buka celana mau kencing-pun kita tidak punya waktu lagi.

Salam dari Batam

Ikuti tulisan menarik Mortigor Afrizal Purba lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan