Membudayakan Anak-Anak dengan Suasana Perpusnas yang Kekinian - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Foto diatas diambil dari sebuah kelompok murid yang berbaris di luar Perpustakaan Nasional, mereka rela antri dan dibimbing oleh guru dan pemandu Perpustakaan Nasional.

Harfie Aulia Rachman

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 Desember 2019

Selasa, 28 Januari 2020 16:07 WIB
  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Membudayakan Anak-Anak dengan Suasana Perpusnas yang Kekinian

    Dibaca : 719 kali

    Selasa pagi, saya baru saja sampai rumah kedua saya, Perpustakaan Nasional. Ya, saya sangat menyukai tempat ini, dengan fasilitas memadai dari jaringan Wi-fi yang melingkupi dari lantai dasar hingga lantai teratas, lantai 24. Anda tidak perlu memesan kopi atau memesan makanan terlebih dahulu agar mendapatkan jaringan Wi-fi disini. Ya beneran gratis, namun para pengunjung diwajibkan membuat kartu Perpustakaan terlebih dahulu, dan sekali lagi anda tak perlu bayar. Cukup masukkan identitas diri di puluhan komputer yang ada di lantai dua lalu harap bersabar untuk mendapatkan panggilan antrian.

    Gedung yang berseberangan dengan Monumen Nasional ini memang tempat yang tepat buat orang-orang yang hanya sekedar berkunjung, hingga menghabiskan waktu hingga jam 9 malam. Ya benar, kebijakan tersebut baru saja dibuat oleh Perpusnas beberapa hari ini dan mengundang antusiasme tinggi buat siapa saja yang berkunjung. 

    Kembali ke judul awal, saya sangat berharap antusiasme orang ke perpustakaan yang kekinian dan membuat orang betah juga harus ditularkan ke anak-anak yang masih duduk di sekolah dasar. Dengan dunia digital seperti ini, kebanyakan dari anak-anak sudah bisa memainkan permainan apa saja di layar gawai, namun dengan adanya Perpustakaan Nasional seperti ini, mereka bisa mencari sumber apa saja yang menarik disini. Ya, namun tetap dimonitor oleh guru pembimbing mereka. Dan bila mereka tertarik, mereka bisa mengajak orang-tua mereka mengunjungi Perpustakaan dan berpetualang di akhir pekan.

    Perpusnas memang tetap dibuka di hari Sabtu dan Minggu, dengan catatan itu bukan tanggal merah dan hanya dibuka hingga jam 4 sore. Tidak hanya untuk anak-anak, bagi para lansia dan kaum difabel juga bisa kok merasakan nyamannya Perpusnas, dan ada satu ruang buat mereka di lantai tempat bermain dan membaca anak di lantai 6.

    Tidak hanya soal fasilitas internet dan buku, disini juga ada kantin di lantai 4 dan kafe kopi di lantai dasar. Mari kita ajak sanak keluarga dan teman untuk berkunjung ke Perpustakaan Nasional, tempat membaca paling kekinian dan menyenangkan.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.