"Future Outlook Of Accounting" Seminar - Analisis - www.indonesiana.id
x

Indri Puji Lestari

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • "Future Outlook Of Accounting" Seminar

    Perubahan perilaku masyarakat dan meningkatnya teknologi, membuat mahasiswa akuntan harus paham teknologi.

    Dibaca : 2.784 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Jumat, 15 Februari 2019, Auditorium UPH Surabaya, Mahasiswa Program Studi Akuntansi menerima wawasan mengenai masa depan peran akuntan pada seminar yang diadakan CPA Australia. Seminar ini merupakan bentuk kolaborasi di bidang akademik antara Program Studi Akuntansi UPH dan CPA Australia dan memperkuat kolaborasi yang baik dengan para praktisi perusahaan di bawah Lippo Group.

    Pada sesi pertama, Reza Haviez, Country Manager dan Kepala Perwakilan CPA Australia memberikan materi “Future Challenge and Opportunities for Accountants “. Berbicara masa depan, pasti akan terkait “teknologi”, inilah yang ditekankan oleh Reza. Perubahan perilaku masyarakat dan meningkatnya teknologi, membuat mahasiswa akuntan harus paham teknologi dan memanfaatkan perkembangan teknologi dalam menyelesaikan permasalahan.

    Kemudian hal penting lain yang harus dimiliki oleh calon akuntan adalah Conflict Resolution Skills dan Emotional Quotient. Yakni, bagaimana akuntan dapat menyelesaikan masalah serta memiliki kecerdasan emosi karena hal tersebut tidak akan pernah tergantikan oleh mesin.

    Pada sesi kedua, Reza berbicara program CPA Australia yang dapat membuat dan menciptakan pemimpin di lingkungan global. Visi ini sejalan dengan visi UPH untuk lulusannya, yaitu menciptakan akuntan yang mampu bersaing dengan negara lain.

    Don’t trust in such things call “Jack Pot” or “Quick Win”. The smart process is key. Start your process today and I’ll see you in the next 5 years (Irwan Djaja, 2017).

    Ikuti tulisan menarik Indri Puji Lestari lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.








    Oleh: Hadirat Syukurman Gea

    3 hari lalu

    Analisis Sistem Jual-Beli Ijon pada Komoditas Mangga Berdasar Ekonomo Makro

    Dibaca : 204 kali

    Mangga merupakan salah satu komoditas buah yang digemari hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Mangga turut menyumbang perekonomian Indonesia karena menjadi komoditas yang di ekspor. Pada tahun 2015, ekspor mangga sebesar 1.515 jutatonyangsebagianbesarmerupakanjenis Mangga Gedong Gincu dan Mangga Arumanis. Kabupaten Kediri merupakan salahsatudaerahyang menjadikan mangga khususnya Mangga Podang sebagai oleh - oleh khas daerah dikarenakan banyaknya pohon mangga yang tumbuh di sekitar lereng GunungWilis.ManggaPodangkhasKediri banyak ditemukan di daerah sekitar lereng Gunung Wilis yaitu Kecamatan Banyakan, Tarokan, Grogol, Mojo, dan Semen. Semakin berkembang perekonomian suatudaerahmakasemakinberagam pula cara produsen dan konsumen melakukan jual beli.Salah satu sistem jual beli yang dilarang dalam Islam adalah jual beli yang mengandung unsur gharar. Sistem jual beli ijon adalah salah satu sistem jual beli yang mengandung unsur gharar sehingga dilarang oleh Allah SWT. Ijon berkaitan dengan perilaku produsen dan konsumen. Hal ini dapat dikaitkan dengan ekonomi mikro berupa keputusan pengusaha dan konsumen, terbentuknya harga barang atau jasa dan faktor produksi tertentu di pasar, dan alokasi sumber daya ekonomi.Penelitian ini menggunaka nmetode penelitian studi literatur. Jenis data yang digunakan berupa data sekunder dengan metode pengumpulan data berupa pengumpulan sejumlah studi pustaka. Berdasarkan studi literatur terkait sistem jual beli ijon dan ekonomi mikro, diperoleh hasil analisis bahwa sistem jual beli ijon dan ekonomi mikro saling berhubungan. Hal ini dikarenakan ijon berkaitan langsung dengan perilaku produsen dan konsumen dan ekonomi mikro turut mengatur perilaku produsen dan konsumen. Keywords: Ijon, Komoditas Mangga,Ekonomi Mikro