x

Khotib

Iklan

Meftahuda

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 16 Desember 2020

Sabtu, 26 Desember 2020 09:50 WIB

Generasi Unggul Kebanggaan Bangsa Indonesia

Tidak ada pemuda tanpa peradaban suatu negeri dan tidak ada peradaban suatu negeri tanpa adanya pemuda.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Ir. Soekarno mengatakan dalam sebuah statmentnya, “Berikan aku 100 orang tua maka akan kucabut Semeru dari akarnya dan berikan aku 10 orang pemuda maka akan ku goncangkan dunia.”  Negeri dan pemuda ibaratkan 2 sisi dari satu uang logam, yang artinya adalah keduanya tidak dapat di pisahkan. Tidak ada pemuda tanpa peradaban suatu negeri dan tidak ada peradaban suatu negeri tanpa adanya pemuda.

Berikut 9 kontribusi yang efektif yang dapat dilakukan pemuda dalam membangun suatu peradaban negeri:

1. Mempertahankan dan menjaga eksistensi akhlak yang baik

Syauqiy bey sastrawan serta cendekiawan Mesir pernah bermadah dalam syairnya: ”suatu bangsa akan senantiasa abadi dan jaya apabila akhlak masih ada padanya,dan sebaliknya suatu bangsa akan hancur binasa apabila akhlak telah lenyap dari padanya”.oleh karenanya poin yang paling urgen dan terpenting dari kontibusi pemuda untuk negerinya adalah dengan memperbaiki, mempertahankan, dan menjaga eksistensi akhlak yang baik di negeri itu sendiri, karena ini adalah barometernya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sebagai contoh mengapa tuhan membinasakan kaum ‘Ad, Tsamud, Midyan, lalu mengapa negeri kisra Persia dan Romawi dahulu yang memiliki peradaban yang agung, kekayaan yang melimpah, serta kekuatan yang tak tertandingi. namun telah mudah dihancurkan oleh kaum Indo-Jerman yang masih di bawah standar kemajuan, lalu di belahan bumi bagian timur Daulah Abasiyyah yang memiliki arogansi dan peradaban yang luar biasa pada akhirnya dapat mudah di porak porandakan oleh bangsa Mongol yang tak mengenal tamaddun dan arti dari peradaban itu sendiri. Itu semua jelas karena eksistensi akhlak telah lenyap dan hilang dari negeri tersebut.

2. Menanamkan dalam diri kaum milenial rasa Nasionalisme, Sosialisme dan Agamisme

Akar dari negeri ini adalah tiga elemen penting yaitu: Nasionalisme, Sosialisme, dan Agamisme kemudian lahirlah dasar Negara kesatuan republik Indonesia yaitu Pancasila oleh karenaya sangat naïf rasanya sosok pemuda yang ingin berkontribusi untuk kemajuan negeri ini apabila mereka lupa aspek dasar terbentuknya negeri ini.

3. Menghargai, mengingat, dan mengamalkan nilai-nilai sejarah

350 tahun lebih negeri ini di jajah dan menjadi suatu kepastian ketika romantika sejarah sangat panjang yang dialami negeri ini, oleh karenanya ada suatu ungkapan yang menarik: “tanda kebaika dari suatu peradaban adalah mereka yang menghargai sebuah sejarah”. Indonesia memiliki ribuan pahlawan yang telah mengorbankan nyawa, materi, dan waktu yang semata- mata untuk sebuah kata kemerdekaan oleh karenanya apabila tidak ada satupun kisah pengorbanan yang dapat menumbuhkan rasa patriotisme kita selaku pemuda untuk lebih tangguh dalam menghadapi tantangan zaman dan memberi kontribusi positif bagi Indonesia, maka lebih baik kita mengganti pakaian kita saat ini dengan kain kafan.

4. Membudidayakan jihad literasi

Literasi adalah sebuah nutrisi bagi suatu peradaban, akan mustahil maju suatu peradaban tanpa adanya semangat literasi itu sendiri. Oleh karenanya tidak mengherankan apabila di dalam kitab suci umat Islam ayat yang pertama kali turun menyuruh manusia untuk membaca. Karena ini adalah suatu realitas tolak ukur kemajuan dari peradaban suatu negeri berdasarkan tingkat literasinya. 

