Mahasiswa PMM UMM, Optimalkan UMKM Batik Eco Prin di Desa Pakisjajar - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

pmm pakisjajar

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 November 2020

Jumat, 13 November 2020 09:28 WIB

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Mahasiswa PMM UMM, Optimalkan UMKM Batik Eco Prin di Desa Pakisjajar

    Mahasiswa PMM Kel. 88 Gel. 11 UMM, Optimalkan Kegiatan UMKM Batik Eco Prin di Desa Pakisjajar

    Dibaca : 863 kali

     

    UMKM Batik Eco Print

     

    Malang (25/10/2020) – Pandemi Covid-19 pastinya sudah tidak asing lagi di telinga kita semua. Banyak sekali dampak yang kita semua rasakan akibat pandemi ini, khususnya dalam perekenomian masyarakat Indonesia. Setelah berbulan-bulan tetap dirumah dan mengurangi kegiatan di luar rumah, saat ini Indonesia sedang menghadapi New Normal. Oleh karena itu diharapkan perekonomian di Indonesia dapat bangkit kembali.

    Melihat permasalahan tersebut, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang melakukan kegiatan PMM (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa) di Desa Pakisjajar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang guna membantu masyarakat mengatasi permasalahan tersebut khususnya di bidang ekonomi.

    Program kerja ini kami lakukan selama 2 hari yaitu membantu UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yaitu Batik. UMKM batik ini berupa batik tulis dan juga batik eco prin, yang mana pendirinya adalah Ibu Puji. Disini, kami diajarkan bagaimana proses pembuatan Batik. Batik eco prin sebenarnya berbeda dengan batik, akan tetapi memiliki corak yang hampir sama dengan batik.

    Yang khas dari teknik ini adalah menempelkan daun-daunan ke kain batik. Selanjutnya, kami melihat proses pengukusan untuk lebih mengeluarkan warna dan juga corak-corak daun agar menempel di kain batik. Setelah proses pengukusan selama kurang lebih satu jam, kain batik kemudian dijemur. Setelah dijemur pola dan motif dari daun yang telah ditempelkan pada kain batik akan terlihat jelas.

    Kemudian, tinggal menunggu hingga 30 hari, untuk ke tahap selanjutnya yaitu proses penerangan untuk mengembalikan warna batik dan membuat cerah kain batik. Dan setelah proses tersebut dilakukan, kain batik eco prin siap untuk dikemas dan dipasarkan. Kisaran harga batik eco prin dipasarkan sekitar harga 400-500 ribu sesuai tingkat kesulitan dan motif yang dihasilkan dari tempelan daun pada kain batik dan juga dari kualitas kain yang digunakan.

    Dengan adanya program ini, kami selaku mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang berharap agar batik Eco Prin ini dapat diminati oleh masyarakat, karena memiliki corak yang unik dan dapat harus dilestarikan menjadi ciri budaya Indonesia.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.