Fathah dalam hukum Tajwid - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

إيلفي أولياء

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 Oktober 2020

Rabu, 2 Desember 2020 11:35 WIB

  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Fathah dalam hukum Tajwid

    Fathah. hal kecil yang sangat mempengaruhi baik atau tidaknya bacaan Al Quran seorang qari.Dengan menguasai hal mendasar dalam pengucapannya, seorang qari dapat membaca Al Quran dengan baik dan benar dan terlepas dari beberapa kesalahan umum yang terjadi

    Dibaca : 884 kali

    Mengupas ilmu Al Quran memang  tidak ada habisnya. Mulai dari tafsir, tadabbur, hukum syariat yang ada di dalamnya, sampai pada tajwid yang menjadi pondasi dasar dalam membaca Al Quran. Tajwid tidak sebatas bisa membedakan antara huruf hijaiyah , kemudian mana yang dengung dan mana yang panjang. Bahkan dia lebih dari itu. Tajwid mengupas tuntas tentang bagaimana membaca Al Quran sebagaimana ia diturunkan. Maka tak heran, ada sanad yang tersambung kepada Rasulullah SAW dalam membaca Al Quran.

    Fathah (فتحة) adalah harakat yang berbentuk layaknya garis horizontal kecil ( َ ) yang berada di atas suatu huruf Arab yang melambangkan fonem /a/. Secara teori ini mudah sekali, tapi kerap terjadi beberapa kesalahan umum dalam prakteknya. Terutama jika sudah digandeng dengan huruf hijaiyah maupun mad alif.

    Ditulis dalam buku Panduan Ilmu Tajwid Bergambar, Dr Aiman Risydi Suwaid yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Huruf-huruf berharakat pada umumnya keluar karena dua ujung organ suara yang saling menjauh, diiringi makhraj asli harakat”. Dari pengertian ini dapat dijabarkan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pelafalan huruf berharakat terutama fathah :

    1. Kaidah utama dalam dalam pengucapan huruf berharakat tashaadum (benturan anggota yang berperan dalam pelafalan huruf pada makhrajnya) kemudian tabaa’ud (penjauhan : untuk mewujudkan bunyi harakat).

    Hal yang harus diperhatikan di saat fathah :

    Kedua rahang dibuka dengan kadar sedang  (التباعد بين الفكين), cara mudahnya : perhatikan bagaimana kadar bibir terbuka saat melafalkan kalimat “saya, sama”.Kondisi mulut saat mengucapkan hurf “a” inilah yang digunakan saat membaca Al Quran. Karena Al Quran harus dibaca tanpa ada unsur berlebihan, dan tanpa merasa terbebani atau berat atau takalluf.

    1. Dua ujung organ suara yang saling menjauh. Maksudnya adalah dalam hal mengucapkan huruf dari makhrajnya. Contoh : Huruf Fa (ف) menggunakan dua ujung suara atau dua organ yang berperan yaitu ujung gigi seri atas dan perut bibir bawah.
    2. Diiringi makhraj asli harakat. Khusus untuk fathah, makhraj aslinya adalah alif. Maka perlu diperhatikan bagaimana kondisi lidah saat pengucapan alif. Yaitu dalam keadaan istirahat atau datar.

     

                    Dengan menjaga ketiga hal di atas, qori akan selamat dari beberapa kesalahan  yang sering terjadi, terutama pada non-Arab. Berikut beberapa kesalahan umum yang terjadi beserta solusinya.

    1. Menebalkan harakat pada huruf-huruf yang seharusnya diucapkan tipis.

    Ini terjadi karena ada cekungan di tengah lidah, sehingga bunyi fathah menjadi tebal.

    Solusi :

    • menjaga lidah dalam keadaan istirahat / datar
    • tidak membuka mulut secara berlebihan
    • latihan dengan menggunakan kata “saya, sama”, perhatikan kondisi bibir kemudian ikuti dengan huruf yang ingin dilatih. Contoh : fathah yang tertebalkan pada huruf nun (ن). Ucakan kata berikut secara natural tanpa dibuat-buat “saa yaa naa”.
    • KAIDAH PENTING : huruf Al Quran seperti rantai. Di saat huruf pertama dilafalkan dengan benar maka huruf kedua akan terlafalkan dengan benar. Maka Penulis menyarankan untuk latihan dengan huruf fokal “A” yang ada pada bahasa Indonesia dalam mengatasi kesalahan ini.

     

    1. Memiringkan suara (imalah) hingga fathah tidak terucap dengan jelas, berada di antara “a” dan “i”, menyerupai vokal “eu” atau bahkan “e”.

    Ini terjadi karena tengah lidah sedikit terangkat.

    Solusi :

    • menjaga lidah dalam keadaan istirahat / datar
    • tidak menarik bibir ke samping. Kembali lagi latihan menggunakan kata “saya, sama”
    • tidak berusaha tersenyum saat melafalkan fathah
    • melepaskan suara dengan tanpa berlebihan dan tidak menahannya agar harakat terdengar jelas saat diucapkan

     

    1. Mengalirkan suara melalui rongga hidung.

    Solusi :

    • Menyempurnakan harakat fathah dengan membuka mulut secara sempurna tanpa berlebih-lebihan. Serta memastikan bahwa yang digerakkan / dibuka / dijauhkan adalah rahang atas dan rahang bawah
    • Tidak terfokus pada irama. Karena kebanyakan para qori yang membaca dengan berbagai irama sering menekan rongga hidung untuk menghasilkan cengkokan suara, dan ini tidak dibenarkan dalam membaca Al Quran. Pastikan setiap mad keluar pada al jauf (rongga dalam pada tenggorokan dan mulut)

     

    Maka dapat disimpulkan bahwa kunci utama dalam melafalkan huruf hijaiyah tipis yang berharakat fathah adalah dengan menjada kondisi lidah dalam keadaan istirahat atau datar. Karena beberapa kesalahan umum yang terjadi adalah karena terlalaikannya poin penting yang satu ini.

    Sumber :

    https://id.wikipedia.org/wiki/Fathah

    https://qothrunnadaa.com/kesempurnaan-mengucapkan-harakat/

    Buku Panduan Ilmu Tajwid Bergambar oleh Dr Aiman Rusydi Suwaid



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.