Udah Siap Belum? Porsche Taycan Siap Mengaspal di Indonesia Akhir Tahun Ini - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Edward Bastian

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 25 September 2019

Kamis, 6 Februari 2020 06:48 WIB
  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Udah Siap Belum? Porsche Taycan Siap Mengaspal di Indonesia Akhir Tahun Ini

    Dibaca : 487 kali

    porsche taycan indonesia

    sumber : fircroft.com

    Pasar Mobil Listrik saat ini sedang menjadi tren terkini, tak terkecuali di Indonesia. Beberapa Mobil Listrik pun telah banyak dijual di Indonesia dan dipastikan akan makin bertambah pada 2020.

    Nama-nama seperti Nissan Leaf, Hyundai Ioniq, Tesla model Y, dan DFSK E3 dikabarkan segera meluncur pada tahun 2020 ini. Seolah tak mau ketinggalan, Produsen Mobil Sport asal Jerman yaitu Porsche dikabarkan akan meramaikan pasar Mobil listrik di Indonesia

    Mobil Listrik yang dikabarkan akan dibawa Porsche ke Indonesia adalah Porsche Taycan Electric Vehicle (EV), salah satu mobil listrik yang memang menarik dan banyak ditunggu untuk hadir di Indonesia. Sebelumnya mobil ini sudah hadir di negara tetangga Singapura, November lalu

    sumber : Yahoo Image

    Kabar masuknya mobil itu ke Indonesia disampaikan langsung oleh Managing Director baru Porsche Indonesia, Jason Broome. "Untuk Taycan tentunya mobil tersebut akan ke Indonesia, dan model mobil masa depan lainnya, seperti plug-in hybrid yang dimiliki Porsche Indonesia," ujar Jason Broome

    Porsche Taycan dihadirkan dalam 2 varian model yaitu Model Turbo dan Turbo S. Untuk varian model Turbo mampu mengeluarkan tenaga sebesar 500 kW atau 680 PS dengan akselerasi dalam jangka waktu 3,2 detik dan mampu melaju sejauh 450 km dengan kecepatan maksimum sebesar 260 km/jam.

    Sedangkan, varian model Turbo S mampu mengeluarkan tenaga sedikit lebih besar yaitu sebesar 560 kW atau 761 PS serta dilengkapi dengan fitur Launch Control. Jarak yang dapat ditempuh mobil ini mencapai 412 km dengan kecepatan maksimum 260 km/jam.

    porsche taycan

    sumber : teslarati.com

    Kamu juga tidak perlu repot soal pengecasan baterai mobil ini sebab mobil ini diklaim hanya membutuhkan waktu charging selama 15 menit dan bisa digunakan sampai menempuh 400 kilometer

    Mobil Electric Vehicle ini dikabarkan akan hadir di Indonesia pada Oktober tahun ini dan kemungkinan akan ada perubahan/penyesuaian baik dari spesifikasi maupun harga jika mobil ini hadir di Indonesia

    Gimana nih sobat Carsome ? tertarik dengan mobil-mobil listrik salah satunya seperti Porsche Taycan ini? Kalau tertarik, kamu bisa siapin dulu uangnya dengan jual mobil bekas ga terpakai di Carsome. Dengan Sistem Penawaran Transparan, kamu bisa pantau langsung harga terbaik untuk mobil kamu. Buruan isi data diri kamu di www.carsome.id #YakinGaMauIkutan?


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: iin anggryani

    2 hari lalu

    Kerakusan Manusia untuk Kekuasaan

    Dibaca : 452 kali

    Salam.. Manusia adalah salah satu makhluk yang di ciptakan Allah yang diberi kesempurnaan berupa kelengkapan akal dan nafsu sehingga beda dengan makhluk lainnya. Bumi adalah tempat hidupnya manusia. Manusia adalah makhluk yang paling unik juga na’if. Manusia pada dasarnya adalah makhluk bersosial, bermasyarakat dan berkelompok. Manusia diciptakan dengan dua jenis yaitu laki-laki dan perempuan. Sedangkan kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan atau di berikan kepada salah satu manusia atau kelompok yang dianggap mampu mengemban tugas tersebut. Manusia berlaku sebagai subjek sekaligus objek dalam kekuasaan atau jabatan. Manusia era sekarang ini berlomba-lomba untuk menduduki wewenang kekuasaan, segala cara mereka lakukan agar bisa mendapatkan posisi itu. Yah karena menurut mereka dengan mampu menduduki wilayah kekuasaan itu merupakan sebuah keistimewaan, kebnaggaan bagi mereka. Mereka tidak tahu berani naik dan berada di posisi itu adalah sebuah tanggungjawab besar yang kelak mereka harus memenuhinya, yang banyak manusia lain bertumpu dan beradu nasib padanya. Tapi kita lihat saja koledornya sekarang ini, banyak manusia yang berada di jabatan sebagai pemimpin daerah, desa bahkan Negara yang lupa akan tugas utamanya, menaungi masyarakat sehingga dengan itu banyak sekali kita lihat sekarang ini pemimpin banyak yang dzolim. Banyak sekarang ini terjadi perang saudara, saling bacok membacok, anak membunuh ayah, kakak membuh adek itu tidak lain motifnya karena berebutan kekuasaan. Memang tidak heran lagi banyak orang bilang dari dulu sampai sekarang kekuasaan dan kedudukan selalu saja menjadi objek yang menarik manusia untuk merebutnya. Banyak sekali kita lihat manusia yang menjadi gila karena haus akan kekuasaan, sehingga apapun cara rela dilakukan demi meraihnya. Kekuasaan memang membuat kita lupa diri dan membutakan hati nurani kita. Kekuasaan terlihat seperti madu dari jauh oleh mata manusia yang haus akannya, yang seketika akan berubah jadi racun apabila kita mendekati dan ada didalamnya. Karena ketika kita berada dalam kekuasaan jelas sekali agama dan ajaran moral, etika akan disingkirkan. Harus kejam itulah senjatanya. Ketika berada dalam kekuasaan, orang yang benar dan luruspun bisa menjadi tersesat, apalagi yang sebelumnya tidak benar. Orang bijak pernah mengatakan “bila ingin hidup dalam kebenaran, maka hindarilah untuk masuk dalam kekuasaan”. Orang-orang yang sudah terpedaya dan sangat haus akan kekuasaan akan rela melakukan apa saja dan mengejarnya bahkan sampai ke ujung dunia sekalipun bahkan rela mengorbankan segala hal. Machiavelli mengatakan pada dasarnya, selalu ada manusia didunia ini yang memiliki ambisi besar untuk berkuasa, dan merealisasikan ambisinya itu dengan berbagai cara. Manusia harusnya dengan kekuasaan itu harus memberikan manfaat dan pelayanan yang baik bagi rakyatnya. Kekuasaan biasanya tergantung dari manusia mana yang memegangnya, kalau orang baik yang memegangnya maka kekuasaan akan digunakan untuk melayani masyarakat sehingga terciptanya kemakmuran, kedamaian, dan keteraturan. Dan sebaliknya kalau orang salah, gila jabatan dan haus akan kekuasaan maka tidak heran lahir semua kehancuran, banyak permusuhan, saling benci dan lain sebagainya. Manusia ketika mendapati sebuah kekuasaan banyak berubahnya, menganggap dirinya yang paling tinggi dari manusia lainnya dan seenaknya memperlalukan yang lainnya. Manggekompo, 18 Januari 2020 I’in Khairudin