Relawan Gebrak Covid-19: Garda Terdepan Penanganan Wabah di Kecamatan Andir, Kota Bandung - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Relawan GEBRAK COVID-19 menjadi salah satu garda terdepan penanganan wabah di Kecamatan Andir, Kota Bandung

Pencerah Nusantara

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Agustus 2020

Kamis, 19 November 2020 18:05 WIB

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Relawan Gebrak Covid-19: Garda Terdepan Penanganan Wabah di Kecamatan Andir, Kota Bandung

    Tim Pencerah Nusantara COVID-19 (PN COVID-19) penempatan Andir bekerja sama dengan Puskesmas setempat menginisiasi Gerakan Bersama Masyarakat Lawan COVID-19 atau GEBRAK COVID-19 untuk melaksanakan surveilans berbasis masyarakat (SBM) dan promosi kesehatan (promkes). Apa saja kegiatan para relawan yang bergabung untuk mengurangi laju pertumbuhan kasus di Kecamatan Andir?

    Dibaca : 492 kali

    Relawan GEBRAK COVID-19 menjadi salah satu garda terdepan penanganan wabah di Kecamatan Andir, Kota Bandung. (Sumber gambar: Dok. Pencerah Nusantara)

    Ibu Sugiarti, salah satu relawan GEBRAK COVID-19, mengaku bangga bisa terlibat dalam penanganan wabah COVID-19 di wilayahnya. “Ada perasaan takut juga, Neng, waktu kami jadi relawan COVID-19 ini, tapi seperti yang eneng bilang, kalau bukan kami, siapa yang bergerak lawan COVID di sini?” papar Ibu Ugi, sapaan akrabnya.

    Gerakan Bersama Masyarakat Lawan COVID-19 atau GEBRAK COVID-19  merupakan program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi pihak Puskesmas setempat dengan Tim Pencerah Nusantara COVID-19 (PN COVID-19) penempatan Andir. Relawan yang bergabung terdiri atas kader Posyandu, kader PKK, anggota karang taruna, hingga pengurus RW/RT. Kehadiran relawan untuk melaksanakan surveilans berbasis masyarakat (SBM) dan promosi kesehatan (promkes) diharapkan mampu menurunkan angka kasus baru di Kecamatan Andir.

    Membangun sistem SBM dan Promkes berbasis pemberdayaan masyarakat menuntut banyak waktu. Sebab, program ini perlu dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan yang telah terlaksana sebelumnya, seperti program Gugus Tugas RW, RW Siaga, dan juga Kampung Tangguh. Meski begitu, program ini disambut semangat dan antusiasme seluruh relawan sehingga dapat berjalan lancar.

    Semangat juga selalu terlihat dari berbagai kegiatan promosi kesehatan mereka lakukan. Berbekal pakaian pelindung, face shield, masker, hand sanitizer, dan leaflet, para relawan melakukan edukasi pada masyarakat perihal 3M (menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan). Selain itu, mereka juga menjelaskan adaptasi kebiasaan baru (AKB) serta mengklarifikasi hoaks terkait COVID-19. Walaupun kerap menemui masyarakat yang tidak patuh protokol kesehatan dan menolak menerima edukasi, namun hal tersebut tidak mematahkan semangat mereka.

    Setiap kali ditemukan kasus terkonfirmasi, para relawan sigap mengadakan diskusi dengan pihak RW dan puskesmas setempat untuk mengambil langkah pencegahan penyebaran. Biasanya, selanjutnya akan dilakukan penyemprotan disinfeksi di sekitar RT. Tidak lupa, para relawan juga mengarahkan pihak keluarga kasus terkonfirmasi untuk melaksanakan tes swab yang dijadwalkan puskesmas.

    Tidak berhenti sampai di situ, para relawan juga gencar mengedukasi warga yang tinggal di sekitar rumah kasus terkonfirmasi. Mereka menyadari garda terdepan perlawanan COVID-19 adalah masyarakat, bukan tenaga kesehatan. Dengan berpedoman pada SK dari Kelurahan sebagai relawan GEBRAK, para relawan ini berjuang untuk sebisa mungkin memutus rantai penularan COVID-19 di wilayah Andir.

     

    Tentang Pencerah Nusantara COVID-19

    Pencerah Nusantara adalah inovasi mengurangi kesenjangan pelayanan publik di bidang kesehatan untuk mewujudkan Indonesia sehat dan sejahtera yang telah dilaksanakan sejak tahun 2012. Pencerah Nusantara menekankan penguatan pelayanan kesehatan primer (puskesmas) oleh tim pemuda multi-profesi. Pencerah Nusantara COVID-19 hadir menguatkan puskesmas di wilayah Jakarta dan Bandung menghadapi pandemi COVID-19 selama periode 6 bulan masa penempatan. Model Pencerah Nusantara menekankan peran anak muda dalam sebuah tim dengan beragam profesi, pemantauan dan evaluasi, inovasi, dan kolaborasi multi-sektor. Sejak 2015 model intervensi puskesmas berbasis Tim Pencerah Nusantara diadopsi Kementerian Kesehatan sebagai program serupa bernama Nusantara Sehat.

     

    Penulis

    Priska Natasya (Ahli Gizi)

    Pencerah Nusantara Kecamatan Andir, Kota Bandung



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.