Karna Brata Lesmana: Hidup untuk Berbuat Baik bagi Sesama - Analisa - www.indonesiana.id
x

Erri Subakti

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Pilihan
  • Karna Brata Lesmana: Hidup untuk Berbuat Baik bagi Sesama

    Dibaca : 1.241 kali

    Sore kemarin saya datang ke sebuah kantor pemenangan salah satu caleg dari Partai Nasdem. Lokasinya di bersisian dengan stasiun KRL untuk ke Bandara Soekarno-Hatta.

    Setelah diterima oleh salah satu jurkamnya, Restu Saraswati, ia mempersilakan saya menunggu sebentar di lobby dan dibelikan sate ayam.

    Usai tandas seporsi sate, Restu mengajak saya ke sebuah cafe dan resto yang tak jauh dari kantor tersebut. Kali ini letaknya persis di depan stasiun MRT.

    Sebuah branding besar di atas gedung cafe dan resto itu terpampang sebuah dukungan untuk salah satu calon presiden RI.

    Pemiliknya adalah salah satu caleg dari Partai Nasdem, yaitu Karna Brata Lesmana. Sebenarnya saya tidak ada appointment bertemu dengan beliau. Namun tak lama setelah Restu menelponnya, ia berkenan untuk bertemu saya.

    Dengan berpakaian kemeja bermotif polos biasa tanpa memberikan kesan seorang pengusaha yang sukses, beliau menyapa ramah dan bersedia untuk mengobrol dengan saya.

    Topik pembicaraan tidak diawali dari basa-basi, namun langsung masuk ke topik besar; soal perbaikan negeri ini.

    Karna Brata Lesmana adalah salah satu pengusaha yang sukses dan sudah merasa "selesai dengan dirinya sendiri." Kini ia hanya ingin ikut berkontribusi demi perbaikan negeri ini.

    "Setengah hidup saya ada di luar negeri. Sejak sekolah menengah saya di Singapura, lalu kuliah di Kanada," kisahnya.

    "Tapi dulu orang tua saya hanya mampu menyekolahkan 1 anak saja untuk belajar ke luar negeri. Maka itu ortu saya menjanjikan pada 9 anaknya, siapa yang paling berprestasi di akademik, akan dibiayai sekolah ke luar negeri," ungkap pendiri Starpage, sebuah perusahaan di bidang pager (penyeranta) ini.

    "Orangtua saya memang memiliki usaha, tapi tidak besar. Karena itu saat saya sekoah di luar, saya juga ikut membiayai hidup saya agar tidak tergantung dari biaya orang tua. Saya bekerja macam-macam untuk hidup, dari mulai mencari cacing untuk bahan kolagen, atau menjadi pengantar pizza. Apapun saya lakukan untuk menambah biaya hidup di luar negeri," ujarnya.

    "Karena itu sekarang saya cuma ingin berbuat kebaikan. Hidup itu untuk berbagi dan berbuat kebaikan kepada sesama," jawabnya ketika ditanyakan 'apa makna hidup untuk dia saat ini.'

    Karna merupakan Caleg DPR DKI Jakarta Dapil III dengan daerah pemilihan Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.

    Setiap hari paling sedikit 2 sampai empat titik saya datangi. Blusukan, untuk mengetahui permasalahan masyarakat secara langsung. Langkah ini tentu saja dilakukan seperti yang sudah dicontohkan oleh Pak Jokowi.

    "Bahkan pernah saat weekend saya datangi 8 titik lokasi untuk blusukan.," jelasnya.

    Saat blusukan ia membawa kontrak politik dengan warga masyarakat, yaitu: selama menjabat sebagai Wakil Rakyat, gaji dan fasilitas yang diterima akan dikembalikan kepada rakyat. Selain itu ia berencana membuat Rumah Aspirasi untuk menampung pengaduan masyarakat dan mencarikan solusi.

    Hampir 2 jam kami mengobrol, tapi nyaris ia tidak menceritakan bagaimana strategi khusus yang ia gunakan untuk bisa terpilih duduk menjadi anggota dewan. Ia pun tidak mengajak saya untuk mengkampanyekan dirinya di daerah pemilihan (dapil)-nya. Obrolan kami penuh dengan gagasan-gagasan untuk perbaikan negeri ini.

    "Paling tidak kalau saya bisa duduk sebagai wakil rakyat, saya bisa memberikan kontribusi pemikiran saya dalam legislasi mengenai bisnis dan perdagangan, supaya praktek-praktek konglomerasi yang kotor tidak merusak para pejabat pemerintah RI ini. Sehingga kemajuan Indonesia di masa datang bukan hal yang tidak mungkin," pungkas caleg Nasdem untuk DPR RI bernomor urut 5 ini, menutup pembicaraan kami.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.