Prof. Arif Nasution: Sumut Membutuhkan Leadership Pelayan Rakyat

Jumat, 21 Juni 2024 09:55 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Bincang-bincang dengan Profesor Arif Nasution dari FISIP Universitas Sumatera Utara (USU) mengenai perkembangan masyarakat Sumut dan Pilkada dan masa depan Indonesia.

Tiga jam berbincang dengan Profesor Arif Nasution dari FISIP USU, cukup membuat otak saya berdenyut berusaha menyerap berbagai pemikiran mantan Dekan FISIP USU yang juga Kepala Program S2 Magister Studi Pembangunan itu. Banyak sekali konsep pembangunan masyarakat yang dibeberkan Prof. Arif hingga ke level teknis bukan saja hanya teori. Dari mulai bagaimana semestinya bantuan sosial tepat sasaran, pengembangan sumber daya alam lokal menjadi end product berkelas, pengembangan kapasitas unit bisnis di masyarakat, dan bantuan pendidikan hingga perkuliahan.

SDM yang berkualitas menjadi kunci berkembang dan majunya suatu masyarakat. Dalam konteks Sumut, daerah yang sudah terberkati dari letusan gunung purba Toba di masa lampau, yang memberikan kesuburan tanah di wilayah ini, amat disayangkan SDM yang berasal dari daerah ini tidak mendapat sokongan dari pemerintah (pusat dan daerah) dalam mengolah SDA (sumber daya alam)-nya hingga memberikan multipliers effect yang signifikan bagi masyarakat lokal.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tantangan nyata hari ini Indonesia masih bermimpi untuk menuju "Indonesia Emas 2045", sementara dollar terhadap rupiah terus naik menuju Rp16.500. Puluhan perusahaan mulai PHK ribuan karyawannya. Yang lain di ambang kebangkrutan. Sementara usai pandemi covid-19, perekonomian Indonesia masih belum seperti sediakala. Saat saya tanyakan mengenai jargon Indonesia Emas 2045, Prof Arif tidak menjawab dengan menunjukkan data-data yang bisa mengafirmasi kita akan menuju pada masa keemasan tersebut.

Bonus demografi dimana hampir 70% populasi adalah usia produktif, namun tanpa kualitas keahlian atau skill yang bisa bersaing di era persaingan global, malah bisa menjadi "backfire". Bonus demografi yang semestinya berdampak pada kemajuan suatu negara, namun dengan tingkat pendidikan SDM Indonesia yang masih di posisi urutan-urutan terbawah, "Indonesia Emas" hanya tetap jadi mimpi di siang bolong.

Bagaimana mengantisipasi mimpi buruk ini?

Lain tidak, leadership menentukan itu semua. Menempatkan orang yang tepat pada jabatan dan keahliannya.

Di era teknologi telah digunakan sejak bangun tidur hingga tidur lagi, suka tidak suka, mau tidak mau, maka tata kelola pemerintahan pun sudah semestinya beradaptasi bahkan berinovasi dengan teknologi.

Saat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memimpin Jakarta, dia telah menerapkan apa yang disebut Smart City. Teknologi mempermudah masyarakat untuk melaporkan masalah di lingkungannya. Jalan rusak dilaporkan, tak lama langsung diperbaiki. Lampu jalan padam dilaporkan, tak lama langsung dibetulkan. Balaikota terbuka untuk masyarakat menyampaikan masalahnya dan langsung diatasi saat itu juga hingga tuntas. Kantor Smart City dibuka untuk umum bahkan di hari libur, bisa dikunjungi warga untuk melihat-lihat bagaimana kinerja pemerintah daerahnya. Transparansi anggaran, keterbukaan rapat-rapat pemprov, akuntabilitas, dan pencarian solusi atas berbagai masalah berjalan dengan memuaskan.

Hasilnya tentu sangat dirasakan. Bahkan hingga kini.

Konsep Smart City menjadi bukti yang tak terbantahkan sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Para stakeholders bisa memberikan sumbangsih kontribusinya untuk daerah mereka, mengatasi masalah dan menemukan solusinya. Para ahli di bidangnya, profesor dan elemen masyarakat lain yang fokus pada satu persoalan, saling memberikan masukan untuk pemerintah yang terbuka.

Sudah tidak zamannya lagi tata kelola pemerintahan di-manage secara konvensional, harus ada terobosan dalam leadership.

Menyongsong Pilkada 2024, parpol-parpol yang "menyediakan menu" bakal calon kepala daerah semestinya kini memberikan menu yang sesuai dengan zamannya.

"Kita apakan sikit Sumut ini, biar gak apa kali...."

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler