Gembira Terlibat APB - Analisa - www.indonesiana.id
x

Prisma Nanda

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 31 Agustus 2020

Rabu, 18 November 2020 12:55 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Gembira Terlibat APB

    Program Apresiasi Pelaku Budaya (APB) terdampak pandemi virus Covid-19.

    Dibaca : 300 kali

    Ini adalah gerakan kepedulian terhadap pelaku budaya. Memang harus diakui begitu. Pemerintah --Ditjen Kebudayaan Kemdikbud-- mencoba tetap mendukung kinerja pelaku budaya untuk berkarya. Hal itu dilakukan melalui kontribusi bantuan anggaran bagi kreativitas pelaku budaya. Supaya ide-ide mereka dalam seni budaya tidak tersumbat karena situasi pandemi.

    Ini seharusnya disambut riang gembira oleh para pegiat budaya. Caranya: ikut serta dalam program tersebut. Mendaftar. Bersemangat untuk terlibat pada agenda itu.

    Bukannya apa-apa, tampaknya program APB terdampak pandemi virus Covid-19 juga untuk kebaikan para pegiat budaya juga. Agar mereka --para pelaku budaya-- tetap dapat berkreasi saat ini. Meski kondisi sulit akibat pandemi yang efeknya membuat krisis kesehatan serta ekonomi. Dengan begitu pelaku budaya tidak hilang ruang ekspresi kinerjanya.

    Karena pandemi, mungkin saja pekerjaan mereka tidak seperti situasi normal. Dan membuat pendapatan mereka berkurang untuk kehidupan mereka.

    Memang jumlah nilainya bisa saja dianggap tidak seberapa besar --mungkin ada anggapan begitu. Namun itu bukan esensinya. Kalau itu yang jadi pokok pikirannya, maka berapa pun besar jumlah bantuan anggarannya tak bakal pernah cukup.

    Yang menjadi catatan adalah program APB terdampak pandemi virus Covid-19 merupakan 'kasih sayang'. Ternyata, pemerintah nyata peduli kepada pelaku budaya. Tidak mengacuhkan mereka ketika situasi sedang krisis --kesehatan dan ekonomi tadi itu akibat pandemi. Pelaku budaya tidak didiamkan begitu saja.

    Seolah mereka hanya diperlukan saat berkarya saja. Namun masa bodo kalau mereka tak mampu berekspresi dengan karya. Jelas, program APB terdampak pandemi virus Covid-19 adalah sikap bahwa negara ingin ruang kreativitas budaya nasional terus 'hidup'. Melalui pikiran-pikiran cemerlang para pelaku budaya.

    Sebab budaya dan para pegiat budaya inilah yang membawa citra Indonesia sebagai bangsa yang dikagumi dengan keragaman dan kekayaan tradisnya. Setidaknya, kotribusi anggaran melalui APB terdampak pandemi virus Covid-19 dapat dimanfaatkan sedikit untuk membuat karya dan ekspresi para pelaku budaya tetap dapat hadir.

    Kesempatannya masih ada. Setelah program APB terdampak pandemi virus Covid-19 tahap I berakhir pada Oktober lalu. Toh, Ditjen Kebudayaan Kemdikbud nyatanya masih melanjutkan programnya. Itulah kepedulian.

    Program APB terdampak pandemi virus Covid-19 bakal dilakukan lagi pada November 2020. Sampai sekarang masih berlangsung proses verifikasi syarat dan pendataan peserta pendaftar. Maka seharusnya jangan buang peluang yang masih ada untuk dapat ikut terlibat.

    Indonesia selalu merangkul ruang ekspresi dan karya pelaku budaya



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.