Hewan-Hewan Terbesar di Dunia - Analisa - www.indonesiana.id
x

Mas Li

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 27 Mei 2020

Kamis, 28 Mei 2020 10:59 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Hewan-Hewan Terbesar di Dunia

    Dibaca : 267 kali

    1. Gajah Afrika (African Elephant)

    Hewan terbesar di dunia yang pertama adalah gajah dari kawasan benua Afrika. Gajah Afrika umumnya memiliki berat badan sekitar 6,350 kg serta bentuk panjang tubuhnya sekitar 10,6 meter. Gajah afrika (Loxodonta Africana) merupakan sejenis gajah yang hanya dapat ditemukan di benua Afrika, tepatnya di daerah selatan, timur, dan barat benua tersebut.

    Habitat gajah afrika sangat bervariasai, mulai dari gurun pasir, padang rumput, rawa-rawa, hingga hutan lebat. Selain gajah Afrika, spesies lain yang hidup di benua Afrika adalah gajah hutan, tetapi ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan gajah Afrika

    Gajah Afrika mempunyai beberapa perbedaan fisik yang penting dibandingkan dengan jenis gajah di benua Asia. Dilihat dari punggungnya, gajah Afrika lebih cenderung datar, sedangkan punggung gajah Asia agak menonjol di bagian depan.

    Pada bagian daun telinga gajah Afrika lebih besar daripada daun telinga gajah Asia, serta di bagian ujuang belalainya gajah Afrika memiliki 2 lubang, sedangkan pada belalai gajah Asia hanya memiliki satu lubang. Menurut data dari World Wildlife Foundation, total populasi yang tersisia dari gajah Aftika hanya sekitar 700.000 ekor pada tahun 2014.

    2. Spinosaurus

    Hewan predator Spinosaurus juga termasuk hewan terbesar di dunia yang pernah ada. Memang benar hewan-hewan jenis purba banyak yang memiliki bentuk tubuh raksasa, tetapi dalam golongan predator purba yang paling besar adalah Spinosaurus ini. Bentuk tubuh predator T-Rex pun masih kalah besar di bandingkan predator yang satu ini.

    Ciri fisik pada predator Spinosaurus tidak jauh berbeda dengan tubuh T-Rex, tetapi hewan ini memiliki tanda yang menjadi ciri khas yaitu lengkungan di bagian punggungnya. Hewan karnovora satu ini diperkirakan hidup di zaman 112-87 juta tahun yang lalu.

    Panjang tubuh dari predator Spinosaurus dari kepala hingga ekor adalah 18 meter, serta memiliki berat badan mencapai hingga 9 ton. Untungnya predator ini sudah punah, kalau tidak mungkin tidak bisa dibayangkan seperti apa buas dn besarnya.

    3. Paus Biru (Blue Whale)

    Nama hewan paus biru mungkin tidak asing kalian dengan sebagai hewan terbesar di dunia, memang benar hewan ini memilik bentuk tubuh yang dapat dikatakan raksasa. Bahkan ada yang mengatakan bahwa ukuran tubuh dari paus biru lebih besar dari dinosaurus atau hewan besar yang pernah ada.

    Paus biru memiliki berat tubuh hingga 180 ton, serta panjang tubuhnya mencapai hingga 30 meter.Paus biru termasuk golongan hewan mamalia laut yang hidup di samudra Antartika, samudra Pasifik, samudra Hindia, dan samudra Atlantik.

    4. Burung Unta (Ostrich)

    Burung unta juga termasuk pada hewan terbesar di dunia jenis burung. Hewan yang satu ini memiliki bentuk tubuh dengan tinggi dapat mencapai 2,7 meter, serta memiliki berat badan sekitar 156 kg. Walaupun termasuk golongan burung, burung unta pada dasarnya tidak terbang di angkasa. Burung unta hanya bisa lari dengan kecepatan yang sangat tinggi sekitar 70 km per jam.

    Banyak hal menarik dari hewan yang satu ini, mulai dari dapat bertahan hidup selama 40 tahun, burung pelari yang sangat cepat dengan menggunakan sayapnya sebagai kemudi.Dengan ukuran tubuh yang sangat besar, burung unta juga mempunyai ukuran telur yang besar juga, serta memiliki bentuk bola mata yang besar dan memiliki spesies yang sangat beragam.

    5. Anaconda

    Anaconda merupakan hewan yang bisa dikatakan terbesar di dunia, sebab ukuran tubuh anaconda dapat menjapai 6-8 meter dengan berat badan yang mencapai ratusan kilogram. Jika anaconda sudah mencari makanannya, sekelas hewan buaya pun tidak berkutik jika terkena lilitannya.

    Ular merupakan jenis predator yang sangat di takuti keberdaannya bagi makhlup di sekitarnya, coba bayangkan saja jika ular sebesar anak konda berada disekitar kalian.Pasti tidak terbayangkan ketakutan yang ada dipikiran kalian.

    6. Gajah Laut (Elephant Seal)

    Gajah laut adalah hewan karnivora terbesar di dunia yang masih hidup hingga saat ini. Hewan ini memiliki ukuran tubuh yang sangat luar biasa besarnya, bahkan gajah laut jenis jantan bertanya dapat mencapai 5 sampai 6 kali lipat berat betina.

    Berat jenis betina umumnya adalah sekitar 400-900 kg serta memiliki panjang sekitar 4.5 hingga 5.8 meter, sedangkan berat jenis jantan adalah sekitar 2.200 hingga 4000 kg.Hewan ini bertahan hidup dengan memakan ikan dan cumi-cumi, gajah laut ini harus menyelam berkali-kali untuk berburu, setiap berburu gajah laut memerlukan 12 menit untuk kembali ke darat untuk mengambil nafas.

    7. Beruang Kutub  Dan Beruang Coklat

    Beruang kutub merupakan karnivora darat terbesar di dunia (Ursus maritimus) dan juga beruang coklat (Ursus artcos), sebetulnya dari dua hewan menakjubkan ini mempunyai bentuk dan ukuran tubuh yang cukup sama, jadi tidak jelas mana yang lebih besar.Namun, dari kedua spesies ini mempunyai ciri-ciri bentuk tubuh tanghampir sama, beruang kutub terberat yang pernah tercacat memiliki berat mencapai 1.003 kg dan beruang coklat terberat yang pernah tercatat memiliki berat hingga 1.135 kg.

    8. Cumi-Cumi Kolosal  (Colossa Squid)

    Cumi-cumi kolosal juga termasuk kategori hewan terbesar di dunia ketegori cumi-cumi. Hewan yang satu ini memiliki bentuk tubuh yang dapat mencapai hingga 14 meter, serta memiliki berat yang dapat mencapai 4949kg. Jenis cumi-cumi kolosal ini hanya dapat di temukan di perairan Benua Antartika.

    9. Jerapah (Giraffe) 

    Jerapah (Giraffa camelopardalis) merupakan salah satu hewan Afrika yang memiliki gelar hewan paling tinggi di dunia, hewan ini memiliki ukuran tubuh yang tingginya dapat mencapai 5-6 meter, serta memiliki berat badan rata-rata sekitar 1600 kg untuk jenis jantan dan 830 untuk jenis betina.

    Hewan jerapah mempunyai leher yang cukup panjang, yang dapat mencapai lebih dari 2 meter. Pertumbuhan leher yang tidak proporsional ini adalah salah satu adaptasi menakjubkan yang dilakukan oleh jerapah.

    10. Salamander Raksasa Tiongkok (Chinese Giant Salamander) 

    Salamander merupakan hewan amfibi yang hampir mirip dengan kadal. Hewan salamander mempunyai bentuk tubuh yang ramping, hidung pendek, dan ekornya yang panjang. Salamander raksasa dari Tiongkok ini memiliki panjang sekitar 1,83 meter, serta berat badannya mencapai hingga 64 kg.

    Hewan salamander Tiongkok ini termasuk kategori hewan yang dilindungi sebab populasinya berkurang dengan cepat. Hewan salamander raksasa ini hanya dapat ditemukan di daratan Tiongkok dan Taiwan serta merupakan jenis hewan amfibi yang terbesar di dunia.

    11. Buaya Air Asin (Crocodylus porosus) 

    Buaya air asin (Crocodylus porosus) merupakan jenis reptil terbesar dari semua jenis reptil yang masih hidup, hewan ini ditemukan dari Australia Utara sampai Asia Tenggara dan India Selatan. Buaya air asin dewasa mempunyai berat tubuh hingga mencapai 409-1000 kg, serta memiliki panjang tubuh sekitar 4.1 hingga 5.5 meter.Namun, buaya air asin jantan yang sudah dewasa dapat mencapai 6 meter serta memiliki berat badan melebihi 1000 kg. Jenis hewan ini adalah hewan yang berburu di daerah territorinya saja dan memangsa hewan yang masuk ke daerah kekuasaannya, baik di darat ataupun di laut.

    12. Ikan Mola-Mola (Ocean Sunfish)

    Hewan terbesar di dunia yang terakhir adalah Ikan mola-mola (Ocean sunfish). Hewan ini memiliki panjang tubuh sekitar 1.8 meter, serta memiliki berat tubuh mencapai 1000 kg lebih. Walaupun demikian, sekilas jika kita lihat hewan ini hanya memilikin bentuk tubuh berupa kepala dan ekor saja, hewan ini memiliki banyak jenis dan macamnya yang bisa disebut sub-spesies, terdiri dari 29.00 spesies tang tersebar diseluruh dunia.

    Nah,  mungkin hanya itu saja yang dapat saya bagikan tentang berbagai hewan terbesar di dunia yang pernah ada dan yang masih hidup pada saat sekarang. Pasti tidak terbayangkan jika kita hidup di sekitar mereka yang memiliki bentuk raksasa. Semoga informasi ini dapat menambah pengetahuan kalian, baca informasi selengkapnya di ilmunik.com.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.





    Oleh: Salsabila Zulfani

    1 hari lalu

    Covid-19, Membuat Tugas Auditor Menjadi Sulit?

    Dibaca : 94 kali

    Covid 19 adalah virus yang menyerang sisem pernapasan. Virus corona dapat menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru berat hingga kematian. Pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Hampir setiap hari ribuan bahkan ratusan korban infeksi virus corona meregang nyawa. Perekonomian negara terganggu bahkan banyak perusahaan yang harus mengurangi pegawai supaya tidak bangkrut. Dampak Covid 19 ini memang cukup banyak bagi negara terdampak. Lalu bagaimana dengan negara Indonesia?. Indonesia sudah berusaha sedemikian rupa untuk mencegah penularan virus Covid 19 ini,hingga pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ). Bekerja dan belajar dari rumah, hal ini mungkin tidak terlalu sulit sebab teknologi yang semakin canggih di masa sekarang ini. Lalu bagaimana dengan profesi yang harus bekerja turun lapang atau outdoor? Auditor misalnya?. Auditor harus menyambangi perusahaan klien sehingga dapat dengan mudah mengamati sistem pada perusahaan klien. Mengamati bagaimana SOP atau bagan alur setiap kegiatan perusahaan, seperti penjualan, pembelian dan aliran kasnya. Bagaimana auditor harus bekerja dari jarak jauh?. Strategi bagi auditor yang harus bekerja jarak jauh meliputi perencanaan audit, pemeriksaan/pengkajian dokumen, kerja lapangan/melakukan pengamatan, wawancara terhadap pihak yang terkait, dan pertemuan penutupan. Berikut penjelasan singkatnya. Perencanaan Perencanaan audit merupakan hal yang sangat penting di setiap pengauditan. Namun hal ini akan sulit jika pihak klien ada di lokasi yang jauh ataupun sulit terjangkau ( terpencil ). Sementara tahap perencanaan audit ini harus dibahas dengan klien. Informasi yang dapat dibahas dalam tahap ini adalah ruang lingkup perusahaan serta perncanaan jadwal kapan kegiatan audit akan di mulai, tak lupa memberi informasi kepada klien mengenai keterbatasan perihal proses kegiatan audit jarak jauh ini. Serta info apa saja yang akan dibagikan dan dengan tunjangan media atau teknologi apa yang digunakan. Berdasarkan kebutuhan diatas, auditor dapat menghabiskan waktu dua kali lebih banyak guna membahas perencanaan ini. Teknologi yang dapat digunakan dalam hal ini seperti vidio conference dan powerPoint untuk menyampaikan informasi/materi atau dapat menggunakan panduan visual lainnya. Pemeriksaan/Pengkajian Dokumen Pemeriksaan/pengkajian dokumen dari jarak jauh akan memakan waktu cukup banyak serta tak luput dari keterbatasan. Dalam hal ini auditor harus mampu menerima dokumen dalam bentuk/format apapun yang paling mudah diperoleh oleh klien sehingga dapat meminimalisir beban yang ada. Pertimbangan terkait aksesibilitas sistem file digital yang digunakan klien untuk menyimpan rekaman catatan tersebut harus diberikan. Pertimbangan strategi audit yang baik dan tepat juga harus dipikirkan oleh auditor untuk pemeriksaan ataupun pengkajian dokumen, pengambilan sampel dapat menjadi alternatif terbaik. Tergantung pada jumlah rekaman catatan yang ada. Terlepas apakah auditor memeriksa semua atau sebagian dari data yang tersedia. Tidak seperti pemeriksaan/pengkajian rekaman catatan di lokasi, pemeriksaan/pengkajian dokumen dari jarak jauh biasanya tidak memungkinkan untuk memberikan pertanyaan langsung pada saat yang sama. Auditor harus mencatat ataupun menulis hal-hal yang patut dipertanyakan pada klien saat melakukan proses pemeriksaan/pengkajian dokumen, dan dapat ditanyakan saat wawancara jarak jauh. Kerja Lapangan/Pengamatan Hal ini mungkin akan menjadi hal yang cukup sulit bagi audit jarak jauh, pasalnya hal ini biasanya dilakukan dengan menyambangi perusahaan klien. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan vidio conference ataupun livestreaming. Walaupun tidak terlepas dari kendala-kendala yang ada seperti ketersediaan Wi-Fi, lokasi kerja klien yang berada di tempat terpencil dan kebisingan yang mungkin akan mengganggu proses audit ini. Tidak banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan melakukan observasi jarak jauh. Sebab penayangan vidio hanya pada satu titik dan auditor akan kesulitan untuk melakukan pengamatan. Alternatif lain yang dapat diambil adalah dengan foto digital yang dapat diambil dari smartphone milik klien ataupun milik perusahaan. Hal ini dapat menimalisir kendala jaringan yang tidak memungkinkan melakukan vidio conference. Dari hasil pengamatan, audit dapat membuat catatan dan menyiapkan pertanyaan. Wawancara Terhadap Pihak yang Terkait Dalam hal ini mungkin tidak jauh beda dengan wawancara langsung, hanya perlu media penghubung seperti panggilan vidio ataupun semacamnya misalnya Google Meet, Skype dan Zoom. Auditor perlu melakukan perencanaan wawancara seperti berapa lama waktu yang diperlukan dan kepada siapa saja pihak yang perlu diwawancarai. Misalnya dengan penanggung jawab kegiatan, pemegang keluar dan masuknya kas ( kasir ), bagian gudang, penerimaan barang, dan personil lain yang bertanggung jawab dalam mendukung fokus audit. Persiapan wawancara jarak jauh membutuhkan waktu tambahan bagi auditor, serta auditor harus siap dengan daftar pertanyaan dan hal-hal terkait informasi tambahan apa saja yang dibutuhkan berdasarkan pengamatan yang dilakukan sebelumnya. Keterbatasan wawancara jarak jauh ini juga dapat terjadi ketika personil yang diwawancarai merasa canggung, gugup atau tidak nyaman dengan panggilan vidio oleh sebab itu, pemilihan kata dan penempatan intonasi yang bagus dan tepat akan dapat membuat wawancara menjadi tidak tegang. Pertemuan Penutupan Pertemuan penutupan audit jarak jauh memiliki konsep yang sama dengan pertemuan penutupan secara langsung, mungkin memang memerlukan media penghubung. Penjadwalan penutupan ini harus dipertimbangkan oleh auditor, minimal dua hari setelah melakukan wawancara. Sehingga auditor dapat mengkaji kembali catatannya dan menyusun rancangan awal hasil audit. Pertemuan penutupan ini dimaksudkan untuk mrmpresentasikan rancangan awal hasil audit kepada klien, menyelesaikan pertanyaan/permasalahan serta melakukan pembahasan lebih lanjut untuk hasil final audit, yaitu opini dari auditor. Kesimpulan yang dapat di ambil ialah penggunaan teknologi secara praktis. Inovasi dan transformasi teknologi menjadi fokus bisnis serta progam audit di seluruh dunia. Saat ini adalah saat yang tepat untuk mengkomunikasikan lebih lanjut mengenai proses audit jarak jauh. Terdapat beberapa teknologi berkembang yang dapat menunjang kegiatan tersebut antara lain vidio livestreaming, Virtual Reality ( VR ), pesawat tak berawak ( drone ) dan lainnya. Namun semua teknologi pastilah diperlukan biaya tambahan yang mungkin malah mengakibatkan auditor merugi. Jadi pilihlah teknologi yang sesuai dengan bayaran yang diterima. Proses audit jarak jauh bukanlah satu-satunya solusi yang tepat untuk semua masalah. Hal ini bukan pula sebagai pengganti pelaksanaan audit secara langsung. Namun sebagai bagian dari alternatif yang dapat dilakukan di masa pandemi ini.