11 Tarian Kalimantan Selatan yang Perlu Terus Dilestarikan - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Tarian Kalimantan Selatan

amelia sarah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 November 2019

Selasa, 26 November 2019 15:30 WIB
  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • 11 Tarian Kalimantan Selatan yang Perlu Terus Dilestarikan

    Dibaca : 364 kali

    Tari dari Kalimantan Tengah merupakan tari yang mempunyai ciri khas atau keunikan tersendiri dibandingkan dengan tarian daerah Kalimantan Timur, tarian daerah Kalimantan Barat dan tarian daerah Kalimantan Selatan. Meskipun ada kesamaan dari masing-masing tarian daerah tersebut, ternyata jika dilihat dengan jeli ternyata masih ada yang dapat membedakannya.

    Selain tarian adatnya, daerah yang beribukotakan Palangka Raya ini juga mempunyai banyak budaya dengan ciri khas dan keunikannya yang tersendiri. Contohnya adalah pakaian adat, alat musik, rumah adat, dan masih banyak lainnya. Namun dalam artikel  kali ini akan membahas mengenai Tarian Tradisional yang berasal dari Kalimantan Tengah.

    Ada beberapa tarian daerah Kalimantan Tengah yang pernah eksis pada zaman dahulu, sebagian masih ada dan sebagian lainnya sudah hilang, bahkan ada juga yang telah berubah fungsinya. Jika pada zaman dahulu tarian daerah Kalimantan Tengah ini ada yang hanya digunakan untuk menghibur keluarga kerajaan saja. Namun, kini sudah ada menjadi hiburan bagi masyarakat setempat. Berikut ini adalah beberapa macam tarian tradisional daerah Kalimantan Tengah yang dikutip dari perpustakaan online Indonesia.

    1. Tari Tradisional Giring-Giring

    Tari tradisional yang pertama dibahas adalah tari Giring-giring. Pada awalnya, tarian Giring-giring ini adalah tari tradisional yang berasal dari suku Dayak Ma’anyan dan juga dipopulerkan oleh suku tersebut. Kemudian tarian ini berkembang di provinsi Kalimantan Tengah dan di kabupaten Barito. Kata Giring-giring sendiri berasal dari bahasa masyarakat Kalimantan yang berarti gangerang yakni sebuah bambu yang berisi biji piding.

    Bagi masyarakat daerah Kalimantan Tengah dan Kabupaten Barito, tari Giring-giring ini merupakan luapan ekspresi atas rasa gembira dan rasa senang masyarakat daerah tersebut. Hal ini disimbolkan dengan gerakan menari tari giring-giring, yaitu menghentakkan satu tongkat Gantar yang dipegang ditangan kiri ke lantai, sedangkan pada tangan kanan akan memegang bambu yang berisi kerikil dan di goyangkan agar tercipta bunyi yang sangat khas. Kaki para penari juga mengikuti irama musik dengan gerakan maju mundur. Ketepatan tangan serta kaki yang bergerak bersamaan merupakan bagian yang sangat unik dan menjadi perhatian dari para penonton dari tari Giring-giring.

    1. Tari Tradisional Balean Dadas

    Tari yang kedua adalah tari Balean Dadas. Tari ini merupakan tari tradisional untuk meminta kesembuhan kepada Tuhan bagi masyarakat yang sedang sakit. Pada saat ini tarian Balean Dadas lebih banyak dibawakan pada saat acara-acara penyambutan atau peresmian. Hal tersebut mengingat bahwa dengan kemodernan proses penyembuhan dapat dilakukan dengan cara yang lebih ilmiah. Akan tetapi, kagiatan tari Balean Dadas ini masih dilakukan oleh masyarakat suku Dayak pedalaman.

    1. Tari Tradisional Kayau

    Kayau atau mengayau merupakan kata yang mempunyai arti memotong kepala musuh. Didalam masyarakat Kalimantan Tengah khususnya pada suku Dayak Iban melakukan kayau atau mengayau ini merupakan upacara adat yang dilakukan sebagai bentuk keberanian, kejantanan, dan juga kekuasaan dalam melindungi keberadaan suku tersebut dari ancaman musuh. Alat mengayau yang biasanya digunakan adalah senjata Mandau, yakni senjata tradisional suku Dayak. Tidak semua orang dapat melakukan kayau, hal ini dikarenakan ada aturan siapa saja yang boleh mengayau.

    Secara turun temurun, upacara mengayau dengan tarian kayau ini diturunkan sejak pertama kali oleh Urang Lindau Lendau Dibiau Takang Isang, yakni seorang yang gagah berani pada zamannya. Bagi mereka yang mendapatkan kepala musuh, mereka akan diberi gelar bujang berani. Pada saat ini tarian kayau sebagai bagian dari sebagai upacara mengayau yang mempersembahkan kepala binatang babi. Ada tiga tahap dalam upacara mengayau ini yakni mengantar sesaji kepada bentang, yakni rumah suku adat Dayak, kedua, turun bentang yakni melakukan pengayauan terhadap kepala babi dan yang terakhir ialah memasuki rumah bentang yang ditandai dengan bunyi-bunyian musik.

    1. Tari Tradisional Manasai

    Tari Manasai merupakan tarian penyambutan selamat datang untuk para tamu yang datang ke provinsi Kalimantan Tengah. Pada umumnya, tarian ini disebut dengan tari selamat datang. Dalam pertunjukkannya tari Manasai ini biasanya dibawakan oleh para penari pria dan juga para penari wanita, dengan barisan yang berselang-selig didalam satu lingkaran.

    Tarian ini merupakan tarian yang interkatif dengan mengajak para penonton untuk ikut menari. Siapapun diperbolehkan untuk membawakan tarian ini, baik dari yang muda hingga yang tua. Dengan bergabungnya para penonton tersebut, maka lingkaran tersebut akan semakin besar. Sehingga para penonton yang ikut menari dalam tarian ini ikut hanyut dalam kemeriahan tarian ini.

    1. Tari Tradisional Kinyah Mandau

    Tarian ini merupakan tarian yang berasal dari suku Dayak yang menampilkan unsur bela diri, seni perang, dan seni teatrikal. Nama tarian ini sendiri diambil dari kata Kinyah yang artinya peperangan dan kata Mandau sebagai senjatanya. Tari Kinyah Mandau ini berawal dari tradisi suku Dayak zaman dahulu yang disebut dengan Kinyah, yang merupakan tarian perang sebagai persiapan dalam membunuh dan juga memburu kepala musuh. Dimana pada masa itu para pemuda suku Dayak harus melakukan pemburuan kepala untuk berbagai alasan yang berbeda di setiap sub sukunya. Sebagai persiapan fisik dalam pemburuan itu maka dilakukan kinyah atau tarian perang ini.

    1. Tari Tradisional Mandau

    Tari tradisional ini memakai kata dari properti yang digunakan yakni Mandau. Mandau sendiri merupakan senjata tradisional khas suku Dayak yang berbentuk parang atau pedang. Dalam pembawaannya, gerakan dalam tarian ini lebih mementingkan atrakasi serta seni tari yang sangat indah dalam memainkan senjata Mandau dan Tameng.

    Berbeda dengan tari Kinyah Mandau yang lebih mementingkan unsur teatrikal dan juga seni perang di dalam pertunjukkannya, pada tari Mandau ini tidak jarang mempertunjukkan adegan yang sangat berbahaya seperti halnya mengayunkan dan menggigit senjata Mandau yang tajam. Akan tetapi, semua itu tidak berbahaya lagi untuk para penari, sebab sebelum melakukan pertunjukkannya mereka telah melakukan ritual khusus supaya pertunjukkannya dapat berjalan dengan lancar dan aman.

