Gema Young Festival 2017, Memanggil Merahnya Semangat Muda - Analisa - www.indonesiana.id
x

Diaz Setia

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Gema Young Festival 2017, Memanggil Merahnya Semangat Muda

    Dibaca : 1.296 kali

    Gema Merah, sebuah organisasi kepemudaan yang bermarkas di Sawangan, kota Depok, mempersembahkan sebuah ajang kepemudaan bertajuk "Gema Young Festival" yang akan berlangsung pada tanggal 22 Januari 2017 nanti. Ini sekaligus menjadi ajang perdana Gema Merah untuk show off dan melibatkan banyak pihak, mulai dari lintas komunitas hingga Pemkot Depok.

    Dengan tagline "Membangkitkan semangat generasi muda untuk berperan aktif melalui organisasi", acara yang dimulai pukul 08.00 pagi itu dimaksudkan menjadi kegiatan positif yang bisa menjadi wadah bagi insan yang memiliki semangat muda untuk berkontribusi, berkarya sekaligus menginspirasi.

    Gema Merah Bekerjasama dengan PMI Kota Depok menggelar donor darah sebagai salah satu dari rangkaian acara Gema Young Festival. Peserta yang memenuhi syarat sebagai pendonor dapat langsung mendonor pada hari H nanti, meski belum mendaftarkan diri di hari-hari sebelumnya. Sepanjang acara akan diisi oleh penampilan peserta lomba membaca puisi. Pendafataran sudah ditutup seminggu lalu karena kuota peserta sudah terpenuhi, tercatat lebih dari 30 peserta yang akan berekspresi lewat pesan sosial pada puisi yang dibacakannya. Pesertanya adalah pelajar dan umum. Paralel juga dengan lomba mural yang baru dimulai di pertengahan hari. Lomba yang akan menjadi ajang untuk menyuarakan seruan sosial secara visual tersebut akan menghadirkan juri dari TINTA (Taste in Art). Pendaftaran lomba mural pun sudah ditutup per hari ini.

    Malamnya, akan ada talkshow interaktif yang akan menghadirkan perwakilan dari MTMA Depok, LPM Kota Depok, komunitas Berbagi Nasi Depok, dan band Marjinal sebagai band yang peduli terhadap fenomena sosial yang akan membagi pengalaman dan perspektifnya. Talkshow interaktif tersebut akan dimoderatori oleh Enjoy Indonesia. Tentu saja band Marjinal juga akan tampil membawakan lagu-lagu khas yang penuh kritik sosial, sebagai bentuk hiburan yang reflektif.

    Gema Merah, organisasi yang genap setahun pada pertengahan Desember tahun lalu itu memiliki program rutin diantaranya, bimbingan belajar satu pekan sekali, pemeriksaan kesehatan untuk warga sekitar yang bersifat momentum, dan pelatihan teater yang juga untuk anak-anak. Semua program rutin tersebut bersifat nirlaba. Bahkan pada pada Agustus tahun lalu, anak-anak bimbingan Gema Merah sudah tampil pentas. Bimbingan belajar pun bukan lagi membahas tentang teori-teori yang sudah diajarkan di sekolah, tetapi Gema Merah membantu membimbing anak-anak untuk membumikan apa yang diajarkan di sekolah ke dalam kehidupan sehari-hari, utamanya soal disiplin sikap dan mental positif.

    "Kita mau ngebentuk suatu organisasi yang bisa jadi wadah yang bagi mahasiswa atau pemuda untuk turun langsung, biar gak gagap ketika harus terjun ke masyarakat. Di kampus kan biasanya belajar-belajar teori aja tuh, nah, ini bisa gak mahasiswa atau pemuda kalau disuruh turun langsung untuk punya peran di masyarakat? Ini jadi tantangannya." kurang lebih begitulah kalimat yang disampaikan oleh yang Rizet Himawan ketika saya tanya mengenai alasan dibentuknya Gema Merah. Rizet yang kali ini menjadi ketua panitia pelaksana Gema Young Festival, menambahkan bahwa awalnya Gema Merah adalah ide dari sekawanan yang pernah sekolah di satu SMP yang sama. Anggota Gema Merah pun berasal dari berbagai kampus, tidak dibatasi untuk kampus-kampus tertentu saja. Jadi, siapapun lewat Gema Merah bisa mengambil bagian untuk berperan di masyarakat.

    Satu tahun berjalan, kepengurusan Gema Merah akan segera berganti menjadi kepengurusan yang baru sebagai bentuk reorganisasi tahunan. Meski begitu, rasanya organisasi itu akan tetap mengusung misi yang sama, seperti frasa "merah" yang didahului oleh "gema". "Merah" mengasosiasikan "keberanian pemuda" dan "gema" semacam doa agar keberanian pemuda untuk berperan di masyarakat bisa terus menggema, paparan tentang filosofi tsb disampaikan oleh Rizki, ketua Gema Merah. Hari Minggu lalu saya berkesempatan mengunjungi sekretariat Gema Merah di Jalan Pengasinan RT 02 RW 007, Sawangan, Depok. Tidak besar memang kontrakan tiga petak yang disulap sebagai sekretariat tsb, tapi saya menangkap letupan semangat dan optimisme dari para pengurus Gema Merah yang berlipat-lipat kali lebih besar . Dan acara Gema Young Festival 2017 yang tinggal menghitung hari adalah cara Gema Merah memanggil merahnya semangat muda.

    Pemuda Depok dan sekitarnya, merasa terpanggil?


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.









    Oleh: Napitupulu Na07

    2 hari lalu

    Keadilan Agraria dan Peningkatan Produksi Pangan Melalui Konsesi Lahan Pertanian Luasan 10 –80 ha, kepada Badan Usaha Perorangan.

    Dibaca : 133 kali

    Salah satu dari 9 masalah fundamental multi dimensi bangsa Indonesia adalah “masih rendah, terbatas dan timpang pembangunan dan kesejahteraan baik antar lapisan / strata masyarakat maupun antar daerah dan pulau”. Perwujudan sila ke 5 dari Pancasila yang tertera dalam pembukaan UUD 1945 yakni “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” masih jauh dari harapan. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9, bertajuk ‘Apa kabar Reforma Perhutanan Sosial’ Selasa 3/4/2018, Dalam paparan berjudul ‘Evolusi Kawasan Hutan, Tora dan Perhutanan Sosial, mengungkapkan: Ketimpangan pemberian lahan dan akses dari sektor kehutanan ini terdata sampai tahun 2017. Perbandingan ketimpangannya? Luas lahan di Indonesia yang yang sudah keluar ijin pengelolaanya adalah 42.253234 ha dari total 125.922.474 KH Indonesia. Dari 42.253.234 ha lahan yang diberikan ke swasta-masyarakat-kepentingan umum, 95,76 %-nya dilelola oleh swasta luas totalnya 40.463.103 ha. Perkembangan Luas Areal Kelapa Sawit, dari data peta RePPProT, pada tahun 1990 luasnya 7.662.100 ha, dari data baru tahun 2015 menjadi 11.260.277 ha, berarti kenaikan rata-rata 142.000 ha/tahun. Tahun 2016 menurun sedikit menjadi 11.201.465 ha. Tahun 2017 terhadap angka 2016 meningkat drastis 25 % lebih, menjadi sebesar 14.048.722 ha. Tahun 2018 naik menjadi 14.327.093 ha, Tahun 2019 naik menjadi 14.677.560 ha. Areal usaha perkebunan kelapa sawit tersebut didominasi oleh hanya puluhan pengusaha besar swasta. Ke depan apa yang bisa dilakukan? untuk mengurangi ketimpangan penguasaan / hak kelola Pengusaha Besar Swasta (PBS) atas tanah kawasan hutan (40.463.103 ha) dan Perkebunan kelapa sawit (14.677.560 ha), totalnya 55.140.663 ha setara 29,5 % luas daratan Idonesia 187.000.000 ha. Penulis menyarankan Solusi pengurangan ketimpangan secara bertahap, namun sekaligus bisa menangani permasalahan besar lain yaitu kemandirian pangan Indonesia yang sangat lemah / rapuh karena terkendala terbatasnya ketersediaan lahan garapan. Pada kesempatan ini diusulkan untuk Ekstensifikasi Pertanian pangan dengan membuka daerah irigasi (DI) Baru dengan Pola Pertanian Pangan UKM. Strateginya membangun Lima Pilar Pertanian Beririgasi Modern di luar P. Jawa meliputi: P1: Penyediaan air irigasi; P2: Pembangunan infrastruktur irigasi baru; P3: Pencetakan sawah baru petakan besar yang sesuai mekanisasi pertanian untuk para UKM dengan konsesi lahan 30-80 ha; P4: Mempersiapkan sistem pengelolaan irigasi; P5: Membangun sistem konsesi UKM pertanian mekanisasi padi komersial terpadu, mulai tanam, panen, sampai siap dipasarkan. Untuk keadilan agraria dan sekaligus penyediaan lahan garapan daerah irigasi baru, juga untuk lahan peternakan dan perikanan terlihat 2 kemungkinan yakni: (i) Mengatur pemberian puluhan ribu konsesi lahan luasan kecil 10 ha untuk peternakan, perikanan, hortikultur (mix farming), serta luas 30 - 80 ha untuk irigasi baru. Sebagai tahap pertama memanfaatkan cadangan areal untuk Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) seluas 4,1 juta ha, diberikan konsesi 30 tahun kepada badan usaha perorangan; dan (ii) Mengubah konsesi sawit lama yang habis masa konsesinya menjadi konsesi 30 tahun UKM sawah beririgasi 30 ha - 80 ha.