Kuliah Itu Penting?

Minggu, 13 Desember 2020 05:40 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Perguruan tinggi adalah tingkat lanjutan bagi para pelajar siswa maupun siswi yang sudah menyelesaikan pendidikannya di bangku sekolah menengah atas (SMA). Kuliah merupakan suatu proses penempuhan pembelajaran yang mencangkup pemahaman yang lebih luas. Terkait dengan hal tersebut, penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta memapari argumen tentang pentingnya berkuliah. Penulisan ini menyajikan pendapat pemahaman yang berbeda dari setiap para ahli yang ternama. Teori yang digunakan dalam mengkaji tema penulisan ini menggunakan perspektif tentang kuliah itu penting. Metode penelitian dalam penulisan ini adalah kualitatif dan pendeskripsian beberapa argumen. Sumber data meliputi pemaparan pembicaraan seseorang dari sebuah podcast maupun melalui sebuah analisis. Hasil penulisan ini menunjukkan bahwa pentingnya pendidikan berkuliah, yang dapat dilihat dari aspek-aspek pemaparan pembicaraan, serta visi, misi, dan sebuah proses.

 

Mahasiswa kritis

Soal: Jadi tidak usah kuliah ya?

 

“No, the answer is really NO BIG if you don't have any plans for your life, or at least you are a loser”.

 

Kenapa?

Masalahnya tidak semua orang adalah anak dari seorang yang kaya-raya seperti anak dari seorang ningrat ataupun tidak sejenius Bill Gates maupun Mark Zuckerberg

Dari pernyataan itu kita akan mengetahui kenapa kuliah itu menjadi suatu hal yang penting. Di kampus, kita akan dituntut untuk berpikir lebih kritis dan rasional dibandingkan di sekolah. Kita dituntut untuk bisa membuat suatu hal ataupun merancang sesuatu, yang kemudian mempresentasikan hasil pekerjaan kita sesuai kemampuan dan soft skill kita sendiri. Yang pada akhirnya adalah saat tugas akhir dalam menyelesaikan pembelajaran di kampus dengan mengerjakan tugas skripsi, dimana kita dituntut untuk menyusun ribuan kata dengan kemampuan serta kepiawaian pemahaman kita dalam menyusun bahasa itu sendiri, sehingga menjadi suatu rangkaian ilmiah yang sistematis.

Dan ditambah lagi dengan tuntutan untuk kita aktif pada kegiatan organisasi kemahasiswaan, yang mampu membentuk suatu leadership kepemimpinan yang baik, ketika nanti memimpin sebuah tim ataupun sebuah perusahaan. Jadi, sebenarnya kuliah itu merupakan sarana menuntut ilmu yang sebanyak-banyaknya karena kuliah merupakan suatu proses penempuhan dalam mencapai suatu tujuan. Walaupun menuntut ilmu bisa kita dapatkan di mana saja dan kapan saja, tanpa harus kuliah sekalipun.

Banyak kisah-kisah orang yang sukses tanpa pendidikan yang cukup serta kurang memadai, seringkali pengertian ini disalahartikan dan disalahpahami. Bagaimanapun kuliah itu merupakan hal yang penting dalam membentuk suatu pola pikir yang kritis serta rasional dalam mengambil suatu keputusan maupun tindakan. Dan dapat memperbanyak pengalaman serta relasi, yang dapat menunjang seseorang mendapatkan karir yang bagus di dalam dunia kerja.

Contoh lain, Mark Zuckerberg saat berada di kampus selalu mencoba segala hal hingga akhirnya dia bisa menciptakan Facebook. Kesuksesannya bukanlah karena sebuah gelar yang dia dapatkan, melainkan pada saat di kampus dia terus mengasah bakat dan kemampuannya. Beruntungnya dia dapat menemukan orang-orang hebat serta berkompeten yang sampai saat ini menjadi co-founder Facebook, itu pun semua berawal dari sebuah ruang lingkup di lingkungan kampus. Bahkan dia berusaha mengembangkan serta membangun websitenya lebih baik lagi karena dia tahu bahwa di kampusnya ada seorang kompetitor, sehingga dia berusaha menjadi lebih baik agar dapat bersaing.

Menurut Romo Albertus Herwanta O.carm pendidikan kuliah itu merupakan suatu usaha sadar dan terencana dalam mewujudkan suasana belajar yang baik dan proses pembelajaran. Tujuannya agar semua orang dapat belajar secara aktif dalam mendalami serta mengembangkan potensi setiap individu masing-masing. Mereka diharap memiliki suatu hal yang kuat dalam keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, serta keterampilan yang diperlukan setiap orang dan masyarakat¹.

