Hari Pramuka, Mengenang Kisah Petualangan Lord Badden Powell - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Baden Powell. searcharchives.vancouver.ca

Indonesiana

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 14 Agustus 2020 07:35 WIB

  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Hari Pramuka, Mengenang Kisah Petualangan Lord Badden Powell

    Pada Hari Pramuka tanggal 14 Agustus, setiap pandu pasti tak akan melupakan nama Robert Stephenson Smyth Baden Powell. Pria kelahiran London, Inggris pada 22 Februari 1857 inilah yang mengawali gerakan kepanduan sebagai salah satu metode pembelajaran kaum muda. Di Indonesia gerakan ini dikenal dengan gerakan Pramuka.

    Dibaca : 1.057 kali

    *) Naskah ini pernah dimuat di Tempo.co.

    Pada Hari Pramuka tanggal 14 Agustus, setiap pandu pasti tak akan melupakan nama Robert Stephenson Smyth Baden Powell. Pria kelahiran London, Inggris pada 22 Februari 1857 inilah yang mengawali gerakan kepanduan sebagai salah satu metode pembelajaran kaum muda.

    Berbagai petualangannya baik sebagai anggota tentara Kerajaan Inggris yang ditugaskan di berbagai negara Afrika dan India, atau pun di luar ketentaraan, menjadi bekalnya dalam menggerakan kaum muda mencari kebahagiaan lewat kepanduan. Pada Hari Pramuka seperti saat ini, sungguh waktu yang tepat mengenang kisah Baden Powell tersebut.

    Baden Powell menjelajah hutan belantara dan bergaul dengan banyak suku-suku bangsa yang tinggal di hutan dan pedesaan. Pengalamannya itu dia tuangkan dalam buku Aids to Scouting dan  Scouting for Boys.

    Dalam Aids to Scouting, Baden Powell mengajarkan teknik-teknik non-militer (terutama survival) seperti pioneering dan penjelajahan. Ia juga memasukkan perinsip edukasi yang inovatif, disebut scout method (metode kepramukaan) bagi pendidikan untuk remaja. Ia juga berkreasi dengan membuat game-game menarik sebagai sarana pendidikan mental.

    Buku tersebut laris di Inggris dan Eropa. Pada tahun 1907, Baden Powell membuat satu perkemahan di Brownsea Island bersama dengan 22 remaja London yang berlatar belakang berbeda, untuk menguji sebagian dari idenya.

    Seusai dinas di ketentaraan dengan pangkat Mayor Jenderal, Baden Powell mendirikan organisasi kepramukaan. Model pendidikan bagi anak-anak dan remaja ini kemudian menyebar ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia pada tahun 1923.

    “Baden Powell mengatakan bahwa hidupnya penuh kebahagiaan hingga usianya saat itu karena dalam kesehariannya selalu mengamalkan Satya Darma Pramuka,” kata Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Bidang Pembinaan Anggota Dewasa, Susi Yuliati, Februari, lalu.

    Inti ajaran pendidikan kepramukaan dari Baden Powell adalah hidup dan mati seseorang dalam kondisi bahagia. "Ada empat syarat hidup bahagia versi Baden Powell," kata Suyatno, guru besar dari Universitas Negeri Surabaya, pernah mengatakan demikian,

    Keempatnya adalah happiness (bergembira, suka, rela, ikhlas, dan bersyukur), healthy (sehat, lincah, dinamis), handicraft (berkarya, produktif, ada hasil, kreatif, dan inovatif), dan helpful (menolong, cinta lingkungan, bersaudara, dan setia).

    UNTUNG WIDAYANTO



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.