x

Babinsa Koramil 0815/05 Gedeg Pelda Jarwo turun langsung mendampingi dan membantu petani mengairi lahan yang ditanami jagung di Dusun Ngudi Lor Desa Bandung, Gedeg Mojokerto

Iklan

Anan Alkarawangi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Minggu, 29 September 2019 12:31 WIB

Babinsa Koramil Gedeg Bantu Petani Ngelep Lahan Jagung Dengan Pompanisasi

Mojokerto, - Aktivitas pendampingan pertanian yang dilakukan para Babinsa Koramil jajaran Kodim 0815 Mojokerto hingga kini terus berlangsung. Kali ini Babinsa Koramil 0815/05 Gedeg Pelda Jarwo turun langsung mendampingi sekaligus membantu petani mengairi lahan yang ditanami jagung di Dusun Ngudi Lor Desa Bandung Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Mojokerto, - Aktivitas pendampingan pertanian yang dilakukan para Babinsa Koramil jajaran Kodim 0815 Mojokerto hingga kini terus berlangsung. Kali ini Babinsa Koramil 0815/05 Gedeg Pelda Jarwo turun langsung mendampingi sekaligus membantu petani mengairi lahan yang ditanami jagung di Dusun Ngudi Lor Desa Bandung Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (28/09/2019).

Pengairan lahan yang ditanami jagung hibrida varietas Pertiwi-3 berumur tujuh hari, berlangsung di area seluas 1500 meter milik Sukarnadi, anggota Poktan Ngudi Makmur. Pengairan dilakukan petani dengan didampingi Babinsa setempat.

Pelda Jarwo mengatakan, pengairan lahan jagung tersebut dilakukan secara pompanisasi dengan memanfaatkan sumur yang berada di kawasan pertanian Poktan setempat. “Karena sumber air/sungai yang selama ini untuk pemenuhan irigasi pertanian sedang mengering, maka petani memanfaatkan sumur yang ada dengan bantuan mesin pompa air,” ungkapnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kendati tanaman jagung tidak terlalu membutuhkan air, lanjutnya, namun pengairan ini tetap harus dilakukan untuk mengantisipasi agar tanaman jagung tumbuh maksimal, terlebih di awal masa pertumbuhan. “Demikian pula ketika tanaman tumbuh kembang, saat berbunga, masa pengisian biji dan pematangan, tetap dibutuhkan pengairan,” tambahnya.

Masih kata Babinsa, pengairan lahan yang ditanami jagung di areal persawahan lebih mudah ketimbang di perkebunan/ladang. Caranya dengan mengalirkan air ke parit di sela-sela bedengan. “Namun ada juga petani yang melakukannya dengan cara “ngelep”, selanjutnya setelah air menggenang dan meresap maka air dialirkan melalui parit yang ada di bedengan berikutnya,” katanya.

“Kegiatan pendampingan ini merupakan bagian upaya khusus ketahanan pangan guna membantu petani meningkatkan produktivitas pangan khususnya jagung di wilayah binaan,” pungkas mantan Pelatih Pusdikav Bandung.

Ikuti tulisan menarik Anan Alkarawangi lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Kembang Jepun

Oleh: Handoko Widagdo

Kamis, 15 Februari 2024 10:19 WIB

Terkini

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Kembang Jepun

Oleh: Handoko Widagdo

Kamis, 15 Februari 2024 10:19 WIB