x

Iklan

Syarif Yunus

Pemerhati pendidikan dan pekerja sosial yang apa adanya
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Raker PDPLK 2018; Optimalkan Program Pensiun Era MIllenial

Kesadaran akan pentingnya program pensiun harus terus dtingkatkan. Industri DPLK bersiap optimalkan program pensiun era millenial

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Berbalut semangat kebersamaan dan tekad untuk memajukan industri DPLK di Indonesia, Perkumpulan DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) menggelar Rapat Kerja Nasional Tahun yang berlangsung di Bali, 8-10 Maret 2018. Dengan mengusung tema “Konsolidasi dan Standarisasi Kompetensi Industri DPLK Menyongsong Tantangan Program Pensiun Di Era Milenial Zaman Now”, industri DPLK diharapkan dapat mengantisipasi tantangan program pensiun di era millennial melalui konsolidasi di kalangan anggota secara kokoh dan didukung kompetensi yang memadai dalam melayani kebutuhan program pensiun masyarakat Indonesia.

Untuk itu, industri DPLK perlu mengembalikan spirit untuk mempersiapkan masa pensiun yang sejahtera bagi pekerja di Indonesia harus lebih diprioritaskan. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan konsolidasi secara menyeluruh terhadap berbagai tantangan yang ada di depan mata. Kesamaan persepsi dan iktikad baik untuk menjadikan program pensiun lebih berdaya guna perlu dilakukan dari kalangan pelaku industri DPLK itu sendiri.

“Kita patut bersyukur, industri DPLK saat ini berkembang pada track yang benar walaupun harus diakui masih ada tantangan yang harus diselesaikan. Namun saya percaya, dengan semangat konsolidasi di antara anggota yang ada maka ke depan DPLK mampu menjawab kebutuhan program pensiun di era milennial” ujar Abdul Rachman, Ketua Perkumpulan DPLK di sela acara.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ikut tampil sebagai pembicara dalam acara ini Bapak Andra Sabta, Direktur Pengawasan Dana Pensiun dan BPJS Ketenagakerjaan OJK yang mengajak pelaku industri DPLK untuk bahu- membahu dalam membangun pertumbuhan DPLK di Indonesia secara lebih signnfikan. “Untuk itu, kompetensi standar melalui sertifikasi DPLK dan upaya edukasi literasi DPLK ke masyarakat harus terus ditingkatkan” ujar beliau dalam sambutannya.

Terkait dengan hal ini, maka ke depan, serangkaian tantangan yang patut menjadi perhatian industri DPLK antara lain:

  1. Mengembalikan spirit DPLK sebagai program pensiun yang mampu memberikan manfaat pensiun yang optimal kepada pesertanya, sesuai dengan mekanisme dan tata cara pengelolaan yang professional.
  2. Perlunya memperkokoh kesamaan persepsi dan tekad untuk menjadikan program pensiun DPLK yang berdinamika sesuai dengan perkembangan era millennial di zaman now.
  3. Pentingnya mengoptimalkan program Sertifikasi DPLK sebagai standar pengetahuan dan kompetensi untuk melayani kebutuhan masa pensiun pekerja dan pemberi kerja di Indonesia.
  4. Pentingnya upaya melakukan edukasi literasi dan inklusi keuangan tentang DPLK kepada masyarakat sebagai kegiatan regular dalam memberikan pemahaman yang tepat akan pentingnya program pensiun kepada masyarakat.

Dalam kesempatan ini, industri DPLK pun bertekad untuk terus menyiapkan pedoman pelaksanaan dan mekanisme yang perlu diatur sesama pelaku industri DPLK. Spirit kebersamaan untuk melayani peserta dan pekerja akan program pensiun yang lebih baik lagi harus terus ditingkatkan. Setidaknya industri DPLK sudah memiliki “modal moral” yang kuat untuk melakukan teroboasan pasar secara lebih optimal.

Rapat Kerja ini merupakan ajang tahunan bagi pelaku industri DPLK di Indonesia untuk menyusun kesepakatan strategis dalam meningkatkan pertumbuhan bisnis program pensiun DPLK, di samping mengoptimalkan kepesertaan program pensiun sebagai bagian mempersiapkan masa pensiun yang sejahtera bagi para pekerja di Indonesia. Raker ini dihadiri 60 peserta dari 24 DPLK di Indonesia. Ikut tampil sebagai pembicara di acara ini: Bapak Steven Tanner (Pengawas PDPLK), PNM Investment, Bowsprit Asset Management, dan Pengurus Perkumpulan DPLK.

Penting bagi industri DPLK untuk terus melakukan konsolidasi sebagai penguatan berbagai kendala dan tantangan yang ada. Di saat yang sama, upaya menigkatkan kompetensi segenap insan DPLK pun sangat diperlukan. Dengan begitu, industri DPLK diharapkan dalam lebih siap mengakomodasi kebutuhan program pensiun dan mengantisipasi prediksi ledakan pensiunan yang mencapai 40 juta orang di tahun 2030-an.

Di tengah tantangan tahun politik ke depan dan untuk mewujudkan potensi pendanaan jangka panjang, semangat dan stabilitas penyelenggaraan program pensiun DPLK menjadi penting untuk dikedepankkan. Semuanya untuk satu tujuan yang sama, yaitu  memastikan ketersediaan dana di masa pensiun bagi pekerja di Indonesia yang memadai.

Sungguh, mengimbau masyarakat untuk #SadarPENSIUN dan mau mulai menabung ke dalam program DPLK untuk masa pensiun yang sejahtera sangat penting untuk terus disosialisasikan. Maju terus industri DPLK Indonesia, layani terus dengan optimal kebutuhan program pensiun masyarakat Indonesia …. #YukSiapkanPensiun

 

Tentang Perkumpulan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (PDPLK)

Perkumpulan Dana Pensiun Lembaga Keuangan Indonesia (P-DPLK) pertama kali berdiri pada tahun Agustus 1997 sebagai organisasi nirlaba dengan tujuan meningkatkan peran aktif industri Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) di Indonesia, baik kepada masyarakat, para anggotanya, maupun pemerintah. Perkumpulan DPLK saat ini terdiri dari 24 anggota, 8 dari perbankan dan 16 dari asuransi jiwa yang merupakan perusahaan penyelenggara DPLK di Indonesia.

 

Perkumpulan DPLK berkomitmen kuat untuk memajukan industri dana pensiun seiring pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui kampanye #YukSiapkanPensiun dan #SadarPENSIUN, P-DPLK akan terus melakukan edukasi dan kampanye akan pentingnya mempersiapkan masa pensiun. P-DPLK bertekad menjadi pusat informasi dan edukasi dana pensiun di Indonesia melalui website:

Ikuti tulisan menarik Syarif Yunus lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

1 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

1 hari lalu