Unimog dalam Iklan - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Dave Kusuma

Classified
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Gaya Hidup
  • Pilihan
  • Unimog dalam Iklan

    Dibaca : 3.011 kali

    Unimog adalah truk serba-guna ukuran medium lansiran pabrikan Mercedes-Benz, anak perusahaan Daimler AG (d/h Daimler-Chrysler). Truk ini adalah buah pemikiran Albert Friedrich, insinyur bagian litbang Daimler. Kelahiran Unimog cukup unik, tidak dapat dilepaskan dari sanksi yang diberikan pihak Sekutu kepada Jerman sebagai “hukuman” pasca kekalahan negara ini dalam Perang Dunia II. Sekutu melarang Jerman mengembangkan teknologi tinggi, khususnya yang berkaitan dengan militer. Dasar surganya otak brilian, Jerman tidak kurang akal menghadapi belenggu sanksi Sekutu. Herr Friedrich kemudian merancang konsep kendaraan serbaguna untuk digunakan dalam bidang pertanian. Bukan tanpa alasan jika konsep kendaraan pertanian yang kemudian dipilih Herr Friedrich, salah satu rencana Sekutu terhadap Jerman pasca-perang konon adalah mengubah negara tersebut menjadi “negara bercorak agraris”.

    Cikal-bakal kendaraan ini mulai dirancang antara bulan Desember 1945 – Januari 1946, purwarupa pertama lahir tahun 1946 dan mulai diproduksi pada akhir 1947. Sosok truk medium dengan jarak sumbu roda pendek, body jangkung serta penggerak all-wheel drive pun lahir dan dibaptis dengan nama Unimog (UNIversal MOtor Gerät), secara harfiah dapat diartikan “kendaraan serbaguna”. Uniknya, alih-alih mewarisi sifat traktor, Unimog justru lahir sebagai “spesies baru”. Jauh dari bayangan traktor pertanian yang lamban, Unimog mampu diajak ngebut di jalan aspal, namun tetap mempertahankan kemampuan towing superkuat untuk menarik bajak maupun lori. Tidak hanya mumpuni diajak membajak ladang kentang, Unimog juga piawai tatkala difungsikan sebagai power take off (PTO) untuk penyapu salju manakala musim dingin.

    Satu hal yang menarik, pada awalnya kiprah Unimog sempat terseok-seok lantaran perusahaan Erhard und Söhne yang memproduksi purwarupa tidak mampu menangani produksi massal. Sementara perusahaan andalan Daimler, Mercedes-Benz masih harus menanggung sanksi dilarang memproduksi kendaraan all-wheel drive. Alhasil, Unimog generasi awal diproduksi oleh perusahaan Boehringer (1948-1950) dengan kode 70200, kemudian tahun 1950 bersalin kode menjadi U25. Kode ini menunjukkan keluaran tenaga dari mesin diesel OM636 racikan Daimler yang mampu menyemburkan 25 tenaga kuda. Unimog generasi awal ini masih menggunakan atap terbuka, namun kelahirannya sudah mencuri perhatian masyarakat Eropa. 

    Pada tahun 1951, produksi Unimog diambil alih Daimler-Chrysler. Perbedaan antara Unimog produksi Boehringer dan Daimler-Chrysler dapat dilihat dari logo di kap mesin. Unimog buatan Boehringer (70200 dan U25) menggunakan logo aksara “U” berpadu dengan tanduk lembu, sementara buatan Daimler-Chrysler memakai logo “the three pointed star” ala Mercedes-Benz. Perubahan demi perubahan pun mengikuti, misalnya kode U25 akhirnya berganti menjadi U401. Tahun 1953 Mercedes-Benz Unimog tampil dengan atap hardtop tertutup, agar mampu digunakan di segala kondisi cuaca. Fitur ini seakan menandai kiprah Unimog secara lebih luas, tidak hanya kendaraan pertanian namun mulai mengarah pada kendaraan serba-guna seperti namanya.

    Ketangguhan Unimog tak pelak membuat banyak pihak kepincut alias kesengsem (meskipun Herr Friedrich tidak pernah menggunakan aji-aji semar mesem). Tidak hanya sektor pertanian seperti maksud semula, namun juga militer, penegak hukum, pemadam kebakaran, motorsport, petualangan hingga kendaraan pendukung riset ilmiah. Belakangan juga merambah masyarakat automotive enthusiast. Unimog adalah simbol ketangguhan, keandalan, dan kesiapan menghadapi situasi terburuk, sehingga sangat identik dengan militer. Uniknya, angkatan bersenjata yang pertama mengoperasikan Unimog justru Perancis, barulah kemudian Jerman diikuti negara-negara lain termasuk Indonesia. Boleh dikata, militer adalah pengguna setia Unimog sejak versi “kotak-kotak” hingga versi termutakhir. Fungsi yang diemban “prajurit serbaguna” ini cukup luas, mulai dari fungsi angkut personel, suplai logistik dan amunisi, pendukung operasi civic action, ambulans, penarik meriam, platform radar/peranti perang elektronika hingga platform howitzer swagerak. Tak hanya “mengabdi” dalam wujud truk, Unimog juga dijadikan basis pengembangan bagi kendaraan tahan ranjau MRAP (Mine Resistant Ambush Protected) ATF Dingo, yang dioperasikan Bundeswehr/Angkatan Bersenjata Jerman. Bahkan, entah terinspirasi Unimog atau “secara kebetulan belaka”, pengawas militer Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang ditugasi mengawasi dan mengupayakan penghentian permusuhan antara Irak dan Iran dalam Perang Irak - Iran dinamai United Nations Iran – Iraq Military Observer Group, disingkat UNIIMOG.

    (Disarikan dari berbagai sumber) 


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.