Cegah Penularan Covid-19, Bupati Berau Minta Berhentikan Sementara Bandar Udara Kalimarau - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Muna Laya

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 24 Januari 2020

Senin, 30 Maret 2020 06:11 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Cegah Penularan Covid-19, Bupati Berau Minta Berhentikan Sementara Bandar Udara Kalimarau

    Dibaca : 1.078 kali

    Upaya pencegahan penularan virus Covid-19 atau dikenal dengan corona sampai sekarang masih dilakukan di Berau. Pemerintah kabupaten meminta untuk penerbangan Bandar Udara Kalimarau diberhentikan sementara sampai 14 hari.

    Pembatasan sementara penerbangan merupakan rencana yang akan dilakukan terhitung 30 Maret ke depan. Keputusan tersebut diumumkan usai rapat terbatas yang melibatkan berbagai pihak di Kabupaten Berau.

    Bupati Kabupaten Berau, Muharram, dengan tegas memutuskan untuk 14 hari kedepan agar memberhentikan penerbangan regular tersebut, namun penerbangan yang bersifat penting seperti logistik serta alat kesehatan tetap dapat dilakukan melalui jalur udara.

    Jalur darat maupun laut kedepannya juga akan dibatasi kecuali kendaraan atau kapal yang mengangkut keperluan logistik. Penutupan bandara merupakan wewenang Kementerian Perhubungan, walau proses dikatakan tak mudah, ini merupakan upaya yang harus dilakukan untuk kebaikan bersama.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    Minggu, 31 Mei 2020 10:05 WIB

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.147 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).