x

Iklan

Aurelia Natasya

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 15 Juli 2019

Kamis, 6 Februari 2020 10:41 WIB

UPH Career Talk Bahas ‘How to Love Your Life and Job’


Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Motivasi bekerja seharusnya didasari rasa cinta akan pekerjaan itu sendiri. Masih banyak orang yang menganggap bahwa mencintai pekerjaan, artinya bekerja sesuai dengan passion. Faktanya pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar. Hal ini telah dibahas dalam Career Talk UPH dengan topik ‘How to Love Your Life and Job’, berlangsung pada 3 Februari 2020, di Kampus UPH Lippo Village, Tangerang.

“Memiliki dan mengetahui passion sejak dini merupakan suatu hal yang baik. Namun, jangan menjadikan passion itu segalanya dan terjebak disana. Kita harus berhati-hati dengan kata passion, karena dapat memberikan harapan yang keliru,” kata Henry Manampiring – Author of Filosofi Teras.

Selain Henry, Career Talk kali ini turut menghadirkan Vancelia Wiradjaja – Director of Xing Fu Tang Indonesia dan Priscilla Pangemanan – Co-Founder of SASC. Bagi Vancelia, salah satu cara untuk mencintai pekerjaan adalah dengan memahami apa yang dimaksud dengan work life balance. Dengan cara ini kita mampu mengatur stress dengan membawanya kepada hal-hal yang positif.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

“Menurut saya, jika kita selalu merasa enjoy dengan pekerjaan yang ada, maka walau banyak dihadapkan dengan masalah, tapi pekerjaan tersebut mampu membuat diri saya bertumbuh,” kata dia.

Sementara, Henry mengatakan bahwa cinta dengan pekerjaan lebih dari sekedar merasa bahagia.

“Dalam bekerja itu, tujuan akhirnya bukan untuk bahagia. Kebahagiaan merupakan efek samping dari yang diperoleh ketika kita mampu melakukan sesuatu yang sesuai dengan value atau kekuatan kita. Rasa cinta pada pekerjaan dapat hilang ketika saya  tidak lagi merasa berkembang dengan pekerjaan saat ini.” ucap Henry.

Lain halnya dengan Priscilla yang menyampaikan sudut pandangnya dari sisi seorang entrepreneur. Menurutnya indikator yang dapat menandakan bahwa kita mencintai pekerjaan yaitu ketika bangun di pagi hari dan merasa semangat untuk bekerja.

“Contohnya saya setiap hari bangun, saya merasa senang hari ini punya jadwal ketemu sama A, B, dan C. Saya bahkan tidak sabar untuk melakukan hal tersebut. Anehnya, ketika saya sedang liburan, saya malah ingin cepat-cepat kerja lagi, karena kangen. Ini semua bisa saya rasakan karena saya memandang SASC bukan sekedar sebagai passion saya, tetapi misi saya,” ujarnya.

Bagi Priscilla, baik dalam dunia profesional maupun entrepreneur, rasa stress dan jenuh terhadap pekerjaan pasti pernah menghampiri. Contohnya adalah banyaknya komentar negatif dan keluhan dari customer, atau klien. Menurutnya cara untuk menangani komentar negatif tersebut yaitu dengan mendengarkannya, mengucapkan kata maaf, dan berusaha untuk memperbaikinya.

Pernah mengalami hal yang sama, Vancelia juga menambahkan bahwa komentar negatif dapat membuat perusahaan menjadi tahu apa kekurangannya, dan belajar menjadi lebih baik kedepannya. Sementara menurut Henry, setiap komentar negatif pasti ada hikmahnya.

Melalui program yang digelar Badan Eksekutive Mahasiswa (BEM) dan Career Center UPH ini, diharapkan mampu menginspirasi para calon lulusan yang akan terjun ke dunia profesional. Career Talk kali ini menjadi rangkaian terakhir Career Expo, yang akan menghadirkan 45 perusahaan, pada 14-15 Februari 2020. (na)

Ikuti tulisan menarik Aurelia Natasya lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan