Tip dan Trik Memilih Buah Durian - Analisa - www.indonesiana.id
x

Fajar

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 28 Mei 2020

Kamis, 28 Mei 2020 18:18 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Tip dan Trik Memilih Buah Durian

    Dibaca : 507 kali

    Siapa yang tak mengenal buah durian? Ia adalah salah satu buah favorit masyarakat Indonesia yang cukup populer dan menjadi rebutan saat musim panen tiba.

    Tak dapat dipungkiri bahwa negara Indonesia yang berada di wilayah tropis dan dilewati garis khatulistiwa menjadikan tanah negeri ini sangat subur sehingga hampir tiap jenis tanaman dapat tumbuh dengan baik. Tak heran jika negara ini memiliki keragaman hayati yang luar biasa, termasuk berbagai aneka jenis buah-buahan.

    Salah satu tumbuhan buah-buahan yang bisa tumbuh dengan baik di Indonesia adalah pohon durian. Ia cocok ditanam di tropis dengan ketinggian tanah antara 500 sampai 800 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan intensitas cahaya matahari sekitar 50% dan curah hujan minimum 1500 mm/tahun. Kadar pH yang ideal untuk jenis tanaman ini adalah pH netral.

    Tips and Trik Memilih Buah Durian

    Dalam melakukan perburuan buah durian, kita harus tahu cara memilih buah durian yang terbaik. Jika tidak maka siap-siap kita bakal kecewa karena mendapatkan buah yang tidak sesuai harapan. Beberapa tips dan trik yang dapat diterapkan dalam memilih buah durian yang baik (dan pernah saya praktekkan sendiri saat dalam perburuan durian di Palembang) adalah sebagai berikut :

     

    Cari Bentuk Durian yang Cenderung Bulat

    Memilih buah durian yang berbentuk bulat ditujukan untuk mendapatkan daging yang lebih tebal karena bentuk durian yang lonjong biasanya memiliki daging yang lebih tipis. Trik pertama ini termasuk mudah dilakukan karena kita hanya mengandalkan perbandingan fisik buah durian.

     

    Cari Bobot Durian yang Tidak Terlalu Berat

    Durian yang sudah masak dan dengan daging yang padat cenderung memiliki berat yang tidak terlalu besar. Sebaliknya, durian yang terlalu berat mengindikasikan bahwa durian itu masih terlalu muda karena terlalu banyak kandungan airnya atau karena bijinya yang besar namun dagingnya sendiri terlalu tipis.

     

    Jangan Terpaku pada Warna Kuning Kulit Durian

    Ibarat memandang orang, kita jangan mudah terpaku dengan penampilan luar kulit durian yang berwarna kuning. Jika melihat durian berwarna kuning jangan langsung percaya bahwa isinya pasti manis. Pedagang kadang memiliki trik khusus agar durian yang masih muda dan berwarna hijau disulap menjadi berwarna kuning dengan cara mengguyurkan air kapur atau sejenisnya. Tujuannya agar durian cepat panas sehingga warnanya menjadi kekuningan.

     

    Cari Durian yang Bertangkai Tebal

    Durian yang bertangkai kecil mengindikasikan kurangnya asupan gizi yang diserap. Untuk itu carilah durian yang memiliki tangkai yang tebal sehingga asupan nutrisi ke dalam bagian daging buahnya lebih baik dibanding durian bertangkai kecil.

     

    Ketuk-Ketuk Permukaan Kulit Durian

    Dengan meminjam pisau yang dipunyai penjual, cobalah ketuk-ketuk dengan lempengan pisau itu ke permukaan kulit durian. Jika bunyi yang dihasilkan cenderung ringan atau nyaring, indikasinya durian itu belum matang. Namun jika bunyi yang keluar terdengar berat dapat memberikan petunjuk bahwa durian itu sudah matang.

     

    Hindari Durian yang Sudah Terbuka Kulitnya

    Sensasi aroma yang keluar dari durian yang sudah retak atau terbuka kulitnya memang mudah menipu pembeli. Namun sebaiknya jangan ambil durian yang seperti ini karena lubang yang ada membuat angin dari luar masuk ke dalam buah yang dapat menyebabkan durian itu “masuk angin.” Disamping itu rawan dengan binatang-binatang kecil masuk ke dalamnya sehingga mengurangi higienitas durian itu sendiri.

     

    Ciumlah Aroma Durian

    Bagi penikmat durian tentu menjadi hal mudah melakukan trik ini. Dengan sekilas melakukan penciuman aroma durian, kita bisa membedakan mana durian yang sudah matang dan mana yang belum matang.

     

    durian


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.





    Oleh: Salsabila Zulfani

    1 hari lalu

    Covid-19, Membuat Tugas Auditor Menjadi Sulit?

    Dibaca : 95 kali

    Covid 19 adalah virus yang menyerang sisem pernapasan. Virus corona dapat menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru berat hingga kematian. Pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Hampir setiap hari ribuan bahkan ratusan korban infeksi virus corona meregang nyawa. Perekonomian negara terganggu bahkan banyak perusahaan yang harus mengurangi pegawai supaya tidak bangkrut. Dampak Covid 19 ini memang cukup banyak bagi negara terdampak. Lalu bagaimana dengan negara Indonesia?. Indonesia sudah berusaha sedemikian rupa untuk mencegah penularan virus Covid 19 ini,hingga pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ). Bekerja dan belajar dari rumah, hal ini mungkin tidak terlalu sulit sebab teknologi yang semakin canggih di masa sekarang ini. Lalu bagaimana dengan profesi yang harus bekerja turun lapang atau outdoor? Auditor misalnya?. Auditor harus menyambangi perusahaan klien sehingga dapat dengan mudah mengamati sistem pada perusahaan klien. Mengamati bagaimana SOP atau bagan alur setiap kegiatan perusahaan, seperti penjualan, pembelian dan aliran kasnya. Bagaimana auditor harus bekerja dari jarak jauh?. Strategi bagi auditor yang harus bekerja jarak jauh meliputi perencanaan audit, pemeriksaan/pengkajian dokumen, kerja lapangan/melakukan pengamatan, wawancara terhadap pihak yang terkait, dan pertemuan penutupan. Berikut penjelasan singkatnya. Perencanaan Perencanaan audit merupakan hal yang sangat penting di setiap pengauditan. Namun hal ini akan sulit jika pihak klien ada di lokasi yang jauh ataupun sulit terjangkau ( terpencil ). Sementara tahap perencanaan audit ini harus dibahas dengan klien. Informasi yang dapat dibahas dalam tahap ini adalah ruang lingkup perusahaan serta perncanaan jadwal kapan kegiatan audit akan di mulai, tak lupa memberi informasi kepada klien mengenai keterbatasan perihal proses kegiatan audit jarak jauh ini. Serta info apa saja yang akan dibagikan dan dengan tunjangan media atau teknologi apa yang digunakan. Berdasarkan kebutuhan diatas, auditor dapat menghabiskan waktu dua kali lebih banyak guna membahas perencanaan ini. Teknologi yang dapat digunakan dalam hal ini seperti vidio conference dan powerPoint untuk menyampaikan informasi/materi atau dapat menggunakan panduan visual lainnya. Pemeriksaan/Pengkajian Dokumen Pemeriksaan/pengkajian dokumen dari jarak jauh akan memakan waktu cukup banyak serta tak luput dari keterbatasan. Dalam hal ini auditor harus mampu menerima dokumen dalam bentuk/format apapun yang paling mudah diperoleh oleh klien sehingga dapat meminimalisir beban yang ada. Pertimbangan terkait aksesibilitas sistem file digital yang digunakan klien untuk menyimpan rekaman catatan tersebut harus diberikan. Pertimbangan strategi audit yang baik dan tepat juga harus dipikirkan oleh auditor untuk pemeriksaan ataupun pengkajian dokumen, pengambilan sampel dapat menjadi alternatif terbaik. Tergantung pada jumlah rekaman catatan yang ada. Terlepas apakah auditor memeriksa semua atau sebagian dari data yang tersedia. Tidak seperti pemeriksaan/pengkajian rekaman catatan di lokasi, pemeriksaan/pengkajian dokumen dari jarak jauh biasanya tidak memungkinkan untuk memberikan pertanyaan langsung pada saat yang sama. Auditor harus mencatat ataupun menulis hal-hal yang patut dipertanyakan pada klien saat melakukan proses pemeriksaan/pengkajian dokumen, dan dapat ditanyakan saat wawancara jarak jauh. Kerja Lapangan/Pengamatan Hal ini mungkin akan menjadi hal yang cukup sulit bagi audit jarak jauh, pasalnya hal ini biasanya dilakukan dengan menyambangi perusahaan klien. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan vidio conference ataupun livestreaming. Walaupun tidak terlepas dari kendala-kendala yang ada seperti ketersediaan Wi-Fi, lokasi kerja klien yang berada di tempat terpencil dan kebisingan yang mungkin akan mengganggu proses audit ini. Tidak banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan melakukan observasi jarak jauh. Sebab penayangan vidio hanya pada satu titik dan auditor akan kesulitan untuk melakukan pengamatan. Alternatif lain yang dapat diambil adalah dengan foto digital yang dapat diambil dari smartphone milik klien ataupun milik perusahaan. Hal ini dapat menimalisir kendala jaringan yang tidak memungkinkan melakukan vidio conference. Dari hasil pengamatan, audit dapat membuat catatan dan menyiapkan pertanyaan. Wawancara Terhadap Pihak yang Terkait Dalam hal ini mungkin tidak jauh beda dengan wawancara langsung, hanya perlu media penghubung seperti panggilan vidio ataupun semacamnya misalnya Google Meet, Skype dan Zoom. Auditor perlu melakukan perencanaan wawancara seperti berapa lama waktu yang diperlukan dan kepada siapa saja pihak yang perlu diwawancarai. Misalnya dengan penanggung jawab kegiatan, pemegang keluar dan masuknya kas ( kasir ), bagian gudang, penerimaan barang, dan personil lain yang bertanggung jawab dalam mendukung fokus audit. Persiapan wawancara jarak jauh membutuhkan waktu tambahan bagi auditor, serta auditor harus siap dengan daftar pertanyaan dan hal-hal terkait informasi tambahan apa saja yang dibutuhkan berdasarkan pengamatan yang dilakukan sebelumnya. Keterbatasan wawancara jarak jauh ini juga dapat terjadi ketika personil yang diwawancarai merasa canggung, gugup atau tidak nyaman dengan panggilan vidio oleh sebab itu, pemilihan kata dan penempatan intonasi yang bagus dan tepat akan dapat membuat wawancara menjadi tidak tegang. Pertemuan Penutupan Pertemuan penutupan audit jarak jauh memiliki konsep yang sama dengan pertemuan penutupan secara langsung, mungkin memang memerlukan media penghubung. Penjadwalan penutupan ini harus dipertimbangkan oleh auditor, minimal dua hari setelah melakukan wawancara. Sehingga auditor dapat mengkaji kembali catatannya dan menyusun rancangan awal hasil audit. Pertemuan penutupan ini dimaksudkan untuk mrmpresentasikan rancangan awal hasil audit kepada klien, menyelesaikan pertanyaan/permasalahan serta melakukan pembahasan lebih lanjut untuk hasil final audit, yaitu opini dari auditor. Kesimpulan yang dapat di ambil ialah penggunaan teknologi secara praktis. Inovasi dan transformasi teknologi menjadi fokus bisnis serta progam audit di seluruh dunia. Saat ini adalah saat yang tepat untuk mengkomunikasikan lebih lanjut mengenai proses audit jarak jauh. Terdapat beberapa teknologi berkembang yang dapat menunjang kegiatan tersebut antara lain vidio livestreaming, Virtual Reality ( VR ), pesawat tak berawak ( drone ) dan lainnya. Namun semua teknologi pastilah diperlukan biaya tambahan yang mungkin malah mengakibatkan auditor merugi. Jadi pilihlah teknologi yang sesuai dengan bayaran yang diterima. Proses audit jarak jauh bukanlah satu-satunya solusi yang tepat untuk semua masalah. Hal ini bukan pula sebagai pengganti pelaksanaan audit secara langsung. Namun sebagai bagian dari alternatif yang dapat dilakukan di masa pandemi ini.