x

potret pelajar di Kampung Inggris

Iklan

Renica Ryadi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 7 Januari 2020

Selasa, 7 Januari 2020 14:55 WIB

English Area, Potret Kemajuan Belajar di Kampung Inggris

Beberapa tahun terakhir, Kampung Inggris mulai diragukan efektivitasnya karena masyarakat sekitar Pare terbukti jarang menggunakan bahasa Inggris. Padahal sampai sekarang, Kampung Inggris Pare punya metode belajar yang lebih maju dibanding lembaga kursus bahasa umumnya. Cek beritanya berikut ini.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Nama Kampung Inggris Pare sudah populer di kalangan masyarakat sejak lama, terutama 10 tahun terakhir ini. Akan tetapi belakangan, kapasitas Kampung Inggris Pare dalam mengajarkan bahasa Inggris mulai diragukan.

Pasalnya, saat ini diketahui bahwa tidak semua masyarakat di Kampung Inggris menggunakan bahasa Inggris dalam keseharian. Padahal di awal terkenal dulu, Kampung Inggris digembar-gemborkan media sebagai kampung yang hanya menggunakan bahasa Inggris.

Akan tetapi baru-baru ini ada gebrakan baru di Kampung Inggris. Gebrakan itu adalah English Area, tempat yang mewajibkan pelajar bahasa menggunakan bahasa Inggris.

Potret Praktik Bahasa Inggris di English Area

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Inovasi English Area ini pertamakali dicanangkan oleh Language Center, start-up pendidikan bahasa yang baru memulai kiprahnya selama empat tahun di Kampung Inggris. Meski baru empat tahun berdiri, Language Center berhasil menarik perhatian 25 ribu orang untuk belajar bahasa Inggris di sana.

Hal ini tak lain dan tak bukan disebabkan oleh inovasi English Area yang dihadirkan oleh start-up asli Kediri tersebut. Frandy Taqwa Subachtiar, salah satu founder Language Center, mengaku tidak menyangka  English Area bisa mengundang banyak animo dari masyarakat.

“Awalnya kami takut minat pelajar malah berkurang, karena English Area kan ketat. Kalau nggak pakai bahasa Inggris di English Area, ada hukumannya.”

Meski menggunakan sistem punishment, English Area milik Language Center akhirnya jadi salah satu daya tarik Kampung Inggris. Hingga saat ini, sudah banyak lembaga bahasa Inggris lain meniru sistem English Area yang diprakarsai oleh Language Center.

Ketat Tapi Sangat Bermanfaat

Seperti namanya, English Area merupakan sebuah area yang penghuninya wajib menggunakan bahasa Inggris. Di Language Center, yang termasuk English Area meliputi asrama dan kelas. Jadi bisa dibilang, mulai dari bangun tidur di asrama, ikut kelas, hingga kembali ke asrama lagi, semua member wajib berbahasa Inggris.

“Sebenarnya kalau untuk yang bahasa Inggrisnya masih nol, English Area cukup sulit. Tapi para tutor camp diwajibkan membimbing pelan-pelan member camp-nya yang kurang lancar.” jelas Ervi Dwi Kristiani, salah satu tutor camp di Kampung Inggris.

“Jadi nggak bisa langsung kasih punishment, harus ditelateni dulu. Punishment itu buat member yang sengaja tidak ngomong bahasa Inggris tiap di English Area.”

https://www.indonesiana.id/images/all/2020/01/07/f202001071437578.jpg

Meski terbilang ketat, banyak member yang mengaku terbantu dengan adanya English Area. Setelah pulang dari Kampung Inggris, mereka mengaku kemampuan speaking mereka meningkat pesat.

Meski Efektif, Tidak Semua Lembaga di Kampung Inggris Memiliki English Area

English Area memang sebuah inovasi yang bagus untuk pembelajar bahasa Inggris. Meski demikian, penerapannya secara masif di Kampung Inggris terkendala tempat.

Salah satu masalah terberatnya adalah camp, karena tidak semua lembaga kursus memiliki tempat ini untuk menampung membernya. Satu-satunya solusi untuk lembaga kursus yang tidak memiliki camp adalah dengan menerapkan English Area di kelas tempat belajar saja.

Namun demikian, Kampung Inggris Pare akan terus berbenah. Dengan meningkatnya persaingan baik dari segi kualitas dan kuantitas di antara 300 lebih lembaga di Pare, Kampung Inggris di masa depan tetap akan jadi tempat terbaik untuk mempelajari bahasa.

Ikuti tulisan menarik Renica Ryadi lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu