Jodipan Kampung di Malang yang Bernilai Seni Tinggi - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

yazid muhammad

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 5 November 2019

Rabu, 13 November 2019 10:24 WIB
  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Jodipan Kampung di Malang yang Bernilai Seni Tinggi

    Dibaca : 138 kali

    Kampung Wisata Jodipan terletak di kota Malang Jawa Timur tepatnya di daerah aliran sungai Brantas. Tempat ini dikenal sebagai kampung warna-warni yang memperlihatkan karya seni lukis dibagian dinding-dinding rumah warga. Terlihat sangat mempesona jika dilihat dari atas jembatan Jalan Gatot Subroto.

    Dari keunikan Kampung Wisata Jodipan ternyata ada kisah sebelumnya tentang kampung ini, yaitu dulunya kampng ini adalah pemukiman warga yang sangat kumuh dan tidak terawat. Tapi sekarang sudah menjadi salah satu tujuan wisata yang ada di Malang.

         

    Sekitar 107 rumah warga dicat dengan 17 warna dengan gambar yang dilukis oleh komunitas mural. Ide ini muncul dari sejumlah mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhamadiyah Malang yang terkumpul dalam Kelompok Guyspro dan diketuai oleh Nabila Firdausiyah. Ia mengaku, awalnya ingin merubah perilaku masyarakat di bantaran sungai yang sering membuang sampah ke sungai. Dia memberikan sebuah solusi yaitu melukis rumah warga agar tidak terlihat kusam dan masyarakat mau memperhatikan tentang masalah sanitasi.

    Akhirnya Nabila dan teman-temannya membuat sebuah proposal kreativitas mahasiswa (PKM) tentang masalah dan solusi untuk kampung Jodipan yang nantinya diajukan ke Kemenrisdikti untuk mendapatkan dana yang bisa digunakan untuk merealisasikan ide tersebut. Setelah dana didapatkan, mulailah direalisasikan ide tersebut dengan mengerahkan 30 tukang cat untuk mengubah wajah kampung kumuh Jodipan menjadi kampung warna-warni yang unik.

    Warga di daerah juga mendukung ide tersebut dan ikut membantu dalam pengecatan. Selain itu ada juga tentara dan bantuan dari salah satu produsen cat di Malang yang juga membantu pengecatan.

                       

    Meski secara fisik kondisi rumah warga di kampung ini sudah diperbaiki dan tembok/dindingnya sudah dicat warna-warni, tapi masalah sanitasi belum bisa teratasi pada awalnya. Masih banyak rumah yang tidak memiliki toilet sehingga membuat mereka sering membuang sampah dan kotoran ke aliran sungai. Seiring dengan viralnya Kampung Wisata Jodipan membuat kebiasaan yang buruk ini semakin hilang. Karena banyaknya wisatawan yang datang untuk mengunjungi kampung mereka, membuat mereka merasa malu jika masih melakukan kebiasaan buruk itu. Dibantu dengan adanya beberapa toilet umum yang akhirnya membuat warga memilih untuk membuang kotoran disana.

    Disediakan juga tempat sampah supaya warga bisa membuang sampah pada tempatnya dan tidak lagi dibuang ke sungai. Untuk dapat memasuki tempat ini pengunjung harus membayar tiket masuk seharga Rp 2.000 per orang. Nantinya uang yang didapat digunakan untuk membayar jasa pengangkutan sampah setiap harinya yang ada di kawasan Kampung Wisata Jodipan.

                  

    Di malam hari pun Kampung Wisata Jodipan masih tetap memesona mata yang melihatnya. Keunikan warna-warninya ditambah dengan sorotan lampu yang terang menghasilkan pemandangan yang begitu indah.

     

     

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.