x

Warga Rembang menggelar aksi mengawal putusan Mahkamah Agung tentang pembatalan izin lingkungan penambangan oleh pabrik semen, di Semarang, 19 Desember 2016. Budi Purwanto

Iklan

margaretha diana

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Kars dan Masa Depan yang Abu-abu

Manusia tidak mungkin lepas dari tanah. Padanya banyak mahluk menggantungkan kehidupannya.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

"The soil is the great connector of lives, the source and destination of all. It is the healer and restorer and resurrector, by wich, desease passes into health, age into youth, death into life. Without proper care for it, we can have no community, because without proper care for it, we can have no life."

Rasa-rasanya kata-kata Wendell Berry, penulis buku The Unsettling of America: Culture and Agriculture memang tepat. Manusia tidak mungkin lepas dari alam, terutama tanah. Padanya banyak mahluk menggantungkan kehidupannya. Tanah menyimpan banyak cerita kehidupan yang pernah ada di bawah matahari. Matahari memberikan nafas, tapi tanah menyimpan cerita lawas dan bibit kehidupan baru dalam setiap lapisannya.

Akhir-akhir ini, kita sering melihat berita tentang demo masyarakat yang menentang pembangunan pabrik semen di beberapa daerah. Kaya akan wilayah kars, Indonesia memang gudangnya bahan baku semen. Kars atau batuan gamping yang merupakan bahan baku utama pembuatan semen, selain pasir silica dan tanah liat, yang juga tersedia melimpah di daerah seputaran wilayah kars.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Di wilayah Jawa bagian tengah saja setidaknya ada dua wilayah yang memiliki kars dengan kualitas yang baik. Yang di selatan adalah Gunung Kidul. Wilayah kars di Gunung Kidul terbagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian utara, yang termasuk di dalamnya yaitu pegunungan Popok dan Baturagung. Kemudian bagian selatan, yang meliputi pegunungan Basin Baturetno dan Basin Wonosari. Dan bagian terakhir adalah pegunungan gamping Gunung Sewu, yang berbatasan langsung dengan pantai Samudra Hindia. Di utara, wilayah kars berada di pegunungan Kendeng Utara. Wilayah kars ini berada di kabupaten Pati Bagian selatan, Grobogan bagian utara, Rembang, dan Blora.

Sebagai negara yang memang sedang giat membangun infrastruktur, maka tidak heran rasanya jika negara ini memiliki kebutuhan nasional akan semen yang begitu besar jumlahnya. Tapi sudah cukup komprehensifkah kajian lingkungan yang dilakukan untuk sebuah keputusan mendirikan pabrik semen--yang sudah bisa dipastikan dampaknya mempengaruhi keseimbangan lingkungan wilayah kars. Pantaskah kita membiarkan alam berjalan timpang hanya untuk embel-embel membuka lapangan kerja baru?

Ikuti tulisan menarik margaretha diana lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler