#KlinikOpini | Penetrasi PENAS

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Terobosan program inovatif menjadi inti dari sebuah lembaga yang berkutat dengan kemiskinan dan ketidakberdayaan yang melingkari profesi petani dan nelayan

Kata penetrasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah penerobosan, penembusan, perembesan dan PENAS adalah penyebutan dari PENAS KTNA sebagai singkatan dari Pekan Nasional Kontak Tani  Nelayan Andalan yang berlangsung di Banda Aceh tanggal 6-11 Mei 2017.

PENAS KTNA yang ke XV mengambil tema “Memantapkan Kelembagaan Tani Nelayan sebagai Mitra Kerja Pemerintah dalam rangka Kemandirian, Ketahanan, dan Kedaulatan Pangan Menuju Kesejahteraan Petani Nelayan Indonesia”, tema yang memberi harapan akan perubahan ke arah yang lebih baik dengan penguatan dan pemberdayaan kelembagaan Tani dan Nelayan, dan tentu saja peningkatan pendapatan tani nelayan yang berujung kesejahteraan.

Penetrasi kedalam secara kelembagaan adalah memperbaiki dan membangun kekuatan dari dalam sehingga punya bargaining power dengan siapapun mitranya bukan cuma pemerintah.

Terobosan program inovatif menjadi inti dari sebuah lembaga yang berkutat dengan kemiskinan dan ketidakberdayaan. Satu hal yang patut disyukuri adalah telah adanya regulasi asuransi pertanian dan nelayan untuk memberi rasa aman pada petani dan nelayan dalam bekerja.

Sebagai pembanding, terobosan bidang pertanian pemerintah kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan dengan benih berbasis teknologi, sistem tanam legowo 2:1, pengembangan kawasan agrowisata, membentuk BUMDes, mengembangkan industri pengolahan hasil pertanian, memamfaatkan limbah pangan jadi pakan, patut menjadi contoh. (gempitanews.com, 5/3/2017). Sementara di bidang kelautan, Kabupaten Bogor sangat sukses dengan UMKM Cindy Group yang bergerak di usaha pengolahan pindang (desa Waru, kecamatan Parung), dan  UD Bening Jati Anugrah (Bening Food) yang terletak di desa Parung kecamatan Parung berhasil menjadi perusahaan pengolah makanan terbaik I tingkat Nasional Tahun 2009 dan ditetapkan sebagai Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan ( P2MKP) oleh Kementerian Kelautan Dan Perikanan. (hilirisasi.com, 18/11/2016).

Penas sendiri adalah sarana Belajar untuk mengejar ketertinggalan daerah, membuka mata dan melecut semangat KTNA agar lebih proaktiv dalam menciptakan program-program yang mampu menjawab permasalahan dasar dari petani dan nelayan di daerahnya.

Terobosan lain dari KTNA adalah menjadikan profesi petani atau nelayan diminati kaum muda dengan basis ilmu yang diperoleh baik dari pendidikan maupun pelatihan peningkatan kapasitasnya. Masih banyak hal yang perlu dikembangkan dan disentuh dibidang pertanian dan kelautan.

Secara mitra, komitmen penganggaran dari pemerintah daerah dan stakeholder serta keberpihakan lembaga legislatif pada petani dan nelayan sangat dibutuhkan, KTNA sendiri harus menjadi lokomotif dari petani dan nelayan yang sejahtera. Berinovatiflah dalam program dan bermitra sehingga petani dan nelayan kita bisa beristirahat dengan senyum bukan karena kelelahan rutinitas sarat beban. 

 

 

Bagikan Artikel Ini
img-content
MASRI FITHRIAN

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

img-content

#KlinikOpini | Penetrasi PENAS

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
img-content

Dilema Akses Pendidikan

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Baca Juga











Artikel Terpopuler