Gema Young Festival 2017, Memanggil Merahnya Semangat Muda - Analisa - www.indonesiana.id
x

Diaz Setia

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Pilihan
  • Gema Young Festival 2017, Memanggil Merahnya Semangat Muda

    Dibaca : 1.175 kali

    Gema Merah, sebuah organisasi kepemudaan yang bermarkas di Sawangan, kota Depok, mempersembahkan sebuah ajang kepemudaan bertajuk "Gema Young Festival" yang akan berlangsung pada tanggal 22 Januari 2017 nanti. Ini sekaligus menjadi ajang perdana Gema Merah untuk show off dan melibatkan banyak pihak, mulai dari lintas komunitas hingga Pemkot Depok.

    Dengan tagline "Membangkitkan semangat generasi muda untuk berperan aktif melalui organisasi", acara yang dimulai pukul 08.00 pagi itu dimaksudkan menjadi kegiatan positif yang bisa menjadi wadah bagi insan yang memiliki semangat muda untuk berkontribusi, berkarya sekaligus menginspirasi.

    Gema Merah Bekerjasama dengan PMI Kota Depok menggelar donor darah sebagai salah satu dari rangkaian acara Gema Young Festival. Peserta yang memenuhi syarat sebagai pendonor dapat langsung mendonor pada hari H nanti, meski belum mendaftarkan diri di hari-hari sebelumnya. Sepanjang acara akan diisi oleh penampilan peserta lomba membaca puisi. Pendafataran sudah ditutup seminggu lalu karena kuota peserta sudah terpenuhi, tercatat lebih dari 30 peserta yang akan berekspresi lewat pesan sosial pada puisi yang dibacakannya. Pesertanya adalah pelajar dan umum. Paralel juga dengan lomba mural yang baru dimulai di pertengahan hari. Lomba yang akan menjadi ajang untuk menyuarakan seruan sosial secara visual tersebut akan menghadirkan juri dari TINTA (Taste in Art). Pendaftaran lomba mural pun sudah ditutup per hari ini.

    Malamnya, akan ada talkshow interaktif yang akan menghadirkan perwakilan dari MTMA Depok, LPM Kota Depok, komunitas Berbagi Nasi Depok, dan band Marjinal sebagai band yang peduli terhadap fenomena sosial yang akan membagi pengalaman dan perspektifnya. Talkshow interaktif tersebut akan dimoderatori oleh Enjoy Indonesia. Tentu saja band Marjinal juga akan tampil membawakan lagu-lagu khas yang penuh kritik sosial, sebagai bentuk hiburan yang reflektif.

    Gema Merah, organisasi yang genap setahun pada pertengahan Desember tahun lalu itu memiliki program rutin diantaranya, bimbingan belajar satu pekan sekali, pemeriksaan kesehatan untuk warga sekitar yang bersifat momentum, dan pelatihan teater yang juga untuk anak-anak. Semua program rutin tersebut bersifat nirlaba. Bahkan pada pada Agustus tahun lalu, anak-anak bimbingan Gema Merah sudah tampil pentas. Bimbingan belajar pun bukan lagi membahas tentang teori-teori yang sudah diajarkan di sekolah, tetapi Gema Merah membantu membimbing anak-anak untuk membumikan apa yang diajarkan di sekolah ke dalam kehidupan sehari-hari, utamanya soal disiplin sikap dan mental positif.

    "Kita mau ngebentuk suatu organisasi yang bisa jadi wadah yang bagi mahasiswa atau pemuda untuk turun langsung, biar gak gagap ketika harus terjun ke masyarakat. Di kampus kan biasanya belajar-belajar teori aja tuh, nah, ini bisa gak mahasiswa atau pemuda kalau disuruh turun langsung untuk punya peran di masyarakat? Ini jadi tantangannya." kurang lebih begitulah kalimat yang disampaikan oleh yang Rizet Himawan ketika saya tanya mengenai alasan dibentuknya Gema Merah. Rizet yang kali ini menjadi ketua panitia pelaksana Gema Young Festival, menambahkan bahwa awalnya Gema Merah adalah ide dari sekawanan yang pernah sekolah di satu SMP yang sama. Anggota Gema Merah pun berasal dari berbagai kampus, tidak dibatasi untuk kampus-kampus tertentu saja. Jadi, siapapun lewat Gema Merah bisa mengambil bagian untuk berperan di masyarakat.

    Satu tahun berjalan, kepengurusan Gema Merah akan segera berganti menjadi kepengurusan yang baru sebagai bentuk reorganisasi tahunan. Meski begitu, rasanya organisasi itu akan tetap mengusung misi yang sama, seperti frasa "merah" yang didahului oleh "gema". "Merah" mengasosiasikan "keberanian pemuda" dan "gema" semacam doa agar keberanian pemuda untuk berperan di masyarakat bisa terus menggema, paparan tentang filosofi tsb disampaikan oleh Rizki, ketua Gema Merah. Hari Minggu lalu saya berkesempatan mengunjungi sekretariat Gema Merah di Jalan Pengasinan RT 02 RW 007, Sawangan, Depok. Tidak besar memang kontrakan tiga petak yang disulap sebagai sekretariat tsb, tapi saya menangkap letupan semangat dan optimisme dari para pengurus Gema Merah yang berlipat-lipat kali lebih besar . Dan acara Gema Young Festival 2017 yang tinggal menghitung hari adalah cara Gema Merah memanggil merahnya semangat muda.

    Pemuda Depok dan sekitarnya, merasa terpanggil?


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.