Baksos Donor Darah Warnai HUT Ke-74 TNI Di Mojokerto - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Dandim 0815 Mojokerto Letkol Kav Hermawan Weharima, SH., saat mendonorkan darah

Anan Alkarawangi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Kamis, 3 Oktober 2019 14:30 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Baksos Donor Darah Warnai HUT Ke-74 TNI Di Mojokerto

    Dibaca : 176 kali

    Mojokerto, - Suasana di Sunrise Mall, Jalan Benteng Pancasila Kota Mojokerto, Kamis (03/10/2019), tampak berbeda dengan hari sebelumnya. Kehadiran ratusan personel TNI dan masyarakat di Sunrise Mall tersebut dengan tujuan mengikuti Bakti Sosial Donor Darah.

    Baksos donor darah ini diselenggarakan Kodim 0815 Mojokerto bersama Korem 082/CPYJ dalam rangka memperingati HUT Ke-74 TNI Tahun 2019 yang bertema "TNI Profesional Kebanggaan Rakyat". Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama PMI Kabupaten dan Kota Mojokerto.

    Dandim 0815 Mojokerto Letkol Kav Hermawan Weharima, SH., yang berada di lokasi kegiatan bersama Kasrem 082/CPYJ Letkol Arm Beni Sutrisno, S.Sos., mengatakan Baksos donor darah ini digelar dalam rangka memperingati HUT Ke-74 TNI Tahun 2019.

    Masih kata Dandim, kegiatan donor darah ini merupakan bentuk kepedulian TNI untuk memberikan sumbangsih kepada sesama. “Melalui aksi nyata ini diharapkan dapat meningkatkan rasa persaudaraan sekaligus memperkokoh Kemanunggalan TNI-Rakyat,” ungkapnya.

    “Selain Baksos donor darah, dalam rangka menyambut HUT Ke-74 TNI, khususnya di wilayah Mojokerto, diisi serangkaian kegiatan lainnya, seperti karya bakti peduli lingkungan, Baksos bantuan air bersih dan sejumlah kegiatan sosial lainnya,” pungkas Dandim.

    Pantauan di lapangan, peserta donor darah tersebut melibatkan personel TNI dari berbagai kesatuan antara lain, Makorem 082/CPYJ, Kodim 0815 Mojokerto, Balak Jajaran Korem 082, Yonif PR 503/MK, perwakilan anggota Polres Mojokerto, Polres Mojokerto Kota, Persit Koorcab Rem 082, Kodim 0815 dan Balak, Ormas dan warga masyarakat.

    Tampak pula Kasdim 0815 Mayor Inf M. Jenal Arifin, Kepala Bakesbangpol Kota Mojokerto, Anang Fahruroji, Kepala UTD PMI Kabupaten Mojokerto, Kepala UTD PMI Kota Mojokerto, Para Danramil, dan Perwira Staf Kodim 0815 Mojokerto.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    Minggu, 31 Mei 2020 10:05 WIB

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.177 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).