Rujak Cingur Pelatihan Kader PRT Menjadi Wartawan

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

PRT belajar menjadi Jurnalis Warga

Semua orang adalah guru, semua tempat adalah sekolah. Kalimat pertama yang disampaikan oleh Direktur LPKP Jatim dalam mengawali Pelatihan Jurnalisme Warga bagi para kader Pekerja Rumah Tangga di Malang Raya. Mereka disemangati untuk terus belajar hal atau keterampilan baru, salah satunya menulis.

Para PRT yang didampingi lembaga saat ini sudah punya beragam kegiatan untuk terus mengkampanyekan Kerja Layak PRT dan Penghapusan PRT Anak di wilayah Malang. Mereka sudah mempunyai embrio organisasi PRT Se-Malang Raya dan mengikuti pembelajaran di Sekolah PRT Komunitas. Selama ini ada banyak kisah dalam proses pendampingan PRT yang tidak tersampaikan dan tidak terpublikasi. Maklumlah, para pendamping dan PRT masih repot dengan berbagai kegiatan untuk terus mensukseskan program ini. Kebutuhan menulis dan menceritakan perjuangan para PRT, mendorong PRT untuk belajar menulis. Momen itu akhirnya datang karena Mba Luviana (AJI Jakarta) hadir di kantor LPKP untuk melatihkan teknik “menjadi wartawan”.

Tak disangka, teman-teman PRT yang biasanya berkutat dengan berbagai pekerjaan di rumah, ternyata sangat handal untuk bercerita. Tidak percaya? Ada 20 kisah yang tertulis dan dibacakan saat selesai berpraktek. Tidak tanggung-tanggung, kisah mereka beragam. Ada yang mengharukan, menggembirakan, menggugah semangat bahkan memberikan inspirasi untuk menjalankan kehidupan!

Tulisan itu berpengaruh besar! Dengan keyakinan itu para kader PRT bertekad untuk mulai menuliskan pengalaman mereka dalam berjuang untuk merubah nasib. Bahwa PRT adalah pekerjaan yang harus dikampanyekan kepada masyarakat dan mendorong perubahan situasi kerja di rumah-rumah pemberi kerja.

PRT harus berteman dengan media, media apa saja. Tulisan mereka tentang kehidupan PRT menjadi kisah untuk menggandeng banyak orang, ikut dalam gerakan untuk perbaikan nasib para PRT. Jadi, kalau pengalaman PRT hanya disimpan sendiri, siapa yang bisa membantu perjuangan mereka. Media sosial ternyata mampu menyebarkan informasi dengan cepat dan murah. Jadi, PRT kini harus bersahabat dengan dunia menulis dan menyebarkan di media sosial.

Pelatihan jurnalisme warga ini membuka pemikiran kader PRT untuk mulai menulis dan menyampaikan cerita mereka di media. Ikuti kisah kami ya.....

Salam jurnalisme warga,

Malang, 22 Juli 2017

 

  

Bagikan Artikel Ini
img-content
JARAK STOP PEKERJA ANAK

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua