x

Selebrasi Rafael Struick setelah mencetak gol kedua dalam perempatfinal AFC U-23, Korea Selatan vs Indonesia, Jumat dinihari WIB, 26 April 2024. Cuplikan TVN

Iklan

tuluswijanarko

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 29 April 2024 08:04 WIB

Cara Timnas Garuda Muda Hadapi Uzbekistan Tanpa Rafael Struick

Beda dengan Hokky Caraka, Ramadhan Sananta adalah tipe penyerang klasik (No 9). Ia predator di kotak pinalti, karena memang itu nalurinya. Karakter tersebut  yang membuat ia pernah jadi top-scorrer di Liga 1. Maka jika Sananta main sebagai line up , sangat mungkin STy akan sedikit menyesuaikan game-plan -nya. 

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Menebak siapa pengganti Rafael Struick saat Indonesia menantang Uzbekistan di semifinal Piala Asia U23 2024 nanti malam adalah gampang-gampang susah. Tapi jika Shin Tae-yong (STy) ingin meneruskan gameplay Timnas Garuda  yang diterapkan selama ini, jawabannya adalah Hokky Caraka.

Kenapa? Saat menurunkan Struick sebagai striker, sebenarnya Tim Garuda sedang memainkan false nine. Struick bukanlah target-man, ia tidak hanya beroperasi di kotak pinalti lawan. Ia kadang (dan lebih banyak) melipir ke kiri bergantian dengan Marselino atau Witan Sulaiman. Ia ikut membuka ruang. Ia terlibat dalam membangun serangan dan bola akan disodorkan ke pemain yang posisinya paling enak untuk mencetak gol.

Struick juga adalah pemain pertama yang bertahan jika lawan melakukan build up serangan dari bawah. Ia mengganggu dan merusak irama mereka. Tak jarang ini membuat lawan harus melakukan long-ball saat mencoba masuk ke pertahanan Indonesia.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Peran seperti itulah yang juga terlihat saat Hokky Caraka dimainkan STy! 

Beda dengan Ramadhan Sananta, ia adalah tipe penyerang klasik (No 9). Ia predator di kotak pinalti, karena memang itu nalurinya. Karakter tersebut  yang membuat ia pernah jadi top-scorrer di Liga 1. Maka jika Sananta main sebagai line up , sangat mungkin STy akan sedikit menyesuaikan game-plan -nya. 

Hanya saja, STy ini selalu tak bisa ditebak. Ia kerap melakukan eksperimen dan lebih banyak berhasil. Ia kerap meminta pemain keluar dari zona nyamannya dan main di posisi yang berbeda. Atau bermain dengan cara berbeda. Rizky Ridho, Pratama Arhan, Witan Sulaiman adalah contoh pemain yang terus meningkat kualitasnya dalam sentuhan STy.

Itu yang membuat lawan sulit memprediksi cara bermain Indonesia di setiap laga. 

Jadi Caraka, Sananta, atau justru pemain lain yang akan macak jadi striker di di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar, nanti malam, mulai pukul 21.00 WIB?  Di Jakarta ada guyonen hanya sopir bajaj dan Tuhan yang tahu kapan bajaj akan berbelok. Maka siapa yang akan menjadi striker Indonesia nanti malam, hanya STy dan Tuhan yang tahu.

Terbang tinggi Garudaku!

Ikuti tulisan menarik tuluswijanarko lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terkini