x

Ilustrasi 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV). REUTERS/CDC

Iklan

honing

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 8 Maret 2020

Selasa, 17 Maret 2020 09:12 WIB

Virus Corona dan Empat Cara Berpikir

Jika setiap kebijakan publik dipandu oleh keempat pola berpikir ini, maka masalah apapun yang terjadi di Idonesia akan kita selesaiakan. Tak terkecuali dengan wabah virus Corona ini. kita pun perlahan akan menjadi bangsa yang maju. Maju tidak hanya dalam soal ekonomi, tetapi dalam soal kedewasaan politik, kultural, dan bahkan seni. Dengan berpikir kritis, analitis, teknis, dan reflektif di dalam semua bidang kehidupan, Indonesia akan menjadi bangsa besar.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Penulis: Honing Alvianto Bana

Sejak munculnya virus corona pada Desember tahun lalu di Wuhan, salah satu kota di Cina. Semua negara mengambil berbagai langkah antisipasi. Melakukan pengetatan tes kesehatan bagi para penumpang diberbagai bandara dan pelabuan, hingga menerapkan lockdown atau membatasi akses keluar masuk di wilayah tertentu untuk mencegah sebaran virus.

Sayangnya, pada saat seperti itu, pemerintah Indonesia masih menganggap enteng penyebaran virus corona ini.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Hal itu, bisa kita lihat dari steatmen-steatmen yang dikeluarkan oleh berbagai pejabat publik kita dalam beberapa minggu terakhir ini. Mulai dari Wapres yang mengatakan bahwa Indonesia tak terkena dampak virus corona akibat dari doa para tokoh agama, juga mentri kesehatan yang menganggap bahwa virus corona bisa sembuh dengan sendirinya, hingga berbagai kepala daerah yang masih memberi ijin untuk melangsungkan berbagai pertemuan dan konser akbar yang dihadiri oleh ratusan hingga ribuan peserta.

Penyebaran awal di Cina, kemudian menyebar ke beberapa negara. Seharusnya membuat pemerintah lebih siap menghadapi penyebaran virus corona ini. Sayangnya, setelah beberapa orang terdeteksi dan semakin meningkatnya orang yang dinyatakan positif virus corona, barulah pemerintah kelabakan mengambil langkah-langkah pencegahan.

Di tanah air, total pasien yang terjangkit virus corona hingga minggu kemarin, sebanyak 117 kasus. Di mana sebanyak lima pasien dikabarkan meninggal dunia.

Dengan melihat berbagai respon pemerintah yang seakan mengagap enteng, dan terkesan kelabakan saat merebaknya virus corona ini, lantas membuat kita bertanya-tanya, apa penyebabnya?

Berpikir

Untuk hidup orang perlu berpikir. Setiap saat setiap waktu, orang berpikir. Perilaku lahir dari proses berpikir. Begitu pun tindakan, ia lahir dari pikiran. Proses pertimbangan pikiran melahirkan keputusan. Dan dengan keputusan, manusia mengubah dunia.

Cara Berpikir

Di dalam kehidupan ini, manusia selalu menggunakan empat cara berpikir.

Dengan empat cara berpikir ini, kita bisa mempertimbangkan segala sesuatu secara jernih, sebelum mengambil keputusan. Empat cara berpikir itu adalah sebagai berikut:

Pertama, berpikir analitis. Berpikir analitis adalah tindakan memecah sesuatu masalah menjadi bagian-bagian.

Dengan memecah masalah menjadi bagian, kita bisa memahaminya dengan lebih sederhana.

Contohnya, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona ini. Langkah antisipasi apa yang akan kita lakukan, penanganan penderitanya bagaimana, hingga langkah pencegahannya.

Pemerintah perlu memecah masalah yang rumit ini menjadi bagian-bagian kecil untuk lebih mempermudah dalam memahami masalah, mencari solusi, dan memahami cara kerjanya.

Dengan cara berpikir analitis seperti ini , kita bisa bekerja dengan cepat dan tepat guna.

Kedua, berpikir kritis. Kritis berarti kita tidak mudah percaya. Kita akan terus mempertanyakan sesuatu sampai kita menemukan dasar yang kokoh untuk percaya.

Dengan berpikir kritis, kita tidak mudah terombang ambing oleh kabar burung dan berita hoaks yang mengatakan bahwa dengan mengkomsumsi ramuan A, atau ramuan B maka kita akan terhindar dari virus corona.

Kita juga tidak mudah percaya bahwa virus corona hanya bisa di derita oleh ras tertentu saja. Atau virus corona tak mungkin menyebar ke Indonesia karna berkat doa berbagai tokoh agama.

Ketiga, berpikir teknis. Berpikir teknis berarti berpikir tentang bagaimana cara melakukan sesuatu. Contohnya, pemerintah perlu melakukan tes kesehatan para penumpang diberbagai bandara, stasiun, dan fasilitas publik lainnya. Pimpinan lembaga maupun institusi pun harus mengubah SOP dalam melakukan pelayanan diberbagai fasilitas umum.

Hal ini penting agar selalu ada jarak dalam berinteraksi, antri, cek-in dan lain-lain.

Selanjutnya, pemerintah juga perlu menyediakan masker dan kaos tangan gratis bagi masyarakat yang ingin menggunakan fasilitas umum, seperti bandara dan stasiun.

Begitu pun dengan menyediakan tempat khusus untuk masyrakat yang ingin melakukan tes kesehatan gratis, jika merasa mengalami gejala yang mengarah pada virus corona dan berbagai langkah-langlah lainnya.

Dengan berpikir mekanis seperti ini, kita bisa menyelesaikan masalah jangka pendek dengan cepat dan tepat guna.

Yang keempat, berpikir reflektif. Dengan cara berpikir ini, kita melihat ulang apa yang telah dilakukan. Kita melihat sisi baik maupun sisi lemahnya. Dan dengan menjalani proses ini, kita dipastikan akan selalu peka pada kelemahan diri maupun lingkungan.


Empat cara berpikir ini, harus diterapkan bersamaan. Keempatnya tidak boleh dipisahkan. Berpikir teknis tak pernah bisa dipisahkan dari berpikir reflektif. Jika itu dipisahkan orang akan jadi robot yang bekerja tanpa berpikir.


Jika setiap kebijakan publik dipandu oleh keempat pola berpikir ini, maka masalah apapun yang terjadi di Idonesia akan kita selesaiakan. Tak terkecuali dengan wabah virus Corona ini.

kita pun perlahan akan menjadi bangsa yang maju. Maju tidak hanya dalam soal ekonomi, tetapi dalam soal kedewasaan politik, kultural, dan bahkan seni. Dengan berpikir kritis, analitis, teknis, dan reflektif di dalam semua bidang kehidupan, Indonesia akan menjadi bangsa besar.

Ikuti tulisan menarik honing lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler