Ini Lho, Fungsi dan Jenis Pelumas yang Tidak Banyak Diketahui Orang - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Fungsi Pelumas dan Jenis Jenisnya

Akhmad Tefur S

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 2 September 2020

Rabu, 16 September 2020 10:30 WIB

  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Ini Lho, Fungsi dan Jenis Pelumas yang Tidak Banyak Diketahui Orang

    Ternyata pelumas tidak hanya sekedar untuk melumasi, tapi ada sejumlah manfaat penting lainnya yang membuat operasional makin lancar, dan biaya makin hemat. Jenis pelumas juga bermacam-macam. Setiap jenis pelumas memiliki bahan dasar, karakter dan peruntukan yang khas. Baca artikel ini untuk tambah wawasan dalam memilih pelumas paling cocok untuk kebutuhan Anda.

    Dibaca : 600 kali

    Coba bayangkan kalau dunia tanpa pelumas! Menyeramkan, bukan? Suara gemertak mesin pabrik makin berisik, rantai cepat putus, gear mudah aus, mesin kendaraan cepat panas dan rusak dan banyak hal buruk lainnya yang akan kita temui. Nah, kali ini saya akan bahas tentang serba-serbi pelumas yang barangkali belum Anda ketahui. Khususnya yang menyangkut tentang fungsi dan jenis pelumas yang jarang dibahas. Simak tuntas yah…

    Fungsi Pelumas
    Yang paling umum, fungsi pelumas adalah untuk melumasi titik pertemuan dua logam yang bergerak sehingga pergerakannya semakin lancar. Tapi ternyata fungsi pelumas bukan hanya untuk kelancaran gerak saja, pelumas juga berfungsi untuk mengurangi gesekan sehingga logam tidak mudah aus. Pelumas juga berfungsi untuk menghambat panas, mencegah korosi dan kontaminasi. Jenis dan fungsi pelumas juga berkembang (tidak hanya untuk logam saja), tapi juga ada yang aplikasinya untuk bahan jenis karet dan lainnya.

    Fungsi paling esensial dari pelumas adalah untuk kelancaran operasional dan untuk menghemat biaya. Karena dengan pelumas, aktivitas semakin lancar dan mesin menjadi lebih awet sehingga biaya perawatan dan pembelian spare part berkurang.

    Jenis Jenis Pelumas
    Pelumas memiliki beberapa jenis, yaitu: minyak, dispersi, pasta, gemuk, compound dan anti friction coating. Yuk, kita intip satu per satu…

    1. Pelumas Minyak
      Ini adalah jenis pelumas yang paling encer. Bahan dasarnya adalah oil dan additive. Digunakan untuk logam yang bergerak pada kecepatan tinggi, misalnya mesin kendaraan, gigi roda, rantai dan sejenisnya. Selain untuk kelancaran gerak, pelumas minyak juga dapat menghambat panas.
    2. Pelumas Dispersi
      Bahan dasarnya sama dengan plumas minyak, ditambah sedikit pelumas padat. Fungsi dan peruntukannya juga mirip dengan pelumas minyak. Biasanya tersaji dalam kemasan can spray (semprot).

    3. Pelumas Pasta
      Kandungan bahan dasarnya sama dengan pelumas dispersi (oil, additive & pelumas padat), hanya berbeda dalam komposisnya. Jika komposisi pelumas dispersi kandungan mayoritasnya adalah oil, maka pelumas pasta kandungan mayoritasnya adalah pelumas padat. Anda selalu pakai pasta gigi atau odol, kan? Begitulah kira-kira bentuk dan tingkat kekentalan pelumas pasta. Pelumas pasta biasanya digunakan untuk melumasi koneksi ulir, pin dan bushing.

    4. Pelumas Gemuk
      Disebut juga grease. Bahannya sama dengan pelumas pasta, hanya saja kandungan pelumas padatnya lebih sedikit; dan ditambah pengental. Bentuk agak kental seperti gel, dan biasanya digunakan untuk gear, bearing, conveyor, dan lainnya.

    5. Pelumas Compound
      Bahan dasarnya filler dan Silicone, lebih kental dari pasta. Warnanya putih keruh. Aplikasinya khusus untuk o-ring rubber (karet), bukan untuk logam yah!

    6. Pelumas AFC
      Anti Friction Coating (AFC) bahan dasarnya pelumas padat, solven, additive dan perekat. Bentuk mirip grease, dan kelebihannya dapat dipakai untuk lingkungan berdebu. Biasanya digunakan untuk koneksi ulir, pin dan bushing.

    Ringkasan
    Fungsi pelumas pada prinsipnya adalah untuk membantu kelancaran operasional, dan menghemat biaya. Sebab dengan pelumas, maka peralatan / mesin semakin awet.

    Jenis pelumas yang beraneka ragam muncul untuk menyesuaikan kebutuhan. Karena jenis pelumas yang cocok untuk sebuah aplikasi, belum tentu cocok untuk aplikasi lainnya. Misalnya, pelumas bearing yang berkecepatan tinggi dengan beban berat tentu berbeda dengan pelumas bearing untuk beban ringan dan berkecepatan rendah.

    Nah, ternyata fungsi pelumas luar biasa bukan? Jenisnya juga banyak. Pastikan Anda menggunakan jenis pelumas yang tepat untuk solusi terbaik.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.