Memahami Keresahan dan Kesepian Orangtua

Kamis, 9 Januari 2020 16:13 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Tentang komunikasi remaja dengan orangtuanya.

Apa yang ingin saya sampaikan sesungguhnya hanya ini: bersikap wajarlah terhadap orang tuamu. Bersikaplah terhadap mereka paling tidak seperti terhadap temen-teman sekolahmu. Coba kamu ingat betapa canggung kamu rasakan, jika berada di antara orang-orang yang tidak kamu kenal. Kurang lebih demikianlah perasaan orang dewasa terhadap remaja. Mereka telah membesarkan kamu beberapa tahun lamanya, dan tiba-tiba kamu menjadi seorang yang asing bagi mereka. Mendadak dirasakan bahwa kamu jauh dari mereka; mereka seakan-akan tidak mengenal kamu lagi. Dan mereka tidak tahu harus berbuat apa.

Saya mempunyai beberapa dugaan umum tentang orang-orang yang saya jumpai. Saya rasa kamu dapat menerapkannya pada orangtuamu juga, karena mereka sama seperti orang-orang lain pada umumnya. Saya menduga, sebagian besar orang takut dan merasa kurang aman. Maka saya berusaha bertindak sedemikian rupa, sehingga mereka tidak perlu merasa takut atau cemas.

Itulah sebabnya, mengapa hal ini saya sampaikan kepada kamu yang masih remaja. Kamu membaca dan berfikir lebih banyak daripada orang tuamu. Dan mungkin juga kamu lebih mampu menggunakan gagasan-gagasan baru dibandingkan orang tuamu.

Perubahan apa yang akan terjadi dalam hubungan kamu dengan orang tuamu, bila kamu perhatikan dugaan di atas? Perubahan apa yang akan timbul, bila kamu bersikap manis dan siap membantu, waktu kamu lihat mereka sedang sibuk atau menghadapi masalah? Apa akibatnya, jika kamu membiasakan diri mengucapkan terimakasih kepada mereka? Atau jika kamu belikan ibumu hadiah mungil kesukaannya untuk memperlihatkan rasa terimakasihmu? Ia mungkin tidak mengucapkan sepatah kata pun (di Asia kebanyakan orang tua tertutup sifatnya). Tetapi percayalah, ia merasa sangat bahagia.

Resapkanlah petikan kata-kata bijak berikut ini: “Janganlah aku ingin dicinta sebanyak aku berusaha mencinta.” Kedengarannya sentimental, bukan? Sebenarnya tidak, cinta sejati sama sekali tidak sentimental, kamu segera akan mengerti, jika kamu mempraktekkannya di rumah.

Sulit memang untuk menjalin hubungan yang akrab, terbuka dan baik dengan orang tuamu, tetapi hubungan seperti ini dapat sangat mengubah hidupmu menjadi cerah dan hangat. Hanya sedikit orang yang akan menjadi lebih akrab dengan kamu secara emosional daripada orang tuamu, itulah sebabnya mengapa begitu sulit mengabaikan mereka.

Jika hubungan dengan orang serumah sedang kacau, semua bidang kehidupan lain dipengaruhi. Tetapi jika di rumah semuanya berjalan lancar, hidup akan menjadi jauh lebih menyenangkan.

Beginilah tulisan sederhana saya, hanya sekadar berbagi pengalaman sebagai ungkapan kepedulian saya kepada kaum muda dan kaum remaja pada umumnya. Selamat menjalin relasi dan berkomunikasi lebih baik dengan orang tuamu.

***
Solo, Kamis, 9 Januari 2020. 2:49 pm
'salam hangat penuh cinta'
Suko Waspodo
suka idea
antologi puisi suko

Bagikan Artikel Ini
img-content
Suko Waspodo

... an ordinary man ...

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua