Talenta Muda Dorong Akselerasi Digital - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Talenda digital di tengah disrupsi

Tiara Anami

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 Juli 2019

Selasa, 30 Juli 2019 14:40 WIB

Talenta Muda Dorong Akselerasi Digital

Dibaca : 228 kali

Pembahasan mengenai perkembangan perusahaan digital di Indonesia selalu menarik untuk dibicarakan. Perusahaan digital memiliki karakter dan model bisnis yang unik sehingga para pelaku bisnis perlu lebih cermat memahami sebelum terjun ke dunia digital. Pada tulisan kali ini, saya akan membahas fenomena dan karakter dari perusahaan digital serta mengulik kesiapan salah satu perusahaan raksasa Indonesia yaitu Telkom, yang sedang bertransformasi menjadi perusahaan digital telco.

 

Perusahaan Digital

Di era digital saat ini, kebutuhan pemanfaatan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kegiatan bisnis semakin tinggi sehingga pertumbuhan industri bisnis digital kian meningkat. Kondisi ini membuat perusahaan-perusahaan berlomba-lomba untuk dapat memanfaatkan teknologi digital agar tetap bisa bertahan dalam kompetisi. Hal ini menyebabkan industri digital tumbuh cukup drastis, termasuk di Indonesia yang dalam enam tahun terakhir mengalami pertumbuhan 9,98 - 10,7 persen per tahun, dua kali lipat dari pertumbuhan ekonomi nasional1).

Tingginya pertumbuhan industri digital ini juga menyebabkan semakin ketatnya kompetisi antar perusahaan. Disruptive yang saat ini menjadi tren strategi dalam industri digital menjadikan life cycle produk semakin pendek sehingga perusahaan perlu memikirkan strategi yang tepat dan aspek-aspek penting yang mampu mendukung sustainability perusahaan.

Sumber Daya Manusia (SDM) bagi perusahaan digital merupakan salah satu aspek penting yang akan mendukung kesuksesan perusahaan. SDM dalam perusahaan digital umumnya dituntut untuk memiliki kompetensi yang lebih tinggi dalam pemanfaatan teknologi digital, serta terbiasa dengan dinamika teknologi yang tinggi. Karyawan dituntut untuk lebih adaptif, bergerak cepat dan selalu memunculkan ide-ide baru untuk terus mengembangkan produk. Karakter karyawan tersebut umumnya ada pada generasi milenial, yang tentunya lebih akrab dan terbiasa menggunakan teknologi, sehingga mayoritas karyawan di perusahaan digital terdiri dari generasi milenial. Bahkan untuk beberapa perusahaan besar, jajaran eksekutif perusahaan diisi oleh para generasi milenial.

 

Data di atas menunjukkan median usia karyawan di beberapa perusahaan digital besar dunia sampai April 2016. Berdasarkan data dari Statista Research Department tersebut, median usia karyawan perusahaan digital berada pada rentang 25 – 40 tahun. Hal ini semakin menguatkan pernyataan bahwa SDM dalam perusahaan digital didominasi oleh generasi milenial.

Selain itu, dengan kemudahan teknologi saat ini, tren jumlah karyawan di perusahaan-perusahaan pun cenderung menurun. Beberapa pekerjaan dapat dilakukan lebih mudah dengan memanfaatkan teknologi digital sehingga jumlah karyawan yang diperlukan tidak sebanyak dulu saat pekerjaan dilakukan serba manual.

 

Transformasi Telkom sebagai Perusahaan Digital Telco dan Kebutuhan Talenta Digital

Telkom dengan visinya saat ini menjadi King of Digital in the Region tentunya akan menjadi wajah perusahaan digital di Indonesia. Sebagai salah satu BUMN yang agresif bertransformasi menjadi salah satu perusahaan digital Telco, Telkom juga perlu melakukan penyesuaian dalam pengelolaan organisasi guna mendukung proses transformasi tersebut.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan ialah menguatkan DNA perusahaan menjadi digital native. Untuk mendukung hal tersebut, diperlukan strategi digital leadership dimana talent-talent perusahaan diarahkan untuk digital ready. Proses regenerasi karyawan dengan menghadirkan talent-talent digital dari generasi milenial yang memiliki karakter dan kemampuan adaptasi tinggi, dapat mengakselerasi kesiapan perusahaan untuk mampu bertahan dan mengikuti perubahan-perubahan yang terjadi dalam industri digital. Proses regenerasi ini harus dilakukan dengan melihat dan menyesuaikan kebutuhan perusahaan ke depannya.

Berdasarkan uraian sebelumnya, karyawan di perusahaan digital umumnya didominasi oleh generasi milenial yang memiliki kesesuaian karakter dengan tuntutan bisnis di industri digital saat ini. Namun jika melihat kondisi SDM Telkom saat ini, generasi milenial yang mengisi kursi-kursi Telkom masih minoritas. Jumlah karyawan milenial saat ini masih kalah jauh dengan jumlah karyawan generasi sebelumnya. Hal ini dinilai kurang sesuai dengan kebutuhan industri ke depannya sehingga dirasa penting untuk memperbanyak rekrutmen talent-talent digital baru sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Selain dengan regenerasi, Telkom juga dapat mengoptimalisasi talenta-talenta yang dimiliki perusahaan maupun anak perusahaan dengan kompetensi yang lebih spesifik. Meski demikian, cara ini mungkin memiliki cost yang lebih tinggi. Melatih SDM yang sudah senior juga memerlukan effort yang besar namun hasilnya belum tentu maksimal. Oleh karena itu, cara yang dinilai lebih efektif ialah dengan menambahkan talent digital ke dalam perusahaan dengan tetap memperhatikan prinsip efisiensi.

 

Kesimpulan

Perusahaan dan Industri Digital Telco berada pada kondisi yang sarat perkembangan teknologi dan diterpa isu disrupsi. Telkom sebagai perusahaan yang sedang bertransformasi menjadi perusahaan digital telco tentunya perlu menyiapkan kapasitas SDM yang tepat untuk menghadapi kondisi tersebut. Salah satu cara yang perlu dilakukan ialah mengambil kebijakan untuk memasukkan lebih banyak talenta digital agar mampu bertahan dan tidak tenggelam dalam disrupsi yang terjadi.

Sumber :

1)https://kemenperin.go.id/artikel/18581/Tumbuh-10-Persen,-Generasi-Milineal-Dongkrak-Industri-Digital

 

  • telkom
  • sumber daya manusia
  • startup digital

Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.