Air Terjun Tertinggi di Indonesia, 1 Ada di Jawa - Analisa - www.indonesiana.id
x

Air Terjun Lapopu dalam kawasan Taman Nasional Manupeu Tanahdaru

Candra Bi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 November 2019

Selasa, 3 Desember 2019 16:13 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Air Terjun Tertinggi di Indonesia, 1 Ada di Jawa

    Dibaca : 945 kali

    air terjun

    Bukan rahasia jika Indonesia mempunyai bermacam destinasi menakjubkan. Diantaranya ialah air terjun. Ada banyak yang benar-benar populer, tetapi ada pula yang cuma jadi obyek wisata masyarakat setempat saja.

    Nah, dari demikian banyaknya air terjun di Indonesia, ada lima yang tertinggi. Tiga berada di Pulau Sumatera, satu di Kalimantan dan satu berada di pulau Jawa. Di bawah ini adalah 5 air terjun tertinggi di Indonesia.

    1. Air Terjun Ponot - 250 meter

    Air terjun ini ada di Sampuransiarimo, Desa Halado, Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Sayangnya, air terjun ini tidak sepopuler tetangganya Air Terjun Sipiso Piso di Kabupaten Karo.

    Tidak hanya tinggi, Air Terjun Ponot mempunyai debit air yang cukup deras. Air terjun yang berada di Sungan Asahan ini mempunyai pemandangan hijau seperti air terjun yang lain. Keindahan tempat ini makin bertambah dengan bebatuan besar yang berada di sekelilingnya.

    2. Air Terjun Madakaripura - 200 meter

    Di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, persisnya di Gunung Bromo ada satu air terjun yang benar-benar populer bahkan sampai luar negeri. Dia ialah Air Terjun Madakaripura. Hal unik dari air terjun ini ialah ada di ujung lembah sempir berupa ceruk dengan tebing curang di sekitarnya.

    Air terjun ini seringkali disebut Air Terjun Abadi. Hal tersebut sebab debit airnya tetap melimpah serta tidak pernah menyusut. Sepanjang perjalanan ke arah lokasi, kita akan disuguhi dengan rimbunnya hutan di Gunung Bromo. Satu yang menarik, ada banyak mitos mengenai air terjun ini. Diantaranya tidak boleh pulang di atas jam 2 siang.

    3. Air Terjun Nokan Nayan - 180 meter

    Air terjun ini ada dalam suatu pedalaman hutan Kalimantan Barat. Di samping Air Terjun Nokan Nayan ada satu air terjun bernama Air Terjun Jongonoi. Keduanya jatuh di ujung lembah yang sama. Debet air yang demikian besar membuat air terjun ini memunculkan kabut yang melambung tinggi.

    Dibalik keindahannya itu, ada mitos yang tersebar di warga sekitar. Mereka yakin jika Air Terjun Nokan Nayan ialah kampung makhluk gaib. Kadang air terjun ini jadikan tempat lakukan ritual gaib hingga ada banyak pantangan yang tidak bisa dilanggar.

    4. Air Terjun Lembah Harau - 150 meter

    Dari lima air terjun paling tinggi di Indonesia, mungkin Air Terjun Lembah Harau yang paling terkenal. Terdapat di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, air itu mengalir di atas jurang yang melintang selama Lembah Harau. Tempat ini telah jadikan taman wisata oleh pemerintah ditempat.

    Disana ada beberapa wahana yang dapat kamu nikmati. Dari mulai kolam renang sampai penginapan ada. Buat peminat panjat tebing disiapkan pemandu. Air Terjun Lembah Harau sering jadikan objek berfoto buat beberapa muda-mudi. Sebab benar-benar terkenal.

    5. Air Terjun Batang Kapas - 133 meter

    Air Terjun Batang Kapas adalah air terjun paling tinggi kelima di Indonesia. Dia ada di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Air terjun ini cukup unik sebab jatuh di sekitar tebing terjal.

    Tetapi untu sampai air terjun ini perlu usaha yang cukup keras. Sebab kamu harus tempuh jalan curam berpuluh km.. Air Terjun Batang Kapas sangat pas buat beberapa traveler yang berjiwa petualang.

    So, itulah 5 air terjun tertinggi di Indonesia. Bila kamu ingin mendapatka informasi mengenai keindahan alam dan budaya Indonesia, kamu bisa mengunjungi perpustakaan online gratis di situs perpustakaan.id. Terdapat beragam informasi mengenai Indonesia yang sangat menakjubkan.

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.090 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).