Kemerdekaan Hak Berserikat itu Bernama "Anggrek Maya"

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kemerdekaan Berserikat itu diwujudkan dengan Deklarasi Organisasi PRT seMalang Raya “Anggrek Maya”

Pagi ini aku bergegas bangun untuk menyelesaikan urusan rumah. Aku harus sampai lokasi Deklarasi jam 8 pagi, dalam batinku. Memang ada beberapa tugas yang harus aku kerjakan, yang lain masih bisa dibantu anak atau suami. Selesai itu, cuuuus langsung menuju Desa Kucur, Kabupaten Malang.

Ya, hari ini merupakan hari yang lama dinanti banyak teman PRT (Pekerja Rumah Tangga) dan pendamping lapang dari LPKP Jatim. Setelah lebih dari dua tahun memotivasi para PRT di banyak desa di Malang Raya, baru hari inilah dirasa tepat untuk melakukan momen Deklarasi. Wah, keren banget istilahnya! Kami memang mencari waktu yang paling mungkin, dimana PRT siap secara mental untuk bisa menyampaikan kehendak bebasnya dalam berserikat/ berorganisasi, sebagai salah satu HAK yang mereka perjuangkan.

Dua tahun sudah para pendamping lapang “blusukan” ke lokasi-lokasi yang menjadi kantong-kantong PRT, ada yang basisnya tempat bekerja maupun tempat tinggal mereka. Tapi, setelah berproses, melakukan pendampingan di lokasi tempat tinggal PRT-lah yang menjadi pendekatan paling efektif. Ya, banyak dari mereka menjadi PRT “part time”, pulang hari istilahnya. Saat ini sudah 11 lokasi yang dijadikan basis pendampingan PRT dan berdiri kelompok-kelompok kecil dari 7 desa di Kab/Kota Malang. Desa-desa tersebut meliputi Ngenep, Tunjungtirto, Balearjosari, Pandanwangi, Kucur, Tegalweru dan Sumbersekar. Saat ini, penjangkauan PRT menuju wilayah desa Pendem, Batu yang juga banyak menjadi lokasi tempat tinggal teman-teman PRT.

Para PRT di masing-masing kelompok sudah mulai kegiatan layaknya organisasi di tingkat desa. Mereka mempunyai waktu pertemuan rutin yang sudah diisi dengan berbagai topik kaitan dengan pengenalan Hak PRT dan informasi Kerja Layak PRT. Tentu saja,  sudah ada struktur kepengurusan walaupun sederhana. Sehingga komunikasi tidak harus selalu ke semua anggota, tapi bisa dikoordinir oleh ketua dan pengurus lainnya. Disinilah, peran pendamping lapang mulai secara estafet diperankan pengurus tingkat desa. Pendidikan kritis menjadi sesi yang ditunggu karena para PRT bisa mendapat pengetahuan, tips dan cara-cara untuk meningkatkan kemampuannya. Yang menarik, merekapun mempunyai inisiatif untuk mengisi kegiatan dengan saling belajar dari PRT yang sudah mendapat pelatihan/ informasi, seperti tutor bagi teman-temannya. Di beberapa kelompok, ada kegiatan simpan pinjam yang mulai dijalankan. Jadi, fungsi kelompok tingkat desa ini makin beragam, melihat kebutuhan anggotanya juga.

Pengurus dari masing-masing kelompok sering mengikuti kegiatan yang diselenggarakan LPKP Jatim. Harapannya, kelompok ini mulai mengikuti informasi terbaru dan memperkenalkan diri sebagai wadah PRT untuk memperjuangkan Hak mereka. Tidak hanya itu, kegiatan peningkatan keterampilan sebagai salah satu kesempatan bagi PRT untuk mempunyai kemampuan bekerja juga tidak disia-siakan mereka. Para PRTpun mulai belajar untuk mengelola waktu mereka. Sebelum aktif dalam kelompok, mereka tidak repot mengatur jadwal belajar atau mengikuti pertemuan-pertemuan. Sekarang, setelah kelompok ini mulai dikenal dan ada banyak kegiatan yang melibatkan mereka, PRT harus punya strategi untuk mengatur porsi bekerjanya, mengurus rumahnya dan jadwal kegiatan bersama PRT lainnya.  

Salah satu ibu PRT yang saya temui bercerita bagaimana dirinya berusaha jauh-jauh hari menyampaikan keinginannya untuk ikut kegiatan kelompok kepada pemberi kerja. Sebisa mungkin merapihkan pekerjaan sehingga tidak tertumpuk saat dia kembali bekerja. Tidak hanya itu, urusan rumah juga tidak kalah repot. Ada banyak hal juga yang harus disiapkan bagi suami dan anak yang akan dia tinggal. Tapi, seiring waktu, dia bisa membagi waktu untuk pekerjaan dan rumah tangganya. Kegiatan di kelompok juga menjadi energi baru untuknya, makin pandai, tahu banyak hal dan bisa mengambil informasi yang penting untuk dirinya.

Dua tahun sudah, para PRT mengenal apa itu HAK, apa saja HAK yang sebenarnya harus dia peroleh karena melakukan pekerjaan. Mengenal juga Kewajiban sebagai penyeimbang Hak. Merasakan ada banyak  Hak yang tidak mereka peroleh dan tidak bisa mengutarakan keinginan hatinya untuk mendapatkan Haknya sebagai PRT. PRT mengenali Haknya sebagai Pekerja, perlahan menyuarakan dan melakukan perubahan bagi dirinya dan teman-teman PRT lainnya. Dua tahun sudah.

Akhirnya, keinginan untuk menggabungkan diri menjadi kelompok yang lebih kuat tercetus. Kami sering memperkenalkan berbagai serikat PRT yang sudah aktif. Membangkitkan keinginan mereka untuk berjuang bersama melalui kelompok yang lebih solid. Para pengurus kelompokpun akhirnya mendiskusikan baiknya bagaimana dengan mereka. Saat 11 kelompok desa bergabung, tentu menjadi sebuah kekuatan baru kan? Ya, mereka mengakui itu. Mereka merasa yakin perlu wadah ini. Wadah yang beberapa saat tak bernama, tapi mulai berjalan sebagai gabungan dari 11 kelompok desa, mulai mewakili teman-teman dari wilayah lainnya, bukan bagi kelompok desanya saja.

Dua tahun sudah, PRT belajar berorganisasi. Belajar mengkoordinir teman-teman PRT lainnya. Belajar sebagai tutor, belajar sebagai fasilitator, belajar menjadi PRT yang paham Haknya sebagai Pekerja. Mereka membulatkan tekad membentuk wadah organisasi, “Anggrek Maya” (Asosiasi Gerakan Revolusi Kerja Malang Raya). Ini menjadi wadah baru, yang masih panjang perjuangannya, masih perlu diasah kekuatannya supaya bisa meyakinkan dan memperjuangkan Haknya.  

Tepat di bulan Kemerdekaan RI, para PRT pun mendeklarasikan wadah perjuangannya “Anggrek Maya”. Berjuang untuk para PRT seMalang Raya, bukan untuk dirinya sendiri ataupun kelompok kecilnya, tetapi untuk PRT seMalang Raya, dan tentu saja untuk bergabung menjadi kekuatan di Indonesia, supaya Kerja Layak PRT segera terwujud. Bukankah, kemerdekaan negara ini juga diperjuangkan para pendahulu kita? Ya, PRT pun pejuang masa kini, pejuang kehidupan mereka, pejuang untuk mencapai tujuan, PRT=PEKERJA. Seperti lagumu.....kami butuh perubahan, menuju Kerja Layak Bagi PRT!

 

 Ringkasan perjalanan Anggrek Maya, Beti.MC, program officer JARAK

Bagikan Artikel Ini
img-content
JARAK STOP PEKERJA ANAK

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
Lihat semua