5. Mengawasi, mengetahui dan ikut andil dalam menjalankan dialektika perpolitikan di negeri ini

Kekuasaan tertinggi dalam sistem Demokrasi berada di tangan rakyat, dan pada dasarnya Demokrasi ini bagaikan buah dan hanya lambung yang sakitlah yang tidah dapat menerima kehadiran buah tersebut. Sistem Demokrasi selalu menuntut suara terbanyak dalam memutuskan suatu kebijakan, oleh karenanya apabila sistem ini di isi lebih banyak figur yang hanya mementingkan kepentingan pribadi dan mengesampingkan kepentingan rakyat, maka tunggulah kebijakan yang akan membawa bencana di negeri tersebut begitupun sebaliknya. Oleh karenanya tidak mengherankan apabila Bartolt brecht penyair dan dermawan Jerman mengeluarkan statement: ”Buta terburuk adalah buta politik”.

6 Bijak dan toleran dalam menyikapi perbedaan

“Bhineka tunggal ika”, itulah semboyan kita, bisa di bayangkan bahwa di Indonesia ini ada lebih dari 600 suku, 300 bahasa, dan 17.000 pulau.negeri ini akan senantiasa berdaulat apabila setiap insan yang tinggal di negeri ini, terkhusus pemuda selalu bijak dan toleran dalam menyikapi keanekaragaman yang di miliki bumi pertiwi, dan jangan pernah kita semua di pecah belah dengan cara di adu domba satu dengan yang lain, selalu tanamkan dalam sanubari kita “Bersatu kita teguh bercerai kita berantakan”. Jadikan perbedaan sebagai suatu persatuan yang diikat dengan persaudaraan bagsa dan tanah air yang berdaulat lagi makmur.

7 Revolusi mental dengan akal sehat dan iman

350 tahun lebih negeri ini di jajah, dan bukan suatu hal yang mudah untuk move on dalam kebiasaan dan kenangan pahit yang sudah terkubur ratusan tahun lamanya, tidak mengherankan bagi kita semua bahwa sebagian besar penduduk Indonesia belum memiliki mental berdiri di atas kaki sendiri (BERDIKARI). Oleh karenanya mentalitas tidak dapat dibangun dengan indroktinasi tapi mentalitas dapat dibangun melalui akal sehat serta ketaqwaan kita pada tuhan yang maha esa serta pembelajaran yang positif yang terkandung dalam syariat yang luhur. Karena ini adalah suatu modal yang menjadi asas kita semua untuk membangun peradaban yang kita cita-citakan menjadi negeri yang maju dan barokah, bukan lagi negeri yang berkembang.

8. Membudayakan kritik di sertai saran dan argumen yang baik

Kritik pada dasarnya adalah bukti sayang dan cintanya sang pengkritik kepada objek yang di kritik, oleh karenanya kritik di ibaratkan sebagai kotoran yang akan menjadi pupuk dan membuat subur tanaman. Kedzoliman, penyelewengan, dan ketidak adilan harus dilawan dengan mengkritik karena pada dasarnya dalam sistem Demokrasi semua orang berhak beraspirasi dan mengekpresikan semua curahan pikiran selagi dalam koridor yang baik berdasarkan undang- undang dengan tujuan agar terciptanya suatu perubahan yang nyata terhadap suatu kebaikan itu sendiri.

9. Pemuda harus kreatif, inovatif, dan produktif

Negeri ini bisa ada dan merdeka adalah dengan partisipasi pemuda melalui aksinya mulai dari: sumpah pemuda, penculikan Ir Soekarno, dan bertempur di medan jihad demi bangsa ini. Dan di era milenium saat ini lahan perjuangan tidak lagi dengan senjata melaikan lahan perjuangan pemuda melalui kontribusinya dalam mengharumkan nama bumi pertiwi baik itu lewat bakat yang mereka salurkan dalam berbagai event kejuaraan olimpiade dunia, kemudian sumbangsih pemikiran mereka akan kebaikan negeri ini, ataupun lapangan kerja yang mereka ciptakan untuk rakyat dan berbagi cara lainnya yang dapat mereka tempuh dengan produktif, kreatif dan inovatif. Semata- mata demi majunya peradaban Indonesia.

Sekian 9 kontribusi efektif yang dapat di lakukan pemuda bangsa bagi Indonesia yang lebih bermartabat. Karena pada dasarnya semua perubahan berawal dari sebuah bibit yang unggul, dan bibit dari negeri ini adalah pemudanya. Mereka adalah agent of change bagi negeri ini. Hal tersebut juga menjadi sebuah rahasia umum bagi negeri- negeri yang maju ketika para pemuda lebih militan untuk mewujudkan suatu perubahan. Akhir kata seorang ulama besar di Jazirah Arab bernama Syeikh Taqiyuddin Umar berkata ketika terjadi momentum peperangan antara tentara salibis dan kaum muslimin: “wahai kaum muslimin ketahuilah bahwa pemuda adalah tiang peradaban dan agama, serta tongkat estafet perjuangan di masa yang akan datang”.

Ikuti tulisan menarik Meftahuda lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler