UPH Hasilkan 290 Penelitian Selama 2019 - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

LIBRARY UPH

Meishiana Meishi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Selasa, 14 Januari 2020 13:42 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • UPH Hasilkan 290 Penelitian Selama 2019

    Dibaca : 2.764 kali

    Selama 2019 sebanyak 290 penelitian dilakukan di UPH di tengah kesibukan para dosen. Penelitian tersebut antara lain 145 proposal penelitian dan 125 proposal Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang telah dilakukan para dosen, hasil didanai UPH dengan total dana sekitar Rp 2 Milyar rupih. Tidak hanya itu terdapat juga 19 proyek penelitian UPH yang didanai program hibah dikti dari Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (KEMENRISTEKDIKTI) dan 1 proyek penelitian memperoleh pendanaan dari LPDP Rispro (Lembaga Pengelola dana Pendidikan Riset Inovatif Produktif) dengan total dana hibah eksternal mencapai sekitar 3,4 milyar rupiah.

    Dr. -Ing. Ihan Martoyo, ST., MSc., MTS., - Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UPH juga menyatakan bahwa salah satu proyek penelitian yang didanai oleh Dikti masuk dalam kategori World Class Research. Penelitian tersebut dilakukan oleh Dr. Marincan Pardede (Teknik Elektro), dengan judul: “Studi Emisi Singlet-Triplet pada Laser-induced He Gas Plasma untuk Meningkatkan Performansi Deteksi Elemen dengan LIBS".

    Metode Laser-Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS) menemukan banyak aplikasi pada penelitian material bahan peledak, analisis tanah dan lumpur, analisis metalurgi dan industri pertambangan, serta biologi dan kedokteran. Namun demikian, metode LIBS ditemukan kesulitan untuk mendeteksi elemen dengan bobot atom ringan seperti Hidrogen, Deuterium, Lithium, Boron dan Carbon. Studi ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja deteksi metode LIBS dengan memanfaatkan eksitasi lewat helium metastable excited state.

    Ke-19 proyek hibah penelitian UPH yang didanai Dikti meliputi dosen dari berbagai fakultas termasuk: Fakultas Kedokteran, Fakultas Hukum, Fakultas Pariwisata, Fakultas Psikologi, FISIP, Fakultas Sains dan Teknologi, serta Fakultas Ilmu Komputer. Satu proyek penelitian yang didanai LPDP Rispro merupakan penelitian dengan tingkat kesiapan teknologi yang sudah lanjut dan ditujukan untuk komersialisasi produk, dalam hal ini melibatkan dosen dari School of Design. Penelitian LPDP Rispro ini mengembangkan produk seni bambu yang digabung dengan batik, yang bermitra dengan pengrajin bambu di Yogyakarta dan Jepang.

    Beragam variasi penelitian lahir dari beragam fakultas yang ada di UPH. Dari School of Information System and Technology (SISTECH) UPH, penelitian banyak terkait dengan teknologi pada konteks Industri 4.0, seperti Machine Learning, Big Data, Internet of Things, dan aplikasi bidang kedokteran. Aplikasi penelitian ini dimanfaatkan untuk beragam kebutuhan seperti layanan penyandang disabilitas, optimalisasi penentuan posisi ikan, pengenalan wajah padas siswa, perekaman video pada operasi katarak, dan pengembangan smart health campus.

    Kemudian ide kreatif penelitian juga ditunjukan oleh Fakultas Sains dan Teknologi dalam memanfaatkan dana hibah Dikti. Selain penelitian seputar laser dan plasma dari Teknik Elektro, ada penelitian perbaikan kualitas tanah dengan mempergunakan bakteri indigeneous dari Teknik Sipil bekerjasama dengan Biologi, dan penelitian fermentasi kulit melinjo merah sebagai antihiperurisemia (anti asam urat tinggi) dari Teknologi Pangan.

    Dari sisi lain, Fakultas Psikologi juga mengangkat studi tentang pergumulan religius dan spiritual mahasiswa di Jabodetabek. Beberapa paper yang sudah dipresentasikan dalam seminar internasional dan sedang menjalani review di jurnal internasional menunjukkan bahwa secara umum religiusitas memang dapat meningkatkan kesejahteraan (subjective well-being) mahasiswa, namun juga dapat menimbulkan stress dan pergumulan dalam dimensi-dimensi tertentu. Penelitian ini juga tidak menemukan perbedaan religiositas secara statistik antara mahasiswa laki-laki dan perempuan yang beragama Kristen. Sedangkan mahasiswa laki-laki yang beragama Islam ditemukan menunjukkan religiositas yang lebih tinggi dibanding mahasiswa perempuan.

    Satu penelitian dari Fakultas Kedokteran dalam skema Program Insentif Riset Sistem Inovasi Nasional (Insinas) yang didanai Dikti melakukan studi tentang hubungan antara agresivitas, temperamen dan psikopatologi dengan pencitraan dopamine di otak pada dewasa muda yang mengalami adiksi game online. Penelitian yang cukup menarik ini berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran UI. Penelitian lain dari FK UPH melakukan studi serologi dan molekuler dari infeksi virus Dengue untuk penerapan vaksin Dengvaxia.

    Penelitian lain yang juga cukup menarik adalah tentang pengembangan web komik sebagai media pembelajaran dalam sikap politik melalui media sosial dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan penelitian mengenai revolusi mental dalam tata kelola destinasi wisata oleh Fakultas Pariwisata

    Kita menantikan berbagai aktivitas dan hasil penelitian yang tak kalah menarik di tahun 2020 dari UPH.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.119 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).