x

Iklan

RENDI MARK SOWAHA DUHA

Mahasiswa angakatan 2014, Program Pendidikan Sarjana Terapan Pekerjaan Sosial, Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS BANDUNG)
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Membumikan Profesi Pekerja Sosial (PEKSOS)

Foto bersama dengan Pekerja Sosial dan Strukural BRSBK Cisarua, setelah pemaparan kasus yang akan djtangani oleh mahasiswa praktikan.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Profesi Pekerja Sosial Profesional (PEKSOS) mungkin menjadi profesi yang jarang terdengar di tengah masyarakat pada umumnya, terkadang profesi Pekerja Sosial mungkin akan disama artikan dengan orang yang bekerja memberikan bantuan atupun pertolongan atau sering kita dengar dengan sebutan relawan, tidak ada yang salah dari pendapat atau hal tersebut, namun hal tersebut juga tidaklah sepenuhnya menjadi benar.

Profesi sendiri pada hakikatnya adalah suatu pekerjaan yang dimana telah memenuhi syarat dan ketentuan tertentu sehingga orang menjadi yakin serta percaya terhadap orang yang melakukan pekerjaan tersebut. Sedangkan Pekerja Sosial, menurut W.A. Friedlander (1967) adalah “suatu pelayanaan sosial profesional yang didasarkan pada ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam hubungan kemanusiaan guna membantu seseorang atau kelompok untuk mencapai kepuasan dan kebebasan pribadi maupun sosial. Jika berdasarkan pengertian diatas maka profesi Pekerja Sosial Profesional haruslah diisi oleh orang-orang yang telah menempuh pendidikan formal di lembaga pendidikan tinggi, sehingga proses pertolongan/pelayanan yang diberikan sesuai dengan apa yang dibutuhkan baik oleh individu,masyarakat, dan lembaga/institusi.

Di Indonesia, profesi Pekerja Sosial Profesional dapat didapatkan dengan menempuh pendidikan salah satunya di Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS BANDUNG), yang adalah sebuah pendidikan tinggi kedinasan yang berada dibawah Kementerian Sosial Republik Indonesia, maupun di perguruan tinggi negeri dan swasta lain yang menyelenggarakan pendidikan kesejahteraan sosial. Dalam proses pendidikan yang dilakukan, mahasiswa Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung, haruslah melalui berbagai proses dan tahap, dimana mahasiswa selain diberikan ilmu secara teori juga dibekali dengan pengalaman kerja lapangan, baik secara mikro,messo, maupun makro. Saat ini mulai dari 05 september hingga 14 november 2017 nanti, mahasiswa Sekolah Tinggi Kesejatheraan Sosial (STKS BANDUNG) sedang melaksanakan kegiatan praktik pekerjaan sosial di lembaga yang tersebar diberbagai seting dan lokasi yang telah ditetapkan, salah satunya adalah di Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya (BRSBK) yang terletak di Cisarua, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya (BRSBK) sendiri adalah salah satu lembaga milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berada dibawah Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, dimana lembaga ini bertugas untuk memberikan pelayanan berupa rehabilitasi sosial bagi masyarkat yang hidup dan tinggal di jalanan yang terjaring operasi maupun yang datang mendaftar secara sukarela.

Mahasiswa yang disebut dengan praktikan, melaksanakan kegiatan praktik pekerjaan sosial secara mikro di lembaga/institusi sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, dimana praktikan melaksanakan proses mulai tahap pengenalan, asesmen,intervensi, hingga pada tahap terminasi (pengahiran). Dalam proses praktik tersebut praktikan harus menangani klien sebanyak dua orang, dimana praktikan melakukan asesmen (proses penggalian masalah) apa saja yang dialami oleh klien yang menjalani proses rehabilitasi di Balai Rehabilitasi Bina Karya (BRSBK) Cisarua, kemudian melakukan intervensi untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami dengan berbagai metode dan teknik yang telah dipelajari didalam materi perkuliahan.

Dalam proses praktik tersebut, mahasiswa/praktikan tidak sendirian, dimana mereka didampingi oleh Pekerja Sosial yang bekerja di BRSBK. Kegiatan praktik ini juga sekaligus untuk memperkenalkan Profesi Pekerja Sosila Profesional kepada masyarakat, dimana mungkin saat ini profesi ini kurang dikenal dikarenakan pemahaman dan sosialisasi di masyrakat yang masih sangat kurang, padahal Profesi Pekerjaan Sosial sama halnya dengan profesi-perofesi yang lain seperti dokter, psikolog, guru, dan lain sebagainya. Indonesia sebagai negara yang besar dengan berbagai permasalahan sosial yang ada seperti masalah kemiskinan, perdagangan manusia, disabilitas, anak terlantar dan permasalahan sosial lainnya, membutuhkan perhatian dan tenaga yang ekstra dalam penyelesaiannya, dimana Profesi Pekerja Sosial adalah salah satu profesi yang dibutuhkan tenaga dan pemikirannya dalam penyelesaian berbagai permasalahan tersebut.

Profesi Pekerja Sosial sudah saatnya mendapatkan tempat dan ruang yang lebih besar di dalam penyelesaian permasalahan bangsa, dimana permasalahan sosial sama pentingnya dengan permasalahan lain yang membutuhkan perhatian dan penyelesaian yang lebih ekstra. Saat ini Pekerja Sosial tersebar dari sabang sampai merauke, dan siap mengabdikan diri dan ilmu yang diperoleh untuk menyelesaikan setiap permasalahan sosial yang ada, agar Indonesia tidak tertinggal jauh dari bangsa dan negara lain seperti Australi,Jepang,Malaysia,Amerika Serikat, dan lainnya yang Pekerja Sosialnya sangat berperan aktif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan sosial. Maka dengan kegiatan Prakikum ini diharapkan masyarakat lebih merasakan kehadiran Pekerja Sosial yang siap membantu menyelesaikan permasalahan yang dialami dengan Profesional.

Ikuti tulisan menarik RENDI MARK SOWAHA DUHA lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu