Jokowi Masih Timbang Perpu KPK, Mahasiswa Siapkan Demo Lagi! - Viral - www.indonesiana.id
x

Seorang mahasiswa membawa poster dengan pesan menggelitik saat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) kembali berdemo di sekitar Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019. Aksi tersebut merupakan bentuk pengawalan mahasiswa terhadap pelantikan anggota DPR yang baru. TEMPO/Subekti.

Indonesiana

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 7 Oktober 2019 07:11 WIB
  • Viral
  • Berita Utama
  • Jokowi Masih Timbang Perpu KPK, Mahasiswa Siapkan Demo Lagi!

    Dibaca : 994 kali

    Rencana  Presiden Jokowi menertibkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perpu) untuk membatalkan  revise UU KPK masih ditunggu publik.  Jokowi terkesan ragu-ragu setelah banyak tokoh politik yang cenderung menentang rencana ini.

    Hanya, kalangan pro KPK dan para mahasiswa terus mendesak presiden untuk segera mengeluarkan perpu. Langkah ini demi meneruskan perang terhadap korupsi sekaligus melaksanakan janji Jokowi untuk memperkuat KPK.

    Situasi terakhir, Presiden Jokowi masih mempertimbangkan masukan  dari berbagai pihak. Adapu mahasiswa  bersiap-siap demo lagi.

    Masih Pertimbangkan Masukan
    Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden Ifhdal Kasim menanggapi hasil jajak pendapat Lembaga Survei Indonesia bahwa 76,3 persen publik yang mengetahui revisi UU KPK mendukung Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (Perpu KPK).

     Menurut Ifdhal, Jokowi masih mempertimbangkan berbagai masukan terkait penerbitan Perpu KPK. "Presiden masih mempertimbangkan semua masukan," ujar Ifdhal  dalam pesan singkat kepada Tempo, Ahad, 6 Oktober 2019.

    Ifhdal mengatakan, untuk mengeluarkan perpu, terlebih dulu persyaratan formil harus dipenuhi. Persyaratan itu ialah setelah undang-undang diumumkan dalam lembaga negara. Ifdhal mengatakan, UU KPK yang baru direvisi saat ini belum ditandatangani Presiden Jokowi. "Masih menunggu jawaban DPR terkait redaksi undang-undang," katanya.

    Mahasiswa Siapkan Aksi Lanjutan
    Badan eksekutif mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi menyiapkan aksi lanjutan.  Ketua BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia, Tierry Ramadhan, mengatakan BEM UI, BEM sejumlah perguruan tinggi di Jakarta, serta beberapa kelompok masyarakat sipil antikorupsi akan menyamakan pandangan tentang perkembangan politik ke depan.

    Menurut Tierry, rencana aksi lanjutan akan berjalan lebih mudah. Ia berpendapat bahwa persoalan KPK, dari revisi undang-undang hingga pimpinan KPK periode 2019-2023 yang dianggap bermasalah, telah mendapatkan perhatian masyarakat banyak. “Kesadaran masyarakat soal masalah ini sudah terbangun dan persoalan ini sudah jadi bola panas di pemerintah,” kata Tierry, 6 Oktober 2019.  

    Adapun Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Dino Ardiansyah, mendesak Jokowi segera menerbitkan perpu. BEM, kata dia, memberikan tenggat penerbitan Perpu KPK hingga 14 Oktober mendatang. Dino mengatakan mahasiswa bakal kembali turun berdemonstrasi apabila desakan ini tidak dipenuhi. Ia pun memperkirakan mahasiswa yang akan turun bakal lebih banyak ketimbang aksi pada 23-24 September lalu. "Minimal dari Pak Jokowi selaku eksekutif bisa ada pernyataan mengeluarkan perpu,” kata dia bersama perwakilan mahasiswa saat bertemu dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Jumat lalu. ***


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    Minggu, 31 Mei 2020 10:05 WIB

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.177 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).