Cegah Covid 19 Forpimka Mojoanyar Semprotkan Disinfektan di Fasum dan Pemukiman - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Danpos Ramil Mojoanyar Lettu Inf Akhmad Rifa'i bersama Kades Gayaman dan Perangkat Desa foto bersama usai penyemprotan disinfektan di Perumahan Graha Majapahit

Anan Alkarawangi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Selasa, 31 Maret 2020 12:11 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Cegah Covid 19 Forpimka Mojoanyar Semprotkan Disinfektan di Fasum dan Pemukiman

    Dibaca : 687 kali

    Mojokerto,  - Forpimka Mojoanyar bersama Pemerintah Desa Gayaman, Relawan dan Pramuka melaksanakan penyemprotan disinfektan disejumlah fasilitas umum di Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (29/03/2020).

    Penyemprotan disinfektan di sejumlah fasilitas umum dan pemukiman warga ini dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap penyebaran virus corona (Covid-19). Demikian diungkapkan Danposramil Mojoanyar Lettu Inf Akhmad Rifa'i.

    Masih kata Danpos Ramil, selain di Desa Gayaman kegiatan serupa ini dilakukan di Desa Jabon. "Di kedua desa ini, penyemprotan disinfektan menyasar Balai Desa, Balai Dusun,  sarana ibadah, sarana pendidikan, Ponpes dan pemukiman warga," ungkap dia.

    Danpos Ramil Mojoanyar mengajak semua elemen masyarakat untuk bersatu mencegah serangan pandemi virus Covid-19, dengan mematuhi himbauan pemerintah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. 

    "Jaga jarak aman saat berinteraksi, kurangi aktivitas di luar rumah, kenakan masker, mengkonsumsi makanan bergizi, sayuran dan buah-buahan agar imun tubuh dapat terjaga serta membiasakan cuci tangan sebelum maupun setelah beraktivitas apapun,” kata dia .

     Danpos Ramil Mojoanyar Lettu Inf Akhmad Rifa'i bersama Kades Gayaman dan Perangkat Desa foto bersama usai penyemprotan disinfektan di Perumahan Graha Majapahit

    Sementara, Kepala Desa Gayaman Hamim Ghozali, S.Pd.I., menyampaikan, penyemprotan disinfektan sebagai upaya pencegahan terhadap penyebaran virus corona (Covid-19)  melibatkan Perangkat Desa, unsur TNI/Polri, Instansi pemerintah terkait, Karang Taruna, dan sejumlah warga dari berbagai profesi.

    "Penyemprotan di Gayaman dilakukan serentak di 21 RT dan masing-masing RT dilakukan oleh petugas gabungan perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Relawan dan Pramuka," ungkap Kades saat penyemprotan berlangsung di Perumahan Graha Majapahit.

    Pada kesempatan tersebut, Kades juga memberikan apresiasi positif kepada segenap lapisan masyarakat Desa Gayaman, yang sangat guyub, rukun dan merespon positif upaya pemerintah desa dan Forpimka Mojoanyar dalam penyemprotan disinfektan guna mencegah penyebaran virus corona.

    Masih dalam rangkaian kegiatan penyemprotan, Ketua Lingkungan Perumahan Graha Majapahit, Getar Kurniawan alias Wawan (49), menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kades beserta Perangkat Desa, Pos Ramil dan Polsek Mojoanyar yang telah melakukan penyemprotan disinfektan di perumahan Graha Majapahit.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    Minggu, 31 Mei 2020 10:05 WIB

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.147 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).