Pemilu 2019, Tua itu Pasti Dewasa itu Pilihan

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Dunia politik penuh dengan intrik seperti lagu dari Iwan Falsh “Dunia politik penuh dengan intrik.....Kilik sana kilik sini...

Rangkaian Pesta Demokrasi Indonesia (Pemilu) sudah dimulai dari kemarin namun semaraknya kian membahana dengan dimulainya kampanye terbuka jelas banyak intrik yang digunakan semua lini masa Paslon untuk mendapat simpati dan meraup suara.Yang terjadi saat ini saling serang pendukung Paslon di Sosmed berusaha merusak citra Paslon lawannya.

Memang dunia politik penuh dengan intrik seperti lagu dari Iwan Falsh “Dunia politik penuh dengan intrik.....Kilik sana kilik sini itu sudah wajar...Seperti orang adu jangkrik....Kalau nggak ngilik nggak asyik”. Memang klo bicara politik tidak seru kalau tidak saling “kilik” antar lawan. Tapi tidak juga dengan menyebar fitnah dan berita bohong juga keles.... mengutip istilah akan zaman now. Disaat kita di hujani informasi yang sering belum jelas kebenarannya.

Seperti yang ramai baru-baru ini, salah seorang Paslon yang terindikasi oleh organisasi yang ingin mengganti ideologi Pancasila dengan khilafah. Hal ini merupakan bentuk ketidakdewasaan sebagai insan politik Indonesia yang belandaskan Pancasila.

Begitu banyaknya informasi di media pada saat kampanye seperti ini maka kita sebagai orang Indonesia harus bersikaplah dewasa dan memahami bahwa manusia tidak mungkin menerima ide yang salah tetapi tidak juga menolak sikap yang berusaha kembali kepada yang benar.

Ingat NKRI adalah negara hukum yang mengatur tatanan kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Tentu tidak mungkinlah dibiarkan kelompok yang akan merubah Pancasila dengan alasan apapun juga.

Saling hujat saling debat dalam politik itu wajar, tapi ingat demokrasi kita Pancasila yang penuh toleransi dan budaya mulia. Pemilu akan terus ada setiap Lima Tahun kita akan tetap mengikutinya seperti pepatah mengatakan Tua itu pasti Dewasa itu pilihan.

Kita akan bertambah tua seiring dengan proses perjalanan demokrasi negara ini namun menjadi masyarakat Indonesia yang dewasa dalam politik itu pilihan. Awali pilihan itu dengan bijak memilah informasi dan tidak membuat fitnah dan tipu daya politik. Pilihan kita dalam politik saja yang berbeda namun sejatinya kita sama-sama anak Bangsa. Bangsa Besar yang bernama Indonesia.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Santi Harahap

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content

Marah

Minggu, 19 September 2021 07:16 WIB

img-content
img-content
img-content
Lihat semua