Cara Menggunakan Floor Hardener dan Jenis Floor Hardener yang Banyak Dipakai - Analisis - www.indonesiana.id
x

Redaksi Indonesiana

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 Februari 2020

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Cara Menggunakan Floor Hardener dan Jenis Floor Hardener yang Banyak Dipakai

    Pemakaian floor hardener sanggup jadikan permukaan beton lebih keras. Tahan pada abrasi dan kurangi jumlahnya debu yang melekat pada permukaan lantai.

    Dibaca : 1.144 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Floor hardener sebagai material bubuk yang dipakai pada beton basah untuk memperkeras permukaan. Pemakaian bahan ini dilaksanakan saat sebelum proses finising memakai mesin trowel hingga permukaan jadi lebih rata dan lembut dan gampang dibikin bersih.

    Pemakaian floor hardener sanggup jadikan permukaan beton lebih keras. Tahan pada abrasi dan kurangi jumlahnya debu yang melekat pada permukaan lantai. Floor hardener biasanya dipakai pada lantai tempat parkir, gudang, pabrik, dan garasi.

    Floor Hardener

    Cara Menggunakan Floor Hardener

    Floor hardener mempunyai formasi berupa partikel kecil sama ukuran bermacam untuk kombinasi semen dan batu. Agar hasilkan permukaan lantai yang keras tanpa memengaruhi formasi bahan kimia semen.

    Dengan memakai bahan ini, Anda bisa memperoleh pembagian yang sama sesuai standard internasional. Hingga bisa memperkeras beton dengan ketahanan sampai 50 % semakin lama dibanding lantai beton standard tanpa floor hardener.

    Partikelnya sanggup tingkatkan kepadatan beton dengan isi sela paling kecil pada pori-pori lantai. Hingga bisa bersatu dengan material yang lain untuk penggunaan lantai beton. Keperluan material bisa disamakan dengan arah pemakaian seperti berikut:

    • Untuk lalu lintas rendah seperti gudang kecil dan garasi, perlu floor hardener sekitar 3 kg per mtr. persegi.
    • Lalu lintas menengah seperti lantai pabrik dan tempat parkir, perlu 5 kg per mtr. persegi.
    • Lalu lintas tinggi seperti lantai yang sering dilewati alat berat perlu 7 kg per mtr. persegi.

    Sepanjang pemakaian floor hardener, lantai seharusnya tidak dilewati oleh kendaraan sampai proses usai. Lantai beton dasar yang bakal dilapis harus memiliki kandungan semen minimal 300kg/m3. Penyelesaiannya harus sama sesuai standard. Floor hardener baru bisa ditaburkan secara rata dengan jumlah rerata 4-5 kg/m2 sesudah beton melalui seting time.

    Pembuatan perkerasan lantai harus dilaksanakan tanpa putus dan setahap untuk pastikan proses dikerjakan dengan tenaga kerja dan jumlah bahan yang akurat. Sesudah ditaburkan dengan bertahap, selanjutnya digosok dengan trowel.

    Penuntasan akhir dengan mesin trowel dilaksanakan sesudah beton mengeras dan kuat agar meredam beban mesin hingga permukaan atasnya lebih padat. Kemudian lapisi dengan curing compound untuk kurangi evaporasi air beton.

     

    Jenis Floor Hardener

    Dikutip dari supplierkonstruksi.com sebagai penyedia ready mix beton, ada dua jenis floor hardener yang kerap dipakai berdasar memiliki bentuk yakni wujud bubuk dan cairan. Berikut keterangan selengkapnya:

     

    Floor Hardener Bubuk

    Floor hardener bubuk seperti semen. Pemakaiannya yakni saat lantai mulai jadi kering dan kuat diinjak ditaburkan pada permukaan lantai lalu dipadatkan memakai mesin trowel. Sesudah dipadatkan, tambah curing agent yang membuat bubuk semen lebih kering dan mengeras.

    Floor hardener bubuk benar-benar pas untuk ruang pabrik atau gudang. Dengan pemakaiannya, lantai lebih tahan pada kubangan dan permukaan atasnya lebih lembut dan rata. Tetapi, kekurangannya pemakaian harus dilaksanakan oleh professional dan kurang pas untuk diterapkan pada lantai rumah.

     

    Floor Hardener Cair

    Floor hardener cair dibuat dari epoxy dan kerap dikatakan sebagai susunan coating. Bahan ini dipakai pada lantai saat telah betul-betul kering dan bersih. Dapat dipakai untuk recoating lantai beton yang mulai hancur. Langkah memakainya yakni membersihkan lantai beton, selanjutnya lapisi lantai dengan primer sampai kering, kemudian lapisi dengan floor hardener epoxy.

    Bahan ini tidak membutuhkan bahan pelarut dan bisa dilaksanakan oleh tenaga yang belum eksper. Keunggulannya yakni sanggup isi sisi lantai yang rengat karena hancur atau pengeringan yang belum prima. Sedang kekurangannya, baunya benar-benar tajam hingga untuk hilangkan baunya butuh waktu sampai beberapa minggu.

    Selain kedua tipe itu, ada dua varian lain berdasar arah pemakaiannya untuk lantai logam dan non logam. Umumnya pengeras lantai yang dijajakan di pasar diantaranya:

     

    Pengeras Lantai Logam

    Pengeras jenis ini dipakai untuk lantai dengan jalan raya padat untuk pelintasan logam dan bak.

     

    Pengeras Lantai Non Logam

    Floor hardener ini terbanyak dipakai di bidang komersil dan industri seperti tempat parkir, pabrik, sekolah, dan gudang.

     

    Liquid Hardener/Dustproofer

    Floor hardener ini dipakai dengan menyemprotkankannya pada lantai beton. Bahan ini biasa dipakai pada perumahan dan tempat parkir karena lebih efisien dan ekonomis.

     

    Penggunaan floor hardener benar-benar pas untuk lantai beton di tempat pabrik atau tempat parkir. Ini karena material itu sanggup memberinya ketahanan yang tinggi, menahan lantai slip, ekonomis, dan gampang dibikin bersih.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.