Mahasiswa sebagai pelajar di perguruan tinggi dituntut tidak hanya memiliki sebuah ketrampilan teknis atau hanya memiliki hard skill. Mereka seharusnya mempunyai daya dan kerangka pikir serta sikap mental dan kepribadian tertentu, yang diungkapkan oleh Suwardjono disebut sebagai kepribadian kesarjanaan atau kecendekiaan². Dengan karakter serta kepribadian ini lulusan perguruan tinggi mempunyai wawasan ilmu pengetahuan yang luas. Berbeda dengan orang yang tidak menempuh pendidikan lebih lanjut, mereka tahu cara dalam menghadapi persoalan di masyarakat akan tetapi mereka tidak mengetahui sebuah proses dalam menyelesaikan masalah tersebut, dikarenakan mereka mengetahui secara instan. Sehingga dapat dikatakan kuliah dapat memberikan kesempatan untuk membentuk pola pikir yang kritis dan rasional. Namun sebaliknya, pola pikir kritis dan rasional tidak dapat terbentuk, selama kuliah itu sendiri tidak dianggap penting oleh seseorang.

_________________________

¹ Rektor UKWK, Dikutip Dari Harian Kompas, 11 Agustus 2018.

² Suwardjono, Redefinisi Makna Kuliah, (Yogyakarta: Universitas Gajah Mada, September 2005).

 

 

<--more-->

 

Deddy Corbuzier dalam podcast terbarunya bersama Menteri Pendidikan Nadiem Makarim mengatakan “Kuliah itu penting gak? Orang kadang-kadang ngelakuin Postponing Reality jadi gak tau apa yang dia lakuin”. Kemudian pak menteri mengatakan bahwa dia tidak setuju dengan statement kata tidak penting “Menurut saya penting, seberapa pentingnya tergantung apa yang terjadi di dalam pendidikan. Penting untuk social learning” jadi kampus adalah salah satu institusi yang memberikan kita kesempatan untuk bertemu dengan banyak orang hebat³. Dari pertemuan itu kita bisa melakukan planning untuk menstrukturi apa rencana kita ke depannya untuk menjadi lebih baik. Misalnya ketika kita tidak ingin bekerja dan lebih ingin membangun sebuah bisnis, network yang kita dapatkan di kampus akan memberikan kita kemudahan untuk bisa bersinergi dengan banyaknya relasi yang didapatkan selama menjalani kuliah di kampus. Atau yang ingin langsung mencari kerja akan lebih mudah mendapatkan informasi dari pengalaman serta relasi yang dibangun selama studi.

Dan dalam pernyataan Bob Sadino yang kontra pendidikan kuliah mengatakan, “Berhentilah sekolah atau berhentilah kuliah sekarang juga, dan mulailah bertindak kedepan, karena ilmu di lapangan lebih penting daripada ilmu di sekolahan atau kuliahan”. Jika ada orang yang sukses tanpa melalui proses kuliah itu hanyalah segelintir orang dari banyaknya jumlah rata-rata orang pada biasanya, dan itu pun dengan dorongan usaha yang jauh di atas rata-rata orang biasa. Dengan kesesuaian antara usaha dan keinginan kuat yang dia miliki serta lingkungan yang mendukung. Tanpa itu, jika kita berfikir tidak perlu berkuliah, bisa dibayangkan apa jadinya masa depan yang akan dilalui nanti, sehingga berkuliah penting untuk mendapatkan basic di dunia kerja agar mendapatkan karir yang bagus.

Dalam pernyataan Robert T. Kiyosaki, seorang pengusaha dan penulis asal Amerika Serikat, yang menulis buku berjudul “If You Want to Be Rich & Happy, Don’t Go To School”⁴. Yang mengatakan “Jika Anda Ingin Menjadi Kaya & Bahagia, Jangan Bersekolah” Dalam pernyataan tersebut merupakan suatu analogi yang berlawanan tentang betapa pentingnya dalam proses menempuh pendidikan berupa kuliah, akan tetapi tidak semua orang yang berhasil adalah orang yang putus sekolah. Dan tidak semua orang yang putus sekolah atau yang tidak berkuliah berhasil membangun sebuah perusahaan yang besar. Hanyalah sebagian orang saja yang gigih serta tekun dalam menjalankan usahanya dapat mencapai suatu keberhasilan.

 

_________________________

³ Nadiem Makarim, “Kuliah Gak Penting (Educational Records)”, dalam sebuah Podcast, 8 Maret 2020 (Jakarta: YouTube, 2020).

⁴ Robert T. Kiyosaki, If You Want to Be Rich & Happy, Don’t Go To School (New York: Wanner Books, 1992).

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Kiyosaki, Robert T. (1992). If You Want to Be Rich & Happy, Don’t Go To School New York: Wanner Books.

Makarim, N. (2020). “Kuliah Gak penting”. Materi dipresentasikan pada Podcast tentang pendidikan di YouTube: Educational Records.

Nagazhie, Nikko. (2018). Kuliah itu penting atau tidak?. Jakarta: Kompasiana. Diunduh pada 24 November 2020, dari https://www.kompasiana.com/nikkonagazhie2767/5b6edefe6ddcae602567f2f3/pentingkah-kuliah-atau-tidak-pentingkah-kuliah?page=1

Suwardjono. (2005). Redefinisi Makna Kuliah. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan Artikel Ini
img-content
FAH_Ali Akbar

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

img-content

Kuliah Itu Penting?

Minggu, 13 Desember 2020 05:40 WIB

Baca Juga











Artikel Terpopuler