x

Iklan

Aurelia Natasya

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 15 Juli 2019

Senin, 6 Juli 2020 12:36 WIB

Jawab Kebingungan Fresh Gradutates, Career Center UPH Adakan Webinar ‘Step Up Your Job-Hunting Game’


Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

WEBINAR CAREER CENTER - KORN FERRY

UPH memahami kebutuhan mahasiswa yang memasuki semester akhir dan bersiap untuk terjun ke dunia profesional. Mahasiswa calon fresh graduate tentu memiliki beragam pertanyaan guna mempersiapkan diri agar dilirik oleh perusahaan impian. Untuk itu UPH melalui Career Center pertama kalinya menghadirkan Webinar “Step Up Your Job Hunting Game in Virtual Era” bersama Korn Ferry, pada 5 Mei 2020. Korn Ferry sendiri merupakan konsultan perusahaan management consultant yang bertujuan membantu kliennya dalam memaksimalkan potensi mereka.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Bersama Career Center UPH, Korn Ferry, menghadirkan narasumber Nares Wiadnyana – Research Associate Korn Ferry dan Melisa Soentoro – Principal Korn Ferry memberikan beberapa ulasan sederhana dan mudah dimengerti untuk membantu menentukan langkah mengejar karier impian. Berikut ini 5 tips untuk para fresh graduate:

Pertama, Networking.  Prinsip networking selalu cocok diterapkan di beragam aspek, seberapa luas jejaring kita, akan membantu dalam menjalin relasi dan mendapatkan karier impian. Di eranya milenial ini, networking bukan lagi bicara pertemuan tatap muka, tapi juga secara online. Mulailah manfaatkan media sosial professional, seperti Linkedin, serta media sosial pribadi seperti Instagram, Facebook, twitter, dan lainnya.  Jadi ingat ya, networking memiliki 2 area, online juga offline!

Kedua, Personal Branding.  Pastinya istilah ini tidak asing lagi. Bukan hanya produk saja yang membutuhkan branding. Pribadi kita juga membutuhkan strategi untuk branding. Dilansir dari Techinasia.com, secara sederhana personal branding artinya proses memasarkan diri dan karier melalui pembentukan citra untuk publik. Sehingga, menurut Nares Wiadnyana, fresh graduate sangat penting memiliki kemampuan dalam menunjukan diri.

Be visible, tingkatkan kemampuan dalam personal branding, misalnya dengan memberikan informasi lengkap dan menarik di Linkedin, seperti level pendidikan, pengalaman, foto profil yang profesional, dan lainnya. Selain Linkedin kita juga bisa menggunakan media lainnya sesuai kapasitas kita, misal melalui Youtube, Canva, atau media lainnya,” kata Nares.

Selain media profesional, peserta juga diingatkan untuk selalu memperhatikan private social media. Karena saat ini, sangat mungkin recruiters menggunakan media sosial sebagai media untuk mengintip seperti apa diri kita.

Ketiga, Elevator Pitch. Bangun first impression yang menarik selama 30 detik!

Menurut Nares, ada 3 komponen utama di elevator pitch yaitu deskripsi ‘who you are’ – penjelasan siapa diri kita , minat, dan lainnya.  ‘What you do’ – apa yang dilakukan, pengalaman organisasi di kampus, hobi, cerita lain yang unik menggambarkan diri kita. Terakhir ‘what you are looking for’ - target apa yang ingin dicapai dari pekerjaan yang dicari.

Keempat, resume atau Curicullum Vitae (CV). Semua orang pasti bisa membuat CV, namun belum semua memahami seperti apa CV yang baik.

“Faktanya resume atau CV kita hanya dilihat 6 seconds. Sangat singkat. Jadi kita harus membuat CV kita menarik namun dengan cara yang tepat. 3 hal penting yang harus kita perhatikan yaitu, buat resume sesuai objektif dalam mencari kerja seperti bidang apa atau posisi apa yang ingin disasar. Kedua, lihat resume sebagai marketing tool. Resume is our brochure, kita harus meyakinkan perusahaan tertarik dengan apa yang kita miliki. Ketiga, coba dulu mengirimkan resume untuk mendapatkan panggilan interview,” tutur Melisa Soentoro.

Kelima, pahami aspek remunerasi.  Tentu poin utama mencari kerja yaitu mendapat pekerjaan dan mendapatkan penghasilan. Remunerasi artinya penghargaan perusahaan terhadap diri kita dan memiliki beragam elemen yaitu posisi, pekerjaan, skill, kapabilitas, dan kinerja kita nantinya. Perlu diketahui, ada 2 jenis remunerasi, yaitu Monetary based reward dan Non-monetary based reward

“Monetary based reward artinya fixed annual cash dengan elemennya yaitu gaji pokok, tunjangan, short term dan long term variable pay, juga benefit lainnya. Kemudian Non-monetary based reward yaitu reward diluar uang yang diperoleh, beragam jenis tergantung kebijakan perusahaan. Contohnya flexible benefit, Workplace and personal development, dan Intrinsic Rewards atau reward berupa kebanggaan terhadap perusahaa dan budayanya,” kata Melisa Soentoro.

Dengan kelima penjelasan sederhana ini, Career Center UPH berharap para mahasiswa tingkat akhir maupun alumni sudah siap memulai dunia profesionalnya.

UPH juga akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan komprehensif dengan menjawab beragam kebutuhan komunitas, mulai dari kebutuhan calon mahasiswa, kebutuhan mahasiswa aktif selama studi di UPH, hingga para alumninya. Hal ini sesuai dengan komitmen UPH dalam menghasilkan lulusan yang siap menjadi future leader di dunia profesional.

 

Ikuti tulisan menarik Aurelia Natasya lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan