Pendidikan Moral Pancasila Masih dibutuhkan - Analisa - www.indonesiana.id
x

djohan chan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 28 November 2019

Jumat, 29 November 2019 13:26 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Pendidikan Moral Pancasila Masih dibutuhkan

    Dibaca : 481 kali

    Seiring dengan perkembangan teknologi saat ini, nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam Pancasila seakan kian memudar. Bangsa Indonesia yang lahir dari kemajemukan, dipersatukan oleh kesadaran untuk hidup bersama, sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat.

    Berdasarkan sejarah, bangsa Indonesia terlahir dari berbagai perbedaan suku, budaya, ras , agama, adat-istiadat dan perbedaan itu bukan menjadi masalah besar ataupun menjadi pemutus tali persatuan sesama bangsa Indonesia, tetapi hal itu menjadi kekayaan bagi bangsa Indonesia.

    Ironisnya, saat ini, dikalangan remaja, pelajar dan generasi muda seakan tak lagi mengenal arti Pancasila yang sesungguhnya. Dampak di era  globallisasi ini telah mengakibatkan karakter Pancasila pada diri generasi muda bangsa jadi memudar. Untuk itu, pendidikan karakter arti Pancasila perlu ditanamkan kepada generasi muda, sebagai cermin jati diri anak Indonesia.

    Pendidikan Berkarakter Pancasila dinilai sangat dibutuhkan untuk para generasi muda bangsa. Karena, merekalah yang nantinya menjadi pewaris bangsa Indonesia, dan mengelolah kekayaan negeri ini. Untuk itu diperlukan Setiap jenjang pendidikan perlu dibekali dengan pendidikan berkarakter Pancasila.

    Menyelenggarakan Pendidikan Moral Pancasila sesuai dengan karakter bangsa Indonesia. Pancasila sebagian besar dirumuskan oleh para pemuda-pemudi yang artinya sudah sangat jelas tujuan pembentukan pancasila bertujuan untuk memberi arah kepada para generasi muda.

    Dengan adanya Pendidikan Berkarakter Pancasila pada tahun kejayaan 2045 nantinya diharapkan, Indonesia sudah mampu menghadapi di era 100 tahun kemerdekaan Indonesia, dan Generasi muda sebagai penerus bangsa sudah siap  mewujudkan mimpi bangsa Indonesia, dalam mewujudkan kemerdekaan yang sesungguhnya, (Djohan).


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.