Tradisi di Berau, Potensi Pariwisata di Masa Mendatang - Travel - www.indonesiana.id
x

Mentari Pagi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 24 Januari 2020

Rabu, 29 Januari 2020 16:26 WIB

  • Travel
  • Berita Utama
  • Tradisi di Berau, Potensi Pariwisata di Masa Mendatang


    Dibaca : 1.299 kali

    Kabupaten Berau di Kalimantan Timur memiliki jejak historis yang cukup panjang. Ditarik mundur pada abad ke-14, sudah ada pemerintahan berbentuk Kesultanan Berau yang dipimpin oleh Baddit Dipattung dengan gelar Aji Raden Surya Nata Kusuma. Kesultanan ini terus berlanjut hingga sempat terpecah menjadi dua, Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur.

    Pada 1959, UU no 27 tahun 1959 diterbitkan oleh Pemerintah Pusat, mengubah status Daerah Istimewa Berau menjadi Kabupaten Dati II Berau dengan tiga belas kecamatan yakni Batu Putih, Biatan, Biduk-Biduk, Gunung Tabur, Kelay, Maratua, Pulau Derawan, Sambaliung, Segah, Tabalar, Talisayan, Tanjung Redeb dan Teluk Bayur.

    Senada dengan jejak historis yang panjang, ragam tradisi dan budaya yang tersemai di Berau juga tak kalah banyak. Salah satunya adalah tradisi Meja Panjang di Kampung Merasa, Kecamatan Kelay. Dalam tradisi ini, setiap RT membuat meja panjang dengan suguhan aneka panganan dan minuman serta buah. Selanjutnya disambung dengan kegiatan saling mengunjungi dan bersilaturahmi. Tradisi yang sudah dimulai sejak dahulu kala ini terus dipertahankan sebagai wujud nilai kebersamaan dan upaya memperkokoh silaturahmi serta persaudaraan.

    Desember silam (18/12) tradisi ini kembali digelar di Kampung Merasa. Dikemas dalam bentuk pesta budaya. Meja Panjang turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di Berau, seperti Bupati Berau, H. Muharram, Wakil bupati Berau, Ketua DPRD dan jajaran lain. Ke depannya acara ini akan dimasukkan ke dalam direktori wisata di Kalimantan Timur yang akan diluncurkan saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kalimantan Timur.

    Muharram menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan hal yang sangat positif dalam promosi wisata. Beliau juga menambahkan agar pemuda serta warga lokal dapat mengisi kegiatan ini dengan acara yang lebih beragam, supaya dapat lebih menjangkau segmen wisatawan yang lebih luas.

               

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.