Anak Ingin Jadi Pemain Sepak Bola? Inilah yang Harus Dilakukan Orang Tua - Urban - www.indonesiana.id
x

Selamatkan dari wasit

Yusril Fahmi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Mei 2020

Selasa, 12 Mei 2020 19:39 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Anak Ingin Jadi Pemain Sepak Bola? Inilah yang Harus Dilakukan Orang Tua

    Anak selalu memiliki hobi masing-masing termasuk sepak bola, ada yang sekedar senang ada juga yang ingin jadi pemain sepak bola profesional, dalam posisi seperti inilah orang tua akan dilema mengenai masa depan anaknya.

    Dibaca : 987 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Sepak bola menjadi salah satu olahraga yang sangat digemari di Indonesia. Banyak anak-anak yang ingin jadi pemain sepak bola setelah menyukai olahraga tersebut.

    Namun terkadang orang tua cukup pesimis dengan masa depan anaknya apabila mengandalkan hidup dari sepak bola. Orang tua pesimis bukan tanpa alasan, hal itu karena orang tua tau bahwa betapa sulitnya menjadi pemain sepak bola profesional yang sukses dan memiliki banyak uang.

    Namun ketika anak sudah ingin menjadi pemain sepak bola, apa yang harus kita lakukan? Yang harus kita lakukan adalah mendukungnya, dan memberitahu betapa susahnya menjadi orang sukses dalam olahraga tersebut.

    Dengan mendukungnya maka anak akan merasa kalian adalah orang tua yang baik, dengan melarangnya anak akan mempunyai rasa benci kepada anda.

    Dan dengan melarangnya anak akan cenderung membenci anda, ketika sang anak merasa menyesal dulu tak belajar sepak bola maka anda lah yang akan disalahkan.

    Jadi dukung dia dan biarkan dia menentukan nasibnya sendiri, ketika sang anak merasa memang sulit bersaing di dunia sepak bola dan memilih mundur, setidaknya anak akan lebih legowo dengan pilihannya sendiri.

    Nanti ketika menyesal tak menjadi pemain sepak bola, dia tak akan menyesali karena tidak melakukannya, namun dia menyadari kegagalannya setelah berusaha.

    Bukankah gagal lebih baik daripada terus menyalahkan masa lalu karena tak melakukannya?

    Sebagai orang tua kalian juga harus belajar teknik dasar sepak bola agar bisa bermain bersama dengan anak anda, dengan begitu hubungan kalian akan semakin dekat.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Surya Ningsi

    5 hari lalu

    Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik

    Dibaca : 14.080 kali

    Pembelajaran di masa pandemi covid-19 menuntut guru untuk selalu kreatif dan inovatif dalam membelajarkan peserta didik. Selain guru harus menyiapkan rancangan pembelajaran, melakukan kegiatan pembelajaran, evaluasi dan penilaian, guru juga dituntut untuk terampil menggunakan teknologi agar mampu menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Salah satu strategi yang dapat dilakukan guru untuk menjawab tantangan tersebut adalah melakukan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik. Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom mendukung program pemerintah untuk mewujudkan merdeka belajar. Setiap peserta didik diberikan kebebasan untuk mempelajari materi melalui literasi, didukung oleh bahan ajar yang beragam bentuknya disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik dan diekspresikan dalam wujud produk sebagai bentuk kolaborasi, kreativitas dan inovasi peserta didik yang dapat menginspirasi banyak orang. Guru hanya memfasilitasi kebutuhan peserta didik yang beragam dengan melihat keunikan dan potensi dalam diri masing-masing peserta didik. Tidak adanya paksaan, sanksi dan reward dalam pembelajaran ini mendorong peningkatan motivasi belajar peserta didik yang berdampak pada peningkatan prestasi belajar peserta didik.