    1. Tari Tradisional Tambun Dan Bungai

    Tari tradisional yang selanjutnya adalah tari Tambun dan Bungai. Tari Tambun dan Bungai merupakan tari tradisional yang berasal dari Kalimantan Tengah atau lebih tepatnya berasal dari Palangka Raya.

    Tarian ini merupakan tarian yang mengisahkan tentang kepahlawanan Tambun dan Bungai dalam mengusir musuh yang akan merampas hasil panen dari rakyat. Tambun dan Bungai adalah tokoh legenda dari suku Dayak ot Danum yang tinggal di tengah Pulau Kalimantan, khususnya diwilayah kabupaten Gunung Mas.

    1. Tari Tradisional Manganjan

    Tari tradisional yang akan dibahas selanjutnya adalah tari Manganjan. Tari Manganjan merupakan tari ritual suku Dayak di provinsi Kalimantan Tengah, dan kerap kali dilakukan oleh masyarakat Dayak baik itu wanita ataupun laki-laki, seperti halnya upacara Tiwah ataupun upacara lainnya.

    Tiwah sendiri merupakan prosesi menghantarkan para roh leluhur sanak saudara yang sudah meninggal dunia ke alam baka dengan cara menyucikan serta memindahkan semua sisa jasad dari liang kubur menuju ke suatu tempat yang dinamakan Sandung.

    1. Tari Tradisional Kancet Papatai

    Tari Kancet Papatai merupakan seni tari yang berasal dari daerah Kalimantan Tengah. Pesan cerita dari tarian ini adalah menceritakan tentang seorang pahlawan Dayak Kenyah yang berperang melawan musuhnya. Gerakan tarian ini sangat lincah, gesit, penuh semangat dan kadang-kadang diikuti oleh pekikan para penari.

    Para penari dalam tarian ini biasanya akan menggunakan pakaian adat suku Dayak Kenyah, Kalimantan yang dilengkapi dengan alat perang tradisional seperti Mandau, Perisai dan baju perang. Dan yang menjadi keunikan serta ciri khasnya adalah tari ini diiringgi oleh lagu Sak Paku dan hanya mengunakan alat musik sampe.

    1. Tari Tradisional Kencet Ledo

    Tari Kencet Ledo ini merupakan tari tradisional yang berasal dari daerah Kalimantan Tengah. Ada beberapa perbedaan dengan tari Kancet Papatai. Jika tari Kancet Papatai menggambarkan kejantanan dan keperkasaan pria Dayak Kenyah, maka sebaliknya tari Kencet Ledo menggambarkan tentang kelemah-lembutan seorang gadis bagai sebatang padi yang meliuk-liuk tertiup angin. Pada umumnya, tari ini akan dibawakan oleh seorang wanita dengan menggunakan pakaian tradisional suku Dayak Kenyah dan pada kedua belah tangannya memegang rangkaian bulu-bulu ekor burung Enggang. Biasanya tari ini ditarikan diatas sebuah gong, sehingga Kencet Ledo juga biasa disebut dengan tari Gong.

    1. Tari Tradisional Kancet Lasan

    Tari selanjutnya adalah tari Kancet Lasan. Tari ini merupakan tari yang berasal dari Kalimantan Tengah. Tari ini menggambarkan kehidupan sehari-hari burung Enggang, yakni burung yang dimuliakan oleh suku Dayak Kenyah karena dianggap sebagai tanda keagungan dan kepahlawanan.

    Tari Kancet Lasan ini merupakan tari tunggal yang dibawakan oleh penari wanita suku Dayak Kenyah yang sama gerak dan posisinya seperti tari Kancet Ledo, akan tetapi, si penari tidak menggunakan gong dan bulu-bulu Enggang dan juga si penari banyak menggunakan posisi merendah dan berjongkok serta duduk dengan lutut menyentuh lantai. Tarian ini lebih ditekankan pada gerakan burung Enggang ketika terbang melayang dan juga hinggap bertengger di dahan pohon.

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.