Video Viral: SMK Terbakar Hebat, Guru-Siswa Terluka, Dua Lompat dari Lantai Tiga - Viral - www.indonesiana.id
x

Kebakaran di SMK Yadika 6, Pondok Gede, Kota Bekasi

Anas M

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 Oktober 2019

Senin, 18 November 2019 21:55 WIB
  • Viral
  • Berita Utama
  • Video Viral: SMK Terbakar Hebat, Guru-Siswa Terluka, Dua Lompat dari Lantai Tiga

    Dibaca : 5.383 kali

    Kebakaran hebat melanda gedung Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Yadika 6  di Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi, Senin sore, 18 November 2019.

    Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi mencatat  jumlah korban terluka dalam kebakaran   itu  mencapai 16 orang. Korban kebakaran sekolah itu sekarang mendapatkan perawatan medis di sejumlah rumah sakit.

    "Dua orang mengalami luka berat akibat loncat dari lantai tiga, sedangkan 14 lainnya mengalami luka ringan," kata Kepala Seksi Rencana Operasi Pemadaman dan Penyelamatan di Dinas Pemadam Kebakaran, Kota Bekasi, Yana Rohyana, Senin malam, 18 November 2019.

    Korban terluka karena terjebak ketika terjadi peristiwa kebakaran. Mereka terdiri dari guru dan siswa. Adapun yang luka berat adalah siswa. Ketika kebakaran terjadi mereka ada di kelas, sehingga harus turun dari lantai tiga melalui jendela dan memanjat genting. "Sekarang sudah padam, sedang dilakukan pendinginan," kaya Yana.

    Baca juga:
    Pelaku Pelemparan Sperma Ditangkap: Begini Kisahnya, Kenapa Polisi Harus Hati-hati?

     

    Kebakaran di SMK Yadika 6, Pondok Gede, Kota Bekasi

    Yana mengatakan, hasil penyelidikan sementara sumber api berasal dari ruang laboratorium di lantai tiga. Upaya memadamkannya dengan alat pemadam ringan tak berhasil. Api semakin besar merembet ke seluruh ruangan di gedung terdiri dari empat lantai tersebut.

     

    Seperti diberitakan oleh Tempo.co, "Api bukan dari ruangan kelas, tapi dari belakang gedung," kata seorang guru di sekolah itu, Hanna kepada wartawan, Senin, 18 November 2019.Hanna mengatakan, peristiwa kebakaran terjadi mulai pukul 15.30 WIB. Api dari belakang gedung merembet ke bangunan sekolah. Adanya angin besar membuat api dengan cepat menjalar ke seluruh ruangan di gedung tiga lantai itu. Sampai pukul 17.30 WIB, api masih berkobar.

    Menurut dia, ketika kebakaran terjadi aktivitas belajar mengajar di sekolah itu masih berlangsung. Sebab, biasanya pelajar mulai dipulangkan pada pukul 16.00 WIB. Karena itu, kata dia, ketika kebakaran terjadi siswa masih berada di dalam kelas. "Di sini ada 799 siswa," ucap Hanna. 

    ***

    Baca juga:
    Pelaku Pelemparan Sperma Ditangkap: Begini Kisahnya, Kenapa Polisi Harus Hati-hati?

     

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.089